Tugumalang.id – Tim dosen pengabdian kepada masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) merancang dan membuat produk interaktif H5P. Disematkan pada website UMKM Batik Tulis Lintang Malang, produk ini bernama Batik Games.
Penyerahan produk dilakukan pada hari Kamis, 31 Juli 2025 bertempat di Galeri Batik Tulis Lintang Malang Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Produk interaktif ini semakin memperkaya strategi komunikasi bisnis UMKM terutama melalui media digital.
Baca Juga: Polinema Tekankan Peran Penting Pendidikan Vokasi dalam Aksi Iklim di Forum Internasional
Tim yang terdiri dari enam dosen dan enam mahasiswa dari dua jurusan –Administrasi Niaga dan Teknik Kimia–melihat potensi yang dimiliki oleh UMKM Batik Tulis Lintang Malang dari segi produk, aktivitas, kualitas, dan saluran komunikasi.

Namun, strategi komunikasi bisnis yang digunakan masih perlu ditingkatkan, terutama melalui materi interaktif.
Melihat hal tersebut Nugrahaningtyas Fatma Anyassari, Putri Sekarsari, Wahyuni Ningsih, Noverita Wahyuningsih, Sugeng Hariyanto, dan Eko Boedhi Santoso merancang dan membuat materi interaktif berbasis H5P melalui program pengabdian masyarakat skema reguler Politeknik Negeri Malang tahun 2025.
Baca Juga: Polinema Komitmen Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan

“Di era saat ini, komunikasi bisnis perlu juga menyasar sisi emosional konsumen. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat materi interaktif untuk melibatkan konsumen. Hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan materi interaktif dalam website dapat meningkatkan minat audiens terhadap produk. Sayangnya, website Batik Lintang belum memilikinya,” ungkap Nugrahaningtyas Fatma Anyassari, ketua PkM.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari ketua PkM, Nugrahaningtyas. Kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan aset berupa saluran komunikasi bisnis berbentuk website.

Website tersebut terdiri dari enam laman dalam dua bahasa dan telah diperpanjang hingga 2030. Batik Tulis Lintang Malang dapat memperpanjang masa aktif website setelahnya.
Tim PkM selanjutnya mendemonstrasikan laman Batik Games serta tata cara menyunting laman-laman lainnya. Prosedur yang didemonstrasikan tersebut telah sesuai dengan buku manual yang turut diserahkan oleh tim PkM Polinema kepada Batik Tulis Lintang Malang.
Ita Fitriyah selaku pemilik UMKM Batik Tulis Lintang Malang mengaku sangat terbantu dengan kegiatan PkM berbasis produk ini.

“Websitenya sangat membantu menyediakan informasi sehingga saya tidak perlu mengulang-ulang informasi yang sama. Turis yang datang juga difasilitasi dengan adanya bahasa Inggris,” ungkap Ita.
“Materi interaktif sangat bermanfaat. Adanya materi itu semakin memperkaya jenis konten Batik Lintang di web-nya. Nanti bisa saya gunakan juga untuk icebreaking waktu pelatihan,” lanjutnya.
Ita Fitriyah memang dikenal sangat aktif dalam mengedukasi generasi muda terkait batik dan filosofinya. Sebagai asesor BNSP, Ita juga kerap mengisi pelatihan membatik di berbagai kota. Batik Games dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penyampaian materi yang menyenangkan.
Batik Games terdiri dari sepuluh permainan interaktif dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) yang dapat dimainkan langsung melalui website Batik Tulis Lintang Malang.
Tim PkM memilih H5P sebagai komponen perangkat lunak dalam pembuatan materi interaktif karena keunggulan serta ragam tipe konten yang ditawarkan. Produk ini dibuat melalui empat tahap yaitu perancangan, produksi, evaluasi internal, dan uji publik.
Permainan daya ingat bertajuk ‘Cari Pasangan Gambar Motif Batik Lintang’ paling banyak dimainkan oleh pengguna selama proses uji publik; sedangkan permainan berbahasa Inggris yang paling banyak diminati adalah tebak kata berjudul ‘Did you know how to make batik?’
Adapun jenis permainan lain yaitu flashcard, teka-teki, benar/salah, cari kata, hotspot, dan kuis kepribadian. Responden dengan rentang usia 19-24 tahun yang mengikuti uji publik produk setuju bahwa materi interaktif tersebut menyenangkan dan bermanfaat.
“Games seru dan memiliki informasi lebih terkait batik dan cara membuatnya bahkan sampai alat dan bahannya,” tulis salah satu responden dalam kuesioner uji publik.
Responden lain menyatakan, “Permainannya menyenangkan (dan) membuat saya tertarik belajar soal batik.”
Dengan adanya produk interaktif ini, Batik Tulis Lintang semakin memperkaya strategi komunikasi bisnis sekaligus sebagai alat edukasi masyarakat luas tentang motif batik Kabupaten Malang.
“Dengan dilengkapi dua bahasa (Indonesia dan Inggris) Batik Games dapat menjadi salah satu daya tarik unik bagi pengunjung baik dalam negeri maupun mancanegara untuk mencari informasi, yang kemudian mengarah pada ketertarikan produk,” pungkas Nugrahaningtyas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Polinema
Editor: Jatmiko
























