Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Hiburan

PCHC Rilis Trilogi Music Video, Perkuat Ekosistem Musik Underground Malang

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2026 5:05 pm
in Hiburan
Musik Underground Malang

Primitive Chimpanzee, band hardcore asal Malang rilis trilogi music video terbaru 2026. Foto: Dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Langkah Primitive Chimpanzee (PCHC) merilis trilogi music video (MV) dalam rentang waktu berdekatan tidak sekadar menjadi penanda produktivitas, tetapi juga strategi kebangkitan yang dirancang secara matang. Di balik rilis MV Flesh Ripper, Makadam, dan Metal Pret, tersusun sebuah cetak biru kolaborasi yang berpotensi menjadi model baru bagi keberlanjutan skena musik underground di Kota Malang.

Rilis Metal Pret pada Sabtu (7/2/2026) bukan menjadi titik akhir, melainkan bukti keberhasilan formula yang sebelumnya diujicobakan. Sebagai band yang berdiri sejak era 1990-an, PCHC menyadari bahwa sekadar bertahan dan tetap “eksis” tidak lagi cukup. Dibutuhkan pendekatan baru yang setara dengan energi kreatif yang terus mereka gaungkan.

READ ALSO

5 Game Cozy PC Terbaik untuk Healing dan Melepas Penat

5 Musisi Asal Malang yang Sukses di Industri Musik Nasional

Trilogi music video dari album Makadam yang dimulai dari Flesh Ripper, dilanjutkan Makadam, hingga ditutup Metal Pret, menjadi jawaban konkret atas kebutuhan tersebut.

Baca juga: Underground Musik Malang, Mengeksplor Skena Musik Indie yang Berkembang Pesat

“Yang kami lakukan ini lebih dari sekadar bikin video. Ini adalah upaya membangun ekosistem produksi yang mandiri di skena kita sendiri,” ujar Andra selaku penanggung jawab produksi MV PCHC.

Ekosistem Kolaborasi Berbasis Talenta Lokal

Momentum ini dipandang sebagai titik balik penting. PCHC melihat besarnya potensi talenta lokal Malang di berbagai bidang, mulai dari musik, perfilman, fotografi, artwork, hingga seni visual lainnya. Melalui kolaborasi lintas disiplin, PCHC membuktikan bahwa karya dengan kualitas tinggi dapat dihasilkan dengan memaksimalkan sumber daya lokal.

Strategi tersebut terwujud melalui kerja sama yang solid. PCHC berperan sebagai katalisator dengan menggandeng Dead Monkey Squad sebagai motor produksi. Kolaborasi juga diperluas dengan melibatkan musisi lain seperti Sahery Mulia (Anorma) dan Komeng (Serigala Malam) untuk memperkaya warna musik. Sementara itu, visi visual dipercayakan kepada sutradara Rizky “Boncel”.

Boncel mengaku terkejut dengan kecepatan dan keseriusan proses produksi.

“Biasanya satu bulan hanya untuk konsep satu MV. Ini justru tiga MV sekaligus. Tapi karena visinya jelas, semuanya bisa rampung dalam hitungan bulan. Ini soal komitmen dan chemistry tim,” ungkapnya.

Redefinisi Band Veteran dan Profesionalisme Komunitas

Keberhasilan formula ini menghadirkan sejumlah pelajaran penting. Pertama, regenerasi melalui kolaborasi. Dengan melibatkan elemen lintas generasi, termasuk musisi tamu yang lebih muda, PCHC tidak hanya menjaga relevansi, tetapi juga membangun jembatan antargenerasi di dalam komunitas.

Kedua, profesionalisme dalam skena independen. Proyek ini menunjukkan bahwa semangat independen dapat berjalan seiring dengan prinsip profesional dan konsistensi, tanpa kehilangan ruh komunitas. Dukungan sponsor serta keterlibatan puluhan orang dalam produksi menjadi bukti bahwa ekosistem musik underground Malang masih hidup dan siap menopang karya-karya ambisius.

Terakhir, PCHC mendefinisikan ulang makna band veteran. Menjadi band lawas bukan sekadar soal melestarikan sound dan gaya lama, melainkan tentang terus berinovasi, membuka ruang, serta membagikan platform seluas-luasnya bagi pelaku skena lainnya.

“Kami sudah melewati fase bertahan hidup. Sekarang waktunya mendorong maju, bukan hanya untuk kami, tapi untuk semuanya,” pungkas Agus Moron, gitaris PCHC.

Dengan demikian, setiap view dan like pada MV Primitive Chimpanzee tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya musik, tetapi juga pengakuan atas keberhasilan sebuah model kolaborasi. Sebuah cetak biru yang berpotensi memicu gelombang baru kebangkitan musik bawah tanah di Kota Malang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: band hardcore malangmalangmusik underground malangPCHCPrimitive Chimpanzee Hardcorerilis mv pchcUndergrond Malang

Related Posts

game cozy PC
Hiburan

5 Game Cozy PC Terbaik untuk Healing dan Melepas Penat

Kamis, 14 Mei 2026
Musisi Asal Malang
Hiburan

5 Musisi Asal Malang yang Sukses di Industri Musik Nasional

Kamis, 14 Mei 2026
Pop angker horor urban
Hiburan

Pop Angker Hadir di Malang, Pameran Art Toys Horor Urban Siap Guncang Kota

Selasa, 28 Apr 2026
Film pemenang oscar
Hiburan

Film-Film Pemenang Best Picture di Oscar dalam Satu Dekade Terakhir

Senin, 16 Mar 2026
film horor korea
Hiburan

8 Film Horor Korea yang Ceritanya Bikin Merinding dan Sulit Dilupakan

Kamis, 12 Mar 2026
Film Netflix
Entertainment

6 Film Netflix Bertema Anak Sekolahan yang Romantis dan Bikin Baper

Selasa, 10 Mar 2026
Next Post
PCHC Rilis Trilogi Music Video, Perkuat Ekosistem Musik Underground Malang

Sinergi Unikama dan Kwarcab Kabupaten Malang, Wujudkan Pembina Pramuka Berkarakter

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.