Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya menghadirkan pengabdian yang berdampak nyata dengan menempatkan isu lingkungan dan pengembangan Eco-Pesantren sebagai agenda utama dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).
Arahan strategis tersebut disampaikan Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M. Si., dalam kegiatan Pembekalan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKM yang berlangsung pada 21-22 November 2021 di Gedung Microteaching FITK UIN Maliki Malang.
Mengusung tema “Pengorganisasian Potensi Masyarakat untuk Kesejahteraan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum peluncuran spirit baru pengabdian kampus yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca juga: Tutup ToT Moderasi Beragama, Rektor UIN Malang Tekankan Kepedulian Lingkungan
Penguatan Ekoteologi dan Gerakan Eco-Pesantren
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi Nurdiana menekankan pentingnya isu lingkungan yang ia sebut sebagai Ekoteologi. Ia menilai terdapat tantangan serius yang harus diantisipasi, seperti ancaman mikroplastik bagi generasi mendatang serta urgensi dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).
“Isu lingkungan (Eco-Teologi) harus mengembangkan insersi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan dikembangkan oleh disiplin sains, sosial, dan keislaman,” tegas Rektor.
Ia menyoroti bahwa titik tekan pengabdian perlu diarahkan ke wilayah pesantren. Pesantren diposisikan sebagai entitas strategis yang didorong untuk bertransformasi dalam menjaga kualitas lintas isu, termasuk persoalan lingkungan dan psikososial.
Pengelolaan gerakan Eco-Teologi Pesantren dinilai krusial dengan sejumlah tahapan yang harus dijalankan secara sistematis, mulai dari:
Need assessment atau kajian kebutuhan.
Proses penyadaran kolektif warga pesantren.
Partisipasi aktif dalam pengelolaan isu lingkungan.
Dalam konteks ini, UIN Maliki dipandang harus tampil sebagai promotor optimisme yang mampu menggerakkan perubahan sekaligus menjadi penggerak kesadaran ekologis berbasis nilai keislaman.
Baca juga: Rektor UIN Malang Dukung Kemudahan Transportasi Publik untuk Perkuat Mobilitas Malang Raya
KKM Bergerak Berdampak dan Kolaboratif
Sebelumnya, Ketua LP2M UIN Maliki, Dr. H. Isoqunnajah, M. Ag., menegaskan bahwa KKM harus dimaknai sebagai wahana “Bergerak Berdampak”. Ia menekankan pentingnya pergeseran fokus DPL dari sekadar aspek administratif menuju gerakan kolaboratif berbasis riset.
“DPL didorong untuk melakukan pengabdian dan penelitian mandiri, dengan mahasiswa berperan sebagai surveyor. Distribusi pengabdian harus mengikuti varians keunggulan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peran sebagai DPL merupakan bagian dari legacy kampus yang harus dijaga kredibilitas dan kualitasnya, sejalan dengan citra institusi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Fokus pada Talenta Mahasiswa
Sejalan dengan arah LP2M, Prof. Ilfi Nurdiana kembali menegaskan bahwa DPL perlu memahami sudut pandang dan talenta mahasiswa sebagai aset utama. Kebijakan KKM harus mampu mengakomodasi cita-cita presiden, program prioritas Kementerian Agama, serta visi UIN Maliki Malang dengan orientasi keberdampakan yang nyata.
Dengan arah kebijakan baru ini, KKM UIN Maliki diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam merespons isu lingkungan dan sosial, sekaligus menjadi wujud implementasi integrasi keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: RIlis UIN Maliki Malang
redaktur: jatmiko





























