JAKARTA, Tugumalang.id – Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 31 Agustus 2025 menggelar rapat kabinet yang tidak biasa di Istana Negara. Rapat Kabinet tersebut sebagai respons atas gelombang aksi massa yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Rapat diselenggarakan di tengah situasi politik dan sosial yang meningkat, menyusul demonstrasi yang bermula memprotes tunjangan DPR RI.
Gejolak massa semakin memuncak setelah insiden tragis yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob Polisi.
Baca Juga: Akan Diresmikan Prabowo Subianto, Ini 5 Fakta SMA Taruna Nusantara Malang
Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo menunjukkan sikap tegas dan penuh perhatian untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan demi stabilitas nasional dan keselamatan rakyat Indonesia.
Poin Penting yang Disampaikan Presiden Prabowo Subianto
· Rapat Kabinet Luar Biasa: Presiden Prabowo menggelar rapat kabinet di luar jadwal kerja biasa sebagai respons langsung terhadap situasi demonstrasi yang memanas sejak 25 Agustus 2025.
· Panggil Petinggi Partai Politik dan Menteri: Sebelum rapat kabinet, Prabowo memanggil para ketua umum partai politik dan sejumlah menteri untuk mendiskusikan perkembangan terkini.
Baca Juga: 2 Narapidana di Lapas Malang Dapat Amnesti dari Presiden Prabowo
· Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Presiden memerintahkan aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap aksi anarkis, perusakan fasilitas umum, dan pelanggaran hukum lainnya. Namun tetap menjamin hak rakyat menyampaikan aspirasi secara damai.
· Transparansi dalam Pengamanan: Presiden Prabowo menekankan agar proses pengamanan dijalankan secara transparan dan diawasi publik, serta tindakan tegas diambil terhadap aparat yang melanggar prosedur.
· Pemantauan Kondisi Nasional: Prabowo secara intensif memantau perkembangan di berbagai wilayah dan memastikan koordinasi untuk menjaga stabilitas nasional.
· Penanganan Kasus Tragedi Pengemudi Ojol: Presiden sudah menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga pengemudi ojek online yang menjadi korban dan menjanjikan penegakan keadilan atas insiden tersebut.
· Pembatalan Kunjungan ke Luar Negeri: Demi fokus menangani situasi dalam negeri, Prabowo membatalkan rencana kunjungan kerja ke luar negeri, termasuk Tiongkok.
· Ajak Berkolaborasi Semua Pihak: Presiden menyerukan semua lembaga negara dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi situasi agar tercipta ketenangan dan keamanan.
Poin-poin ini menggambarkan keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons situasi politik dan sosial terkini. Serta menegaskan komitmen pemerintah untuk penegakan hukum seadil-adilnya dan menjaga ketertiban dan keamanan negara.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A




![[12.05, 13/6/2026] Aisyah Nawangsari Putri: BRI Fellowship Perkuat Nilai Pemegang Saham, BRI Buyback Saham Senilai Rp500 Miliar MALANG, Tugumalang.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) fluktuatif senilai Rp500 miliar. Buyback fluktuatif dilakukan dalam periode 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Di samping itu, buyback ini menjadi cermin keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap solid. “Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny, belum lama ini. Ia menjelaskan, pelaksanaan buyback fluktuatif ini mengacu pada Peraturak Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan. Langkah ini juga mengacu pada Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Sementara pendanaan buyback fluktuatif berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Buyback fluktuatif akan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku. Buyback yang dilakukan BRI juga telah mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global. Beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya adalah ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang. “Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia,” kata Dhanny. Ia menambahkan, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini. Pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun opersional perusahaan. Setelah dilakukan buyback, proforma indikator keuangan BRI (konsolidasi) per 31 Maret 2026, tercatat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat sebesar 22,86%, sementara Return on Equity (ROE) tercatat 18,37%. Hal tersebut mencerminkan bahwa perseroan tetap memiliki kapasitas permodalan yang kuat guna mendukung ekspansi usaha dan mitigasi risiko pengelolaan bisnis bank. Di sisi lain, saham hasil buyback fluktuatif nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan RUPS. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance,” pungkas Dhanny. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: BRI buyback saham senilai Rp500 miliar untuk perkuat nilai pemegang saham Keywords: BRI, BBRI, Buyback Saham, Kinerja Fundamental [12.05, 13/6/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Gedung BRI. Foto: dok. BRI](https://tugumalang.id/wp-content/uploads/2026/06/c3b70612-5169-4eb9-a2d2-e4ee763ec642-350x250.jpg)













