MALANG, Tugumalang.id – Prestasi membanggakan kembali diukir Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang berhasil menyabet gelar juara di tingkat nasional dalam ajang Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KGBI) XVI 2025 pada 27 November 2025 lalu.
Tim Teknik Sipil Polinema yang diketuai Akral Baswara berhasil meraih juara dengan desain dan konstruksi bangunan tahan gempa. Tim ini mendapat didampingi oleh Sonnia Syafira, S.T, M.T selaku dosen pembimbing.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa Polinema tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu mencetak inovasi rekayasa sipil yang relevan dengan tantangan ketahanan bencana di Indonesia, khususnya gempa bumi.
Baca juga: Mahasiswa Polinema Sukses Kembangkan Sistem Monitoring IoT di PT Rapidplast Indonesia
Ketua Jurusan Teknik Sipil Polinema, Mohammad Zenurianto, Dipl. Ing.HTL, M.Sc mengapresiasi dan merasa bangga atas prestasi yang diukir oleh tim mahasiswa.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing, serta bukti bahwa kurikulum Polinema mampu menghasilkan engineer siap pakai, peka terhadap isu keselamatan dan mitigasi bencana,” ujarnya.
Tema dari KGBI XVI 2025 adalah Bangunan Gedung Cepat Bangun, Kokoh, Awet, dan Tahan Gempa: Pilar Infrastruktur untuk Asta Cita. Kompetisi ini memiliki dua klasifikasi yakni klasifikasi model bangunan gedung 10 lantai dengan struktur baja dan klasifikasi model bangunan gedung 10 lantai dengan struktur beton pracetak.
Tim Polinema membangun sebuah replika gedung konstruksi beton pracetak berlantai banyak dengan skala 1:30, dengan detail struktur seperti kolom, balok, tulangan besi, sambungan struktur yang dibuat sedetail struktur nyata.
Pada fase uji gempa, replika tersebut mampu bertahan hingga frekuensi getaran 3,4 Hz, satu-satunya dari seluruh peserta yang mencapai hasil tersebut dan menjadikan tim Polinema unggul dalam aspek ketahanan seismik.
Baca juga: Kolaborasi Pemkot Batu x Polinema Sukseskan Program 1.000 Sarjana hingga Pariwisata
Zenurianto menambahkan bahwa pentingnya pengembangan riset dan praktik struktur tahan gempa di Indonesia, khususnya karena banyak wilayah Indonesia berada dalam zona rawan gempa.
“Polinema akan terus mendorong inovasi mahasiswa dan implementasi desain tahan gempa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kampus,” terang Zenurianto.
Prestasi ini memperkuat posisi Polinema sebagai institusi vokasi terdepan dalam bidang teknik sipil dan konstruksi, dengan daya saing nasional.
Dengan desain tahan gempa yang sudah teruji, karya ini bisa menjadi acuan untuk pembangunan nyata di Indonesia, khususnya di wilayah rawan bencana.
Polinema berkomitmen akan terus mendukung mahasiswa dalam penelitian dan inovasi struktural serta membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, industri konstruksi dan komunitas rekayasa sipil.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























