Malang, Tugumalang.id – Komisi Pembinaan Anak dan Remaja (KPAR) bersama Kaum GKJW Kepanjen menggelar program Live in di Pesantren Rakyat Al-Amin, Kabupaten Malang, Minggu (7/9/2025). Kegiatan ini bertujuan mempererat kerukunan antarumat beragama melalui interaksi langsung antara pemuda gereja dan santri.
Acara berlangsung hangat dan tertib, dihadiri pengurus GKJW, kepala lembaga, dewan guru, hingga santri Pesantren Rakyat Al-Amin.

Pertunjukan Seni Lintas Komunitas
Kegiatan dibuka dengan penampilan karawitan Jagong Maton Pesantren Rakyat. Disusul pertunjukan musik kolosal dan tari dari KPAR GKJW Kepanjen. Tidak ketinggalan, santri Pesantren Rakyat Al-Amin turut menunjukkan kebolehannya lewat seni pencak silat Pagar Nusa.
Rangkaian seni ini menjadi simbol keberagaman dan kreativitas yang bisa mempertemukan lintas komunitas dalam satu panggung.
Tausiah Bersama Kiai dan Pendeta
Setelah shalat zuhur berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausiah lintas iman. Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., bersama Pdt. Widi Kurnianto, S.Si., hadir memberikan pesan toleransi dan perdamaian.
KH. Abdullah SAM menekankan pentingnya menjaga “tujuh ukhuwah” sebagai fondasi harmoni sosial: ukhuwah nafsiyah, zaujiyah, ushriyah, islamiyah, wathaniyah, basyariyah, dan kholqiyah.
“Perjumpaan lintas iman seperti Live in ini masih jarang dilakukan, padahal penting untuk saling menghormati antarumat. Etika menjadi mayoritas adalah melindungi minoritas, agar di tempat lain saudara kita juga bisa hidup aman,” ujarnya.
Baca juga: Tokoh Lintas Agama Khidmat Ikuti Haul Gus Dur ke-15 di Pesantren Rakyat Al-Amin Sumber Pucung
Ia mencontohkan peran Banser NU yang menjaga gereja saat Natal, bukan sekadar melindungi umat Nasrani, tetapi menjaga kerukunan bangsa.
Sementara itu, Pdt. Widi membuka tausiahnya dengan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” sebagai simbol persatuan Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa.
“Semoga kegiatan Live in ini membuat kita saling memahami, tumbuh rasa menyayangi, dan terus menjaga perdamaian,” pesannya.
Lomba Kreatif Tanpa Sekat

Selain tausiah, panitia juga menggelar lomba kreatif yang memadukan santri dan pemuda gereja dalam satu tim. Beragam permainan seperti kereta balon, estafet sarung, lomba karet, hingga tepung, sukses mencairkan suasana.
Melalui kolaborasi sederhana, sekat identitas antar peserta hilang. Sorak dukungan dan tawa riang mewarnai jalannya lomba hingga penentuan pemenang.
Baca juga: Usai Sertijab, Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Kunjungi Pesantren Rakyat
Pengalaman Langsung Kehidupan Pesantren
Kegiatan Live in tidak hanya berhenti pada seni dan permainan, tetapi juga mengajak peserta mengalami kehidupan pesantren secara utuh. Mulai dari belajar, mengaji, beribadah, hingga interaksi sosial sehari-hari.
Tujuan utama program ini adalah membangun kerukunan antarumat beragama, memahami kehidupan pesantren dari dekat, serta menumbuhkan solidaritas lintas iman melalui pengalaman nyata.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Pesantren Rakyat Al-Amin
redaktur: jatmiko
























