Tugumalang.id – Di tengah popularitas kafe saat ini, memesan kopi sudah menjadi ritual harian. Namun, masih banyak perdebatan yang muncul di meja barista tnetang perbedaan Americano dan Long Black.
Di mata orang yang tidak terlalu mendalami kopi, keduanya hanyalah espresso yang diencerkan dengan air panas. Tapi bagi penikmat kopi sejati, mencampuradukkan keduanya adalah sebuah ‘dosa’ kecil dalam dunia perkopian.
Lalu Apa yang Membedakan Kedua Cara Penyajian Kopi ini?
1. Urutan Tuang
Perbedaan Americano dengan Long Black yang paling dasar terletak pada urutan penuangannya. Jika dianalogikan sebagai sebuah kanvas, urutan sapuan warna akan sangat menentukan hasil akhirnya.
Baca Juga: Desa Sejahtera Astra di NTT Ekspor 15 Ton Kopi ke Thailand
Pada Americano, barista akan menyiapkan satu atau dua shot espresso terlebih dahulu di dalam cangkir, baru kemudian menyiramnya dengan air panas atau dituangkan kedalam geas dengan es batu, baru ditunangkan air.
Proses ini akan memecah lapisan minyak kopi yang kita kenal sebagai crema. Hasilnya, hampilan kopi akan terlihat bersih dan hitam pekat.
Sebaliknya, Long Black dibuat dengan mengisi cangkir dengan air panas terlebih dahulu, baru kemudian espresso dituangkan di atasnya.
Karena espresso mendarat dengan lembut di atas air, lapisan crema tetap terjaga utuh di permukaan. Inilah yang membuat Long Black terlihat lebih estetik dengan buih emas kecokelatan yang menggoda.
2. Rasa dan Tekstur
Jika masih berfikir urutan penuangan hanya sekadar ritual estetik, maka itu tidak benar. Perbedaan urutan penuangan Americano dengan Long Black juga berdampak langsung pada rasa yang dihasilkan.
Karena lapisan Crema nya tetap utuh, Long Black cenderung memiliki rasa yang lebih pekat dan aroma yang lebih kuat. Setiap sesapan memberikan sensasi rasa espresso yang lebih tajam di awal.
Sementara itu, Americano menawarkan rasa yang lebih lembut, konsisten, dan clean dari awal hingga akhir karena minyak kopinya sudah terlarut rata dengan air.
3. Sejarah Singkat
Jika kita menilik sejarah, Americano lahir dari ketidaksukaan tentara Amerika di Italia saat Perang Dunia II terhadap espresso yang terlalu pekat. Sehingga mereka menambahkan air panas agar rasanya mirip dengan kopi filter di kampung halaman.
Baca Juga: Diskopindag Kota Malang Pastikan 2025 Nihil Pemeliharaan Pasar, Efisiensi Jadi Alasan Utama
Sedangkan Long Black adalah evolusi budaya kopi third wave di wilayah Pasifik Selatan yang mengedepankan tekstur dan intensitas rasa tanpa harus kehilangan volume cairan yang banyak.
Secara bahan baku, mereka bisa menggunakan jenis kopi apa saja. Namun secara karakter, mereka punya ciri khas masing-masing. Jika lebih suka kopi yang ringan dan mudah diminum sambil bekerja, Americano akan menjadi teman yang tepat.
Namun, jika ingin coba mencicipi dan menikmati kompleksitas rasa espresso dengan volume yang lebih banyak, Long Black menjadi jawabanya.
Sekarang, jangan lagi berdebat dengan barista, ya! Cukup pilih mana yang paling sesuai dengan selera masing-masing.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah (Magang)
Editor: Herlianto. A





























