Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Penyintas HIV Hages Budiman Bongkar Mitos, Stigma, dan Fakta Penularan

Redaksi by Redaksi
Desember 8, 2025 6:21 am
in Insight
Penyintas HIV

Hages Budiman, Penyintas HIV. foto/screenshoot channel youtuhe kumparan.com

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jakarta, Tugumalang.id — “Emang benar kamu kena HIV? Kok kamu baik-baik saja sih? Kok enggak kurus? Kok enggak kering kerontang? Atau hidup kita sampai berapa tahun lagi ya? HIV bisa disembuhkan dengan mengonsumsi tokek?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering didengar oleh Hages Budiman, seorang survivor HIV yang kini berani berbagi pengalamannya di depan publik. Dalam wawancaranya dengan Portal berita online Kumparan.com yang tayang di channel youtube kumparan, 2 Desember 2025 lalu.

READ ALSO

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Tanya HIV apa saja
foto/screenshoot channel youtube: kumparan.com

Perbedaan HIV dan AIDS

Di awal perkenalannya Hages langsung memperkenalkan dirinya dengan sapaan akrab dan penuh percaya diri. “Hai, saya Hages Budiman. Saya adalah survivor HIV. Tanya saya apa saja.”

Lebih jauh Hages menjelaskan bahwa masyarakat sering salah memahami HIV dan AIDS.

Menurutnya, HIV adalah virus yang menyerang sel kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS merupakan kondisi seseorang yang sudah terinfeksi HIV, tetapi tidak diobati hingga akhirnya muncul berbagai penyakit penyerta atau infeksi oportunistik.

“Karena sel kekebalan tubuh kita sudah habis digerogoti virus, penyakit-penyakit di luar sana itu gampang banget masuk ke dalam tubuh kita karena tidak ada perlawanan, tidak ada perlindungan,” ujarnya.

Baca juga: Lingga Indonesia Dorong Penghapusan Diskriminasi Terhadap Komunitas HIV/AIDS di Kota Malang

Cerita Terinfeksi dari Suami

Hages kemudian mengungkapkan pertama kali ia mengetahui dirinya terinfeksi HIV, dari almarhum suaminya.

“Dulu itu ketahuan aku HIV-nya justru pas di saat suami aku sakit dan aku baru melahirkan anak,” katanya.

Pada saat itu, anaknya baru berusia 40 hari. Dalam dua minggu, kondisi suaminya memburuk. Ia mengalami wasting syndrome, yaitu tubuh tiba-tiba menjadi sangat kurus dan kehilangan berat badan normal.

“Semua hasil darahnya positif. DBD, tipes, hepatitis, toksoplasma, semuanya positif,” tuturnya.

Anaknya juga sempat sakit dan ikut diperiksa. “Ternyata HIV-nya positif,” ujarnya mengenang masa itu.

Ketakutan Terbesar adalah Anak

Hages mengaku saat itu dirinya benar-benar hancur. Namun ia tidak memikirkan dirinya sendiri.

“Yang aku pikirin pada saat itu justru bagaimana dengan anak aku. Dunia aku runtuh banget saat dulu anak aku sempat terdeteksi itu,” ucapnya.

Namun berkat rekomendasi dokter, anaknya kembali diperiksa saat berusia dua tahun.

“Alhamdulillah anak saya negatif, dan di situlah kekuatan saya baru muncul lagi,” katanya lega.

Ia berkata, sang anak yang membuatnya kembali berdiri. “Apapun kamu, siapapun kamu, apapun status kamu, tetap anak mama,” begitu ungkapan penuh haru yang menggambarkan dukungan sang buah hati.

Hidup Sehat dengan ARV

Hages menegaskan bahwa orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat dan normal selama menjalani terapi antiretroviral (ARV).

“Sama seperti manusia non-HIV, selama kita terapi obat ARV, kita enggak akan ngerasain apa-apa,” jelasnya.

Baca juga: Inilah Penyebab HIV/AIDS Masih Tinggi di Indonesia, Dibanding Negara ASEAN

Ia menambahkan, hingga saat ini obat HIV hanya satu, yaitu ARV, di seluruh dunia.

