Kota Batu, Tugumalang.id – Polres Batu menyiapkan strategi ganda dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas yang kerap terjadi selama musim libur panjang di Kota Batu.
Kepadatan arus lalu lintas di Kota Batu menjadi hal yang sulit dihindari, mengingat wilayah ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang selalu menjadi tujuan utama masyarakat untuk menghabiskan masa liburan.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan sejak dini dengan pemetaan menyeluruh. Persiapan tersebut meliputi identifikasi titik rawan kemacetan, trouble spot, hingga potensi kepadatan di restoran, hotel, dan kawasan wisata.
Menurut Andi, pola pengamanan tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penanganan difokuskan pada dua aspek utama, yakni kelancaran arus lalu lintas wisata serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Baca juga: Polres Batu Petakan 7 Titik Rawan Kemacetan Selama Nataru 2026
“Fokus kami bukan hanya pada kemacetan, tetapi juga keamanan jalur akses menuju destinasi wisata yang masuk dalam peta rawan bencana,” tegas Andi, Minggu (21/12/2025).
Sebagai langkah konkret, Polres Batu menggandeng BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah titik krusial. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama berada di kawasan Pujon hingga jalur penghubung menuju Pacet, Mojokerto. Di lokasi tersebut, Polres Batu menyiagakan pos khusus yang dilengkapi alat berat.
Langkah ini bertujuan mempercepat penanganan apabila terjadi bencana seperti tanah longsor atau banjir yang berpotensi memutus akses jalan. Selain kesiapsiagaan personel, pengamanan juga diperkuat melalui pemanfaatan data cuaca.
Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan di Kota Batu diperkirakan meningkat pada siang hingga sore hari. Pembaruan informasi cuaca akan diberikan secara berkala setiap 10 menit.
Sementara itu, untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, petugas pemantau di lapangan akan berkoordinasi dengan tim di pos pengamanan guna melakukan penanganan cepat.
Baca juga: Polres Batu Siapkan Skema Rekayasa Lalin hingga Pengamanan Jelang Nataru 2026
Andi menyebut pola penanganan tersebut sebagai rekayasa lalu lintas sederhana. Bentuknya antara lain pemasangan water barrier untuk mencegah crossing, converging, maupun diverging di persimpangan jalan.
“Selain itu, petugas juga akan diterjunkan langsung ke titik kepadatan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas, sehingga tundaan bisa segera terurai,” sambungnya.
Pola rekayasa lalu lintas sederhana ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah titik rawan kemacetan saat libur Nataru. Di antaranya simpang tiga TMP, jalur dari Jalan Abdul Gani menuju Jalan Suropati, hingga akses menuju Exit Singosari atau Jalan Trunojoyo.
Selain manajemen lalu lintas di dalam kota, Polres Batu Polda Jatim juga bersinergi dengan Polresta Malang Kota dan Polres Malang untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama libur Nataru.
“Masing-masing wilayah memiliki peran penting dalam membantu mengurai kemacetan,” ungkap Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa terdapat dua skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan apabila volume kendaraan meningkat signifikan saat puncak arus libur. Dua skema tersebut yakni sistem pasang surut dan sistem satu arah atau one way.
Sistem pasang surut diterapkan dengan pola dua jalur naik dan satu jalur turun. Dari empat jalur yang sebelumnya terdiri dari dua jalur menuju Kota Batu dan dua jalur keluar, akan diubah menjadi tiga jalur naik dan satu jalur turun.
“Sistem ini diterapkan mulai simpang tiga Pendem hingga simpang tiga Jalan Dewi Sartika,” ujar Andi.
Sementara itu, apabila sistem one way diberlakukan, kendaraan dari arah Malang maupun Surabaya yang melintas di Pertigaan Pendem akan diarahkan melalui Jalan Ir Soekarno.
Sebagai informasi, Pertigaan Pendem merupakan titik pertemuan arus wisatawan dari arah Surabaya menuju Kota Batu serta dari Kota Malang menuju Kota Batu dan sebaliknya.
Saat sistem satu arah diberlakukan, kendaraan dari Kota Batu menuju Jalan Ir Soekarno akan dialihkan melalui jalur alternatif. Pengendara tujuan Surabaya diarahkan melalui Jalan Wukir di samping Batos, sedangkan kendaraan menuju Kota Malang dapat melalui Jalan Oro-Oro Ombo.
Dua skema rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan secara situasional, bergantung pada tingkat kepadatan arus lalu lintas selama libur Nataru.
“Ada sejumlah indikator yang menjadi dasar apakah rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan atau tidak,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Uiul Azmy
redaktur: jatmiko
























