MALANG, Tugumalang – Sanggar Dongeng Kepompong sukses menggelar Festival Literasi Renjana Amerta Carita yang bertujuan menghidupkan kembali budaya mendongeng di tengah masyarakat. Selama tiga hari, mulai Jumat (12/9/2025) hingga Minggu (14/9/2025), sebanyak 10 pendongeng menghibur ribuan anak di kawasan Malang Selatan.
Kak Seto Turut Meriahkan Festival Literasi

Festival yang digelar di kawasan wisata Sumber Sira, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini dibuka dengan kehadiran psikolog anak ternama Seto Mulyadi atau Kak Seto. Di hari pertama, Kak Seto tampil membawakan dongeng yang memikat sekaligus memberi inspirasi bagi anak-anak.
Selain Kak Seto, sejumlah pendongeng nasional turut hadir, di antaranya Heru Prakoso (Kak Heru), Yusron Muchsin (Kak Ucon), dan Iman Surahman. Pendongeng dari Sanggar Dongeng Kepompong sendiri juga ikut mengisi acara dengan berbagai kisah edukatif.
Anak-Anak Ikut Tampil Mendongeng
Tak hanya menjadi penonton, beberapa siswa SD mendapat kesempatan tampil di panggung mendongeng langsung di hadapan Kak Seto. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak bisa berperan aktif dalam melestarikan tradisi bercerita.
“Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak anak-anak yang mau belajar dongeng,” kata Ketua Sanggar Dongeng Kepompong, Yudi Agus Priyanto.
Baca juga: Festival Literasi: Pesta Buku 2024, Wujudkan Semangat Literasi di MTsN 2 Kota Kediri Bersama Togamas dan Intrans Publishing
Dihadiri 2.000 Anak dan Orang Tua
Festival literasi ini berhasil menarik sekitar 2.000 anak beserta orang tua dari 80 lembaga pendidikan, mulai PAUD, TK, hingga SD di wilayah Gondanglegi dan Turen.
“Melalui festival ini, kami ingin menguatkan literasi anak-anak sekaligus membudayakan kembali kegiatan bercerita di masyarakat yang mulai hilang,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, Sanggar Dongeng Kepompong memang berkomitmen membudayakan kembali kegiatan mendongeng di masyarakat. Di samping itu, mereka juga berkomitmen melestarikan permainan tradisional yang kini jarang dimainkan anak-anak.
Di Festival Literasi Renjana Amerta Carita, anak-anak bisa mengikuti lomba permainan tradisional seperti egrang, engklek, tarik tambang, dakonan, balap karung, dan sebagainya. Mereka yang berhasil memenangkan lomba berhak mendapatkan piala dan sertifikat.
Baca juga: Festival Sekarbanjar Lesbumi NU Kota Malang, Tampilkan Spirit Pelestarian Budaya dan Gotong Royong
“Anak-anak sudah mulai lupa dengan permainan tradisional, bahkan tidak bisa memainkan. Ini sebenarnya cukup memprihatinkan, padahal permainannya tidak mahal,” terang Yudi.
Selain kegiatan mendongeng dan lomba permainan tradisional, festival ini juga menghadirkan dua perpustakaan keliling. Berbagai buku serta komik bisa dipinjam gratis bagi pengunjung Sumber Sira selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























