Malang, Tugumalang.id – Kelompok 32 Praktik Kerja Nyata Mahasiswa (PKNM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) sukses melaksanakan program edukasi kesehatan dan penguatan sosial di Desa Permanu, Dusun Krajan, RT 01 RW 03, Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Juli hingga 10 Agustus 2025 ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat desa.
Screening Kesehatan Warga Desa Permanu
Program diawali dengan pemeriksaan kesehatan door to door. Warga diperiksa meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, lingkar perut, tekanan darah, laju pernapasan, hingga denyut nadi. Data ini digunakan untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya mendeteksi risiko Diabetes Mellitus dan Hipertensi yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Edukasi Penyakit dan Pemanfaatan Herbal
Untuk keluarga sasaran, mahasiswa memberikan edukasi klinis mengenai gejala, pencegahan, hingga penanganan penyakit kronis. Selain itu, warga juga dikenalkan pada pemanfaatan tanaman herbal lokal untuk meredakan gejala ringan, disertai praktik keterampilan sederhana yang bisa dilakukan mandiri di rumah.
Baca juga: Dosen FK UB: Sound Horeg Bisa Sebabkan Tuli, Waspadai Risiko Gangguan Pendengaran!
Program SIAGA: Sosialisasi Aman Guna Obat
Di tingkat komunitas, Kelompok 32 menjalankan program SIAGA (Sosialisasi Informasi Aman Guna Obat). Warga dibekali pengetahuan tentang cara mendapatkan obat legal, penggunaan tepat dosis, penyimpanan aman, hingga pembuangan obat agar tidak mencemari lingkungan. Kegiatan ini dilengkapi dengan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah gratis bagi masyarakat.
Peran Sosial Mahasiswa PKNM FK UB di Desa
Selain kegiatan kesehatan, mahasiswa juga aktif dalam kegiatan sosial desa. Mereka ikut serta dalam acara keagamaan, persiapan karnaval, dan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat sekolah PAUD dan TK.
Kolaborasi Mahasiswa Kedokteran dan Farmasi FK UB
Program ini melibatkan kolaborasi interprofesional antara mahasiswa Prodi Kedokteran dan Farmasi FK UB. Anggota Kelompok 32 yaitu Rayyan, Salman, Wefi, Aurelia, Jesika (Prodi Kedokteran), serta Rahayu dan Hafidzah (Prodi Farmasi).
Salah satu warga, Ibu Dasiah, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. “Senang sekali ada kegiatan seperti ini. Saya jadi tahu kalau tekanan darah saya tinggi dan harus menjaga pola makan. Edukasi dari mahasiswa membuat saya lebih paham cara hidup sehat,” ujarnya.
Baca juga: Mengapa Biaya Kuliah Kedokteran Lebih Mahal Dibanding Prodi Lain? Simak Penjelasan Akademisi FK UB Berikut Ini
Dukung SDGs melalui Kesehatan dan Edukasi
Lebih dari sekadar program akademik, PKNM FK UB 2025 mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya:
-
SDGs 3: Kehidupan sehat dan sejahtera
-
SDGs 4: Peningkatan literasi kesehatan
-
SDGs 11: Lingkungan desa aman dan berkelanjutan
-
SDGs 17: Kemitraan lintas profesi dan pemangku kepentingan
Melalui sinergi mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat, program PKNM ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesehatan dan kebersamaan warga Desa Permanu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Tim PKNM FK UB Kelompok 32
redaktur: jatmiko
























