Kota Batu, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu terus mempercepat langkah menuju predikat Zero Waste City. Dalam waktu dekat, Pemkot Batu menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk memodernisasi sistem serta infrastruktur pengelolaan sampah berstandar kelas dunia.
Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama Bank Dunia dalam skema Local Services Decarbonization Program (LSDP). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan bahwa peningkatan nilai usulan proyek dari Rp67 miliar menjadi Rp100 miliar merupakan arahan langsung dari tim ahli program.
Menurutnya, penyesuaian anggaran tersebut dilakukan agar seluruh infrastruktur pendukung dapat dibangun secara menyeluruh dan memberikan dampak berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Kami ingin program ini benar-benar tangguh dari hulu ke hilir. Penyesuaian anggaran ini dilakukan agar kapasitas infrastruktur, seperti mesin pengolah dan armada, mampu menjawab tantangan sampah di masa depan,” jelas Dian, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Hari Bumi Sedunia, Petani Kota Batu Mulai Gunakan Pupuk Cair Organik
Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu
Fokus utama proyek ini berada pada penguatan sektor hulu. Pemkot Batu berencana menambah armada dump truck serta meningkatkan fasilitas di tingkat sumber sampah.
Salah satu inovasi yang disiapkan ialah pengoperasian sistem Bio-Digester di Pasar Among Tani yang dirancang untuk mengolah sampah organik secara mandiri di lokasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir secara signifikan.
“Jika pengurangan di sumber sudah efektif, beban di hilir akan jauh lebih ringan,” tambah Dian.
Baca juga: Pemkot Batu Gandeng COOSAE Tuntaskan Pengelolaan Sampah di Kota Batu
TPA Tlekung Terapkan Landfill Mining
Selain penguatan di hulu, proyek modernisasi ini juga mencakup langkah besar di sektor hilir, khususnya di TPA Tlekung.
Pemkot Batu akan menerapkan metode landfill mining untuk mengolah kembali sekitar 135 ribu ton tumpukan sampah lama.
Targetnya, proyek ini dapat memulihkan lahan seluas dua hektare yang selama ini tertutup timbunan sampah.
Lahan Bekas Sampah Disiapkan Jadi Kawasan Produktif
Lahan yang berhasil dipulihkan nantinya tidak akan dibiarkan kosong. Pemerintah Kota Batu berencana mengalihfungsikan area tersebut menjadi kawasan perkebunan produktif bagi warga Desa Tlekung.
Menurut Dian, program modernisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari pemulihan ekosistem serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan dukungan penuh Bank Dunia dan keterlibatan sektor usaha, Kota Batu optimistis mampu memiliki sistem pengelolaan sampah yang mandiri serta menjadi pionir kota hijau di Indonesia.
Melalui investasi besar tersebut, Pemkot Batu berharap persoalan penumpukan sampah di masa lalu tidak kembali terulang, sekaligus menghadirkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















