Malang, Tugumalang.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang mencatat 6.988 pelanggaran lalu lintas dan 12 kasus kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar selama 14 hari, mulai Senin (14/7/2025) hingga Minggu (27/7/2025).
Jumlah pelanggaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Operasi Patuh Semeru 2024 yang hanya mencatat 3.592 pelanggaran. Mayoritas pelanggaran terjadi karena pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm standar.
Baca juga: 7.484 Pengendara Terjaring Operasi Patuh Semeru 2025, Helm dan Safety Belt Masih Jadi Masalah Utama
Pelanggaran Didominasi Pengendara Tak Pakai Helm

Dari total pelanggaran yang tercatat, 6.757 di antaranya merupakan teguran langsung, sedangkan sisanya ditindak melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) baik secara statis maupun mobile. Sepanjang operasi, tilang manual tidak diberlakukan.
Berikut rincian jenis pelanggaran yang tercatat:
-
Tidak memakai helm: 5.232 pelanggaran
-
Tidak membawa SIM: 606 pelanggaran
-
Tidak membawa STNK: 230 pelanggaran
-
Menerobos lampu merah: 211 pelanggaran
Teknologi ETLE Ditingkatkan
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menyatakan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Semeru tahun ini lebih mengedepankan pemanfaatan teknologi dalam pengawasan dan penindakan.
“Kami terus memperkuat sinergi antara teknologi, edukasi, dan tindakan preventif sebagai strategi utama dalam menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang,” ujar AKP Chelvin, Senin (27/7/2025).
Dalam pelaksanaannya, sistem ETLE statis mencatat 16 pelanggaran, sementara ETLE mobile mendeteksi 215 pelanggaran, seluruhnya terkait pengendara yang tidak memakai helm.
Dalam operasi tahun ini, kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan drastis, yakni sebesar 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2024, Satlantas mencatat 28 kejadian kecelakaan. Sementara di tahun 2025, angka tersebut turun menjadi hanya 12 kejadian.
“Penurunan jumlah kecelakaan adalah indikator penting bahwa upaya preemtif dan preventif kami cukup efektif,” kata Chelvin.
Hasil operasi selanjutnya akan dianalisis oleh tim anev sebagai bahan penyusunan kebijakan dan langkah strategis kepolisian dalam menekan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di masa mendatang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























