MALANG, Tugumalang.id – Seringkali, perjalanan orang tua dalam memahami tumbuh kembang anak penuh dengan tanda tanya, terutama ketika melihat perilaku yang tampak berbeda dari teman sebaya.
Di koridor Penawar Special Learning Centre, kami sering menjumpai para orang tua yang datang dengan kekhawatiran bahwa anak mereka mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) karena sang buah hati tidak bisa diam atau sulit fokus.
Namun, setelah melalui observasi mendalam di PSLC, fakta yang muncul justru berbeda, sang anak ternyata berada dalam spektrum Autisme (Autism Spectrum Disorder).
Baca Juga: Screening Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang: Deteksi Dini Autisme Berbiaya Terjangkau
Fenomena salah sangka ini sangat krusial, karena meskipun keduanya memiliki irisan gejala yang serupa, seperti kesulitan bersosialisasi dan impulsivitas, akar penyebab dan cara penanganannya sangatlah berbeda.
Memahami apakah anak mengalami ADHD atau Autisme bukan sekadar memberi label, melainkan kunci pembuka pintu bagi terapi yang efektif.
Mengapa Sering Terjadi Salah Diagnosis?
Baik ADHD maupun Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi fungsi otak. Kemiripan yang paling mencolok biasanya terlihat pada aspek atensi dan interaksi sosial. Anak dengan Autisme mungkin tidak merespons saat dipanggil karena mereka terhimpit dalam dunianya sendiri.
Sementara anak dengan ADHD tidak merespons karena perhatian mereka teralihkan oleh hal lain di sekitarnya. Tanpa bantuan ahli dari lembaga seperti PSLC, perbedaan halus ini sering kali terlewatkan oleh mata orang awam.
Baca Juga: Soft Opening PSLCNet Klungkung Bali: Hadirkan Layanan Screening dan Public Talk
Berikut ini perbedaan ADHD dan Autisme yang dapat diamati dari perilaku anak sehari-hari di lingkungan rumah:
Perbedaan ADHD dan Autisme
Ciri Anak Mengalami ADHD
1. Sulit memusatkan perhatian;
2. Mudah terdistraksi;
3. Sulit diam;
4. Impulsif, bertindak tanpa berpikir;
5. Sulit mengatur aktivitas dan tugas.
Ciri Anak Mengalami Autisme
1. Kesulitan interaksi sosial
Anak cenderung sulit melakukan kontak mata, jarang merespons saat dipanggil, atau kurang tertarik bermain dengan teman sebaya.
2. Hambatan komunikasi
Mengalami keterlambatan bicara atau kesulitan memahami dan menggunakan bahasa dalam percakapan.
3. Perilaku berulang
Sering melakukan gerakan atau aktivitas yang sama secara berulang, seperti mengepakkan tangan dan mengulang kata.
4. Minat yang terbatas
Memiliki ketertarikan yang sangat kuat pada objek atau topik tertentu.
5. Sensitivitas sensorik
Bisa sangat sensitif atau justru kurang responsif terhadap suara, cahaya, sentuhan, atau tekstur tertentu.
Informasi Lebih Lanjut Seputar PSLC
Untuk informasi lebih lanjut seputar PSLC tentang layanan terapi maupun event edukasi tentang autisme, dapat diakses melalui:
· Website: www.pslcindonesia.com
· Email: pslcindonesia@gmail.com
· Narahubung: 0812-3069-7798
· Instagram: @pslc.indonesia
· TikTok: @pslc.indonesia
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















