Tugumalang.id – Dalam dunia kecantikan, foundation menjadi base make up dengan hasil tampilan yang rapi dan tahan. Namun, hasil akhir foundation ternyata tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, melainkan juga oleh alat yang digunakan untuk mengaplikasikannya.
Beauty blender, brush, dan puff merupakan tiga tools yang paling umum digunakan. Masing-masing memiliki fungsi, teknik, serta purpose make up look yang berbeda.
Lalu, manakah yang paling maksimal? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Beauty Blender
Beauty blender dikenal luas karena kemampuannya menghasilkan tampilan yang halus dan seamless. Biasanya digunakan dalam kondisi sedikit lembap, sehingga sponge perlu dibasahi sebelum digunakan.
Baca Juga: Tips Make Up Flawless yang Tahan Lama
Cara pengaplikasian yang tepat menggunakan tools ini ialah dengan cara ditap-tap. Tidak disarankan penggunaan dengan cara digeser karena produk akan sepenuhnya menempel pada sponge, bukan wajah
Hasil yang diberikan cenderung natural, dewy, dan tampak menyatu dengan kulit. Karena teksturnya yang empuk, beauty blender mampu mengurangi tampilan garis halus dan tekstur kulit sehingga cocok untuk riasan yang tidak terlalo bold.
Namun, tools ini memiliki daya serap yang cukup tinggi. Artinya, sebagian foundation dapat terserap ke dalam sponge sehingga penggunaan produk menjadi lebih boros. Selain itu, coverage yang dihasilkan biasanya memberikan look make up yang natural.
Beauty blender sangat direkomendasikan untuk foundation berbentuk liquid dan untuk pemilik kulit kering atau kombinasi yang menginginkan hasil glowing alami.
2. Foundation Brush
Berbeda dengan sponge, foundation brush cenderung memberikan coverage yang lebih tinggi. Brush tidak banyak menyerap produk sehingga pigmentasi foundation dapat lebih maksimal di kulit.
Hasil akhirnya terlihat lebih polished dan cocok untuk acara formal, pemotretan, atau full glam look. Penggunaan brush juga relatif lebih cepat untuk aplikasi seluruh wajah.
Baca Juga: 3 Tren Make Up yang Buat Tampil Beda Saat Lebaran
Meski begitu, teknik pengaplikasian masih menjadi kunci utama. Jika tidak diratakan dengan baik, brush bisa meninggalkan garis sapuan di permukaan kulit.
Karena itu, banyak makeup artist profesional menggunakan teknik kombinasi: foundation diaplikasikan dengan brush untuk mendapatkan coverage maksimal, lalu diratakan kembali dengan sponge agar hasilnya lebih halus.
Foundation brush cocok digunakan untuk liquid maupun cream foundation, terutama jika menginginkan medium to full coverage.
3. Puff
Puff biasanya banyak dicari oleh pengguna cushion atau cream foundation. Teksturnya padat dan digunakan dengan cara ditekan ke kulit. Alat ini memberikan hasil yang lebih matte, namun tidak terasa berat di muka.
Puff sangat efektif untuk touch-up karena bentuk dan ukurannya yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa kemana-man. Selain itu, Puff juga biasa digunakan dalam teknik baking bagi pemilik kulit berminyak.
Untuk foundation cair biasa, puff kurang cocok dibandingkan sponge atau brush. Namun, untuk cushion, crean foundation, dan bedak tabur, alat ini bisa memberikan hasil yang lebihoptimal.
Ketiga alat ini memiliki keunggulnan masing-masing. Jika menginginkan hasil natural dan menyatu dengan kulit, beauty blender menjadi pilihan aman. Untuk coverage tinggi dan tampilan lebih profesional, foundation brush lebih ideal. Sementara itu, puff unggul dalam kepraktisan dan hasil matte.
Tak jarang, kombinasi dua alat dapat menghasilkan tampilan yang lebih maksimal. Dengan memahami fungsi tools nya, pengguna dapat menyesuaikan teknik aplikasi foundation sesuai kebutuhan kulit dan gaya makeup yang diinginkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/magang
Editor: Herlianto. A
























