Tugumalang.id – Toxic Relationship atau hubungan beracun merupakan sebuah hubungan dimana salah satu atau kedua belah pihak saling merugikan baik itu dalam hal pertemanan, keluarga, maupun pasangan. Kerugian yang dimaksud disini, bukan hanya soal kerugian fisik, tapi juga kerugian mental dan emosional.
Meski demikian, tidak sedikit dijumpai pasangan-pasangan muda yang mengalami kondisi ini dan memilih untuk diam, tidak melakukan tindakan.
Padahal, menurut Marissa dalam video On Marissa’s Mind: Toxic Relationship seseorang yang terjerat hubungan beracun akan terus menerus merasa tidak bahagia, penuh rasa sedih, marah, cemas, gugup, tidak nyaman dan pasrah. Terutama di dekat pasangan.
Baca Juga: Viral Mahasiswi Meninggal Usai Aborsi, Diduga Korban Toxic Relationship
Adanya tindakan pelecehan dan kekerasan menjadi salah satu tanda bahwa sebenarnya hubungan itu beracun. Namun jika bicara lebih dalam terkait kekerasan yang terjadi dalam sebuah hubungan, istilah toxic relationship menjadi kurang relevan.
Hal ini disebabkan adanya istilah baru yang merujuk langsung pada fenomena itu, yakni Abusive Relationship.
Apa itu Abusive Relationship?
Abusive relationship juga merupkan toxic relationship, namun perlu diingat tidak semua toxic relationship itu abusive. Toxic relationship bisa terjadi dua arah, sedangkan abusive relationship biasanya dilakukan oleh satu pihak yang lebih dominan.
Pihak ini memiliki keinginan besar untuk memegang kuasa dan mengontrol pasangannya bahkan jika harus dengan kekerasan.
Lalu apa ciri-ciri sebuah hubungan itu abusive? Simak 6 tanda hubungan abusive yang dibagikan langsung oleh seorang konselor dan edukator asal amerika, Dr. John Delony berikut.
1. Adanya Verbal Abuse
Verbal abuse merupakan kekerasan tidak langsung melalui perkataan yang cenderung merendahkan, menghina, memaki, bahkan berteriak. Menurut Dr. John bahkan mendiamkan atau mengabaikan pasangan bisa juga dikatakan sebagai verbal abuse namun dengan bentuk yang lebih subtil atau halus.
2. Ancaman
Ciri yang kedua yakni adanya ancaman. Ancaman disini tidak hanya ancaman berupa kekerasan secara langsung seperti memukul. Bentuk ancaman lain seperti menarik kasih sayang, tidak memberikan makanan , atau bahkan rasa aman juga bisa menjadi bentuk sikap abisive yang jarang diperhatikan.
3. Perilaku Tidak stabil
Ciri selanjutnya bisa dilihat dari perilaku pasangan yang tidak stabil. Ketidakstabilan yang dimaksud adalah ketidakstabilan emoni. Pasangan dengan perubahan emosi yang tidak terkendali seperti tiba-tiba marah, tiba-tiba baik, atau tiba-tiba dinginjuga bisa menjadi ciri yang tidak bisa diabaikan.
4. Kekerasan terhadap orang maupun hewan
Ciri paling utama dari abusive realtionship adalah adanya kekerasan. Orang yang memiliki kecenderungan abusive akan tega melukai orang lain maupun hewan.
Beberapa cara melukai yang sering ditemukan adalah memukul, menampar, hingga mendorong. Selain itu, bentuk kekerasan seksual seperti memaksa untuk melakukan aktivitas seksuall tanpa mempedulikan perasaan pasangan juga bisa menandakan seseorang itu abusive.
5. Financial abuse
Ciri abusive relationship juga bisa dilihat dari segi finansial. Jika masih ditahap pacaran, pasangan yang cenderung mengontrol uang pasangannya padahal ia tidak memiliki wewenang atas itu bisa dikatakan sebagai financial abusive.
Kemudian jika pasangan sudah menjadi suami istri, biasanya financial abusive ini bisa dilihat dari bagaimana salah satu yang lebih dominan atau mengontrol tidak mau terbuka atas setiap pengeluaran, bahkan hutang yang ia punya. Hal ini akan memberikan dampak besar bagi perekonomian rumah tangga nantinya.
6. Publik shaming dan harassment
Ciri-ciri yang terakhir ada publik shaming dan harrasment. Pasagan yang abusive tidak akan ragu untuk merendahkanmu bahkan di depan publik sekalipun.
Mereka merasa puas karena bisa menunjukkan betapa berkuasanya ia atas diri pasangannya. Lebih parahnya lagi mereka bahkan mampu melakukan pelecehan di muka publik tanpa tau malu.
Tidak ada salah nya untuk lebih berhati-hati saat memilih pasangan. Cobalah untuk mengamati perilaku nya agar tidak sampai terjerumus ke dalam perangkap abusive relationship.
Bagi korban abusive relationship, Dr. John menyarankan untuk mencari bantuan dari teman terdekat, keluarga dan mencoba mengkomunikasikan apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka.
Dan bagi yang merasa memiliki ciri-ciri sebagai pelaku, disarankan untuk berhenti dan menemui psikolog untuk mendapatkan bantuan profesional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A
























