Tugumalang.id – Suasana hangat terasa di Ruang Rapat Masjid Jami’ Kota Malang pada Sabtu, 6 September 2025. Para guru TPQ dan TK dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan berkumpul untuk belajar bersama dalam kegiatan bertajuk “TPQ Ramah Anak, Guru Peduli Anak Terlindungi.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari program UIN Mengabdi Qoryah Thoyyibah 2025, hasil kolaborasi antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atau UIN Malang dengan Korps Mubalighoh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang.
Tujuannya sederhana namun bermakna: membekali para guru TPQ dengan pengetahuan dan keterampilan mencegah perundungan serta mewujudkan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak.
Baca Juga: UIN Malang Malang Nobatkan Nasaruddin Umar sebagai Bapak Ekoteologi

Acara dibuka oleh Dr. Hj. Umi Machmudah, M.Pd, ketua tim pengabdian sekaligus pemateri pertama yang menyampaikan pentingnya membangun TPQ ramah anak.
“Guru TPQ adalah teladan pertama bagi anak di luar rumah. Karena itu, guru perlu memahami cara mendidik dengan kasih, bukan dengan kekerasan,” ujarnya.
Berbagai materi menarik disampaikan sepanjang hari, antara lain:
• Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Pd – Hak-hak Anak dan Disiplin Positif di TPQ,
• Dr. Mualiffah – Pembelajaran Sosial dan Emosional (Social Emotional Learning),
• Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang – Self-Compassion untuk Guru dan Anak,
• Dra. Syahrotsa Rahmania – Strategi Penguatan Guru dan Pengurus TPQ,
• Dessy Putri Wahyuningtyas, M.Pd – Penyusunan Action Plan untuk keberlanjutan kegiatan.
Baca Juga: Stadium Generale Psikologi UIN Malang: Menata Jiwa Merajut Harapan
Dalam sesinya, Aprilia Mega Rosdiana menekankan pentingnya self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri bagi para pendidik.
Menurutnya, guru yang mampu memahami dan menerima dirinya dengan baik akan lebih sabar, tenang, dan empatik dalam mendampingi anak-anak.
“Guru yang berbelas kasih pada dirinya akan lebih mudah menebarkan ketenangan dan kasih kepada muridnya. Dari guru yang tenang dan penuh empati, tumbuhlah anak-anak yang bahagia,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menandai langkah nyata sinergi antara kampus dan masyarakat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), para guru tak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat langsung dalam merancang solusi dan aksi nyata untuk menjadikan TPQ sebagai ruang aman dan penuh kasih bagi anak-anak.
Salah satu peserta, Ninik Handayani, S.Pd , menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan ini.
“Materinya sangat membuka wawasan kami. Saya jadi lebih paham cara mengelola kelas tanpa marah, bagaimana memahami emosi anak, dan bagaimana menjaga hati agar tetap sabar dan lembut. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh guru-guru TPQ,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, para peserta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di TPQ masing-masing.
Semangat kolaboratif antara UIN Malang, DMI Kota Malang, dan para pendidik diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan Islam yang ramah anak, inklusif, dan berkeadilan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UIN Malang
Editor: Herlianto. A





