Ia lebih suka menyebutnya obat yang diminum setiap hari, bukan seumur hidup, agar terasa lebih ringan.

Tentang kesembuhan total, ia menyampaikan secara jujur. “Belum bisa. HIV belum bisa sembuh total hilang dari dalam tubuh. Belum bisa.”

Mitos Tak Masuk Akal: Tokek Menyembuhkan HIV

HIV dan Tokek
Mitos: Apakah HIV bisa disembuhkan dengan Tokek. foto/screenshoot youtube:kumparan.com

Ada satu mitos yang menurutnya paling membuatnya geleng kepala.

“Mitos yang paling bikin gua geleng-geleng adalah HIV bisa disembuhkan dengan mengonsumsi tokek,” ucapnya sambil tertawa.

Selama awal terinfeksi, banyak yang menyarankan dirinya makan tokek atau minum buah merah dari Papua.

“Buah merah dari Papua memang bagus untuk menaikkan sistem imun, tapi kalau untuk membunuh virusnya? Enggak. Menyembuhkan kita dari HIV? Itu mitos. Fix,” tegasnya.

Perempuan dengan HIV Tetap Bisa Melahirkan

Hages juga meluruskan anggapan bahwa perempuan dengan HIV tidak bisa memiliki anak.

“Boleh melahirkan secara normal, boleh memberikan ASI eksklusif, boleh juga hamil. Semuanya boleh,” ujarnya.

Namun, syaratnya jelas: terapi ARV harus dijalankan sejak mulai program kehamilan. Ia menegaskan bahwa HIV bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit yang ditularkan.

“Penularan hanya melalui tiga proses: kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Jika tidak diintervensi dengan terapi ARV atau program PPIA,” ucapnya.

Stigma yang Dialami Penyintas HIV

Stigma berat membuatnya hidup seperti terasing selama bertahun-tahun.

“Dari tahun 2006 aku sangat menutup diri. Rasanya seperti hidup di dunia orang mati. Enggak pengin ketemu orang dan jangan sampai orang tahu status kesehatan aku,” kenangnya.

Ia sempat mendapatkan perlakuan diskriminatif. Teman masa kecilnya pun ikut menjauh.

“Kalau mau main ke Karawaci, suruh telepon dulu. Kalau aku datang, mereka pada pergi,” demikian cerita pahit yang masih ia ingat.

Cara HIV Menular, Bukan dari Sentuhan

Hages menekankan bahwa orang dengan HIV tidak perlu dijauhi.

“Emang mau ngapain? Karena HIV hanya bisa ditularkan melalui perilaku berisiko seperti hubungan seksual tanpa pengaman dan jarum suntik tidak steril,” jelasnya.

Sedangkan aktivitas sosial tidak berisiko.

“Makan bareng, tidur bareng, berenang bareng, itu enggak akan bisa menularkan HIV,” ujarnya.

Ajakan Edukasi untuk Masyarakat

Dalam sesi edukasi, ia juga menunjukkan berbagai contoh kontak fisik yang aman sambil mengatakan, “Aman. Aman banget. Asal jangan pakai nafsu ya.”

Sebelum menutup, Hages memberi pesan kuat untuk masyarakat:

“Kalian mainnya kurang jauh. Yuk belajar lagi dan tambah edukasinya tentang HIV. Cari tahu fakta tentang HIV itu sendiri. Terima kasih.”

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

Tags: AIDSARVedukasi HIVfakta penularan HIVHagus BudimanHIVkesehatanmitos HIVpenyintas HIVstigma HIV

Related Posts

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!
Insight

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Kamis, 27 Agu 2026
Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Insight

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026
Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik
Insight

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Sabtu, 22 Agu 2026
Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye
Insight

Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye

Selasa, 18 Agu 2026
Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!
Insight

Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!

Sabtu, 15 Agu 2026
Coach Dr Fahmi - Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Insight

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Minggu, 9 Agu 2026
Next Post
Prediksi susunan pemain laga Timnas Indonesia vs Filipina di ajang SEA Games 2025 pada hari Senin (8/12/2025). /Foto: Instagram @timnasindonesia.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-22 vs Filipina SEA Games 2025: Ujian Perdana Garuda Muda

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.