Tugumalang.id – DPRD Kota Malang mendorong Pemerintah Kota Malang untuk bisa menjadikan seluruh pasar yang ada di Kota Malang berstandar SNI. Hal ini dinilai dapat meningkatkan kunjungan pasar sekaligus menggeliatkan roda perekonomian.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi memandang bahwa sejumlah pasar di Kota Malang mulai sepi pengunjung. Hal ini menurutnya bisa mempengaruhi perekonomian para pedagang.
Terlebih, pedagang pasar saat ini juga tengah dihadapkan dengan persaingan pasar digital.
Baca Juga: Pedagang Jualan di Tepi Jalan, DPRD Kota Malang Minta Pemkot Tata Pasar Kebalen
Untuk itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Malang menata seluruh pasar agar lebih diminati masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan standar SNI.
“Fasilitas yang ada di dalam pasar harus benahi dengan berstandar SNI. Seperti Pasar Oro Oro Dowo dan Klojen kan sudah ber-SNI. Nah yang lain juga perlu didorong,” ucapnya, Sabtu (6/9/2025).
“Dalam kondisi faktual, pasar pasar kan mulai sepi. Kenapa pasar yang sepi tidak dijadikan seperti Pasar Oro Oro Dowo dan Klojen biar ramai semua,” sambungnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong pemerintah untuk menggencarkan edukasi kepada para pedagang agar lebih tangguh dan bahkan tak kalah saing dengan pasar digital.
Baca Juga: Deretan Musisi Mundur dari Pestapora 2025: Kontroversi Sponsor jadi Pemicu Utama
“Jadi jangan mengandalkan konvensional, tetapi juga gunakan teknologi,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa anggaran APBD Kota Malang untuk perawatan pasar cukup kecil.
Namun, tentu peluang kerja sama dengan investor perlu dipertimbangkan pemerintah untuk membangkitkan geliat perekonomian pasar yang mulai sepi pengunjung.
“Ini yang perlu kepekaan dari pemerintah. Jangan hanya terpaku pada anggaran, kan bisa kerjasama dengan pihak ketiga atau perguruan tinggi. Sebenarnya bisa itu untuk meramaikan pasar pasar rakyat,” tandasnya.
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























