Tugumalang.id – Perhelatan Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) Paragliding Accuracy League 2025 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Batu sukses besar.
Kesuksesan tersebut semakin menegaskan posisi Kota Batu sebagai destinasi unggulan sekaligus pusat penyelenggaraan event sport tourism dirgantara internasional di masa depan.
Digelar selama empat hari mulai 17 – 20 Juli 2025, 83 peserta atlet dari berbagai negara telah berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kontingen asal Malaysia menunjukkan dominasinya dengan mengoleksi medali terbanyak di 3 kategori.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah, Atlet Paralayang Kota Batu Bidik Juara di IPAC 4th Series

Wali Kota Batu Nurochman datang langsung untuk menutup acara bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Keduanya juga didapuk menyerahkan medali penghargaan kepada para pemenang.
“Alhamdulillah, gelaran BISTF berjalan lancar dan meriah. Ini menjadi bukti bahwa Kota Batu siap menjadi tuan rumah untuk event-event besar skala internasional di bidang sport tourism,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Menurut Cak Nur, ajang sport tourism seperti BIST ini bukan sekadar kejuaraan olahraga, tetapi juga bagian dari strategi dalam membangun konektivitas global melalui diplomasi budaya dan ekonomi.
Di sana berpeluang besar menumbuhkan kolaborasi dan sarana promosi kekayaan lokal dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Dua Event Sport Tourism Berskala Internasional Digelar di Kota Batu Selama Juli 2024
Diharapkan lewat ajang BISTF, identitas Kota Batu sebagai kota tujuan sport tourism kelas dunia bisa semakin dikenal luas. Tentumya, pihaknya akan lebih banyak membantu memberikan intervensi mulai memperkuat SDM atlet, pelatih hingga peningkatan infrastruktur.

Cak Nur juga berharap BISTF bisa masuk kalender tahunan dan menjadi salah satu agenda unggulan yang dinanti-nantikan tidak hanya oleh warga Jawa Timur, tetapi juga oleh komunitas pariwisata dan olahraga di tingkat nasional hingga ASEAN.
“Terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama selama festival ini. Semoga setiap tamu dan peserta pulang membawa kesan hangat, semangat sportivitas dan rasa cinta yang tumbuh terhadap Kota Batu,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Pengprov Paralayang Jawa Timur, Arief Eko Wahyudi menuturkan apresiasi positif karena BISTF 2025 berhasil diselesaikan hingga 12 round pertandingan. Menurutnya, ini menjadi sebuah capaian tersendiri yang jarang terjadi di even sejenis.
IPAC 2025 yang digelar dalam 12 putaran resmi ini masuk dalam kategori 2 sistem peringkat dunia World Paragliding Ranking System (WPRS). Ini menjadikan Indonesia, khususnya Kota Batu, sebagai destinasi penting dalam kalender kompetisi paralayang dunia.
Arief menegaskan event ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat 6 dunia pada nomor akurasi.
Selain wadah pengembangan prestasi atlet, event ini juga menjadi sarana memperkuat jejaring internasional, promosi potensi wisata dirgantara, serta mempererat hubungan antarnegara, khususnya di kawasan Asia dan Eropa..
“Ini event kelas 2 dunia. Jadi jawara-jawaranya akan mendapat poin dunia yang sangat berharga. Juara 1 mengantongi 76 poin, tergantung jumlah round dan partisipan. Kalau event diikuti atlet peringkat 1–50 dunia, poin maksimal bisa 100,” jelasnya.
Hasilnya, kontingen atlet Malaysia sukses memborong gelar di tiga dari empat kategori yakni Junior, Overall, dan Beregu. Sedangkan satu-satunya gelar untuk Indonesia datang dari atlet Jawa Tengah di kategori Female.
“Memang luar biasa, atlet Malaysia tampil solid di ajang kali ini,” tuturnya,
Ia berharap Pemkot Batu terus mendukung event seperti ini dan diperluas lagi dalam hal kategori dan areanya. “Misalnya bisa ditambah kategori lintas alam di Gunung Panderman, sementara akurasi tetap di Gunung Banyak,” usulnya.
Roda Ekonomi Berputar
Penyelenggaraan BISTF 2025 tak ayal juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto bahwa roda perekonomian lokal yang terjadi cukup signifikan.
Ia mencontohkan, sebut saja UMKM yang berada di sekitar venue disebut berhasil meraup omzet hingga Rp4 juta dalam empat hari. Tak hanya itu, sektor perhotelan, travel dan jasa kuliner juga kata dia turut merasakan lonjakan pengunjung.
“Atlet dari luar kota dan luar negeri mengeluarkan uang rata-rata antara Rp700 ribu hingga Rp1 juta per hari, terutama untuk kebutuhan akomodasi, makan, transportasi dan belanja,” terang Onny.
Tak berhenti di situ, atlet Malaysia juga masih akan menginap dan berwisata ke Kota Batu dan sekitarnya hingga 23 Juli 2025. Artinya, kta Onny, perputaran uang masih akan berlanjut beberapa hari ke depan.
Ke depan, pihaknya berencana memperluas cakupan kepesertaan internasional dengan cara menambah kategori seperti cross country, yang disebut lebih kompetitif dan disukai atlet.
“Di kategori ini tidak ada istilah jago kandang. Semua punya peluang sama untuk menang. Mungkin tahuh depan kita akan tambah kategori ini,” jelas Onny.
Dengan begitu, melalui kegiatan ini, Pemkot Batu menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pariwisata olahraga sebagai pilar pembangunan daerah, serta mengukuhkan Kota Batu sebagai tuan rumah tetap kegiatan sport tourism berbasis udara tingkat internasional.
Berikut Daftar juara Batu International Sport Tourism Festival 2025, IPAC 2nd Seried
1. Juara kategori Female
Juara 1, Silviana Bebby Kumalasari asal Indonesia dengan nilai 204
Juara 2, Erika Yolanda Putri asal Indonesia dengan nilai 235
Juara 3, Aisyah Zafirah Mohd Nazri asal Malaysia dengan nilai 261
2. Juara kategori Junior U26
Juara 1, Muhammad Aqilluddin Bin Mohd Nafi asal Malaysia dengan nilai 13
Juara 2, Galuh Ade Pristanto asal Indonesia dengan nilai 16
Juara 3, Alvin Pratama asal Indonesia dengan nilai 17
Juara 4, Kawanda Rafif Atallah asal Indonesia dengam nilai 26
Juara 5, Muhammad Akmalluddin Bin Mohd Nafi asal Malaysia dengan nilai 28
3. Kategori Overall
Juara 1, Muhammad Aqilluddin Bin Mohd Nafi asal Malaysia dengan nilai 13
Juara 2, Galuh Ade Pristanto asal Indonesia dengan nilai 16
Juara 3, Alvin Pratama asal Indonesia dengan nilai 17
4. Kategori Tim
Juara 1, Tim beranggotakan Hextar Kimia Team Mohd Nafi Sulaiman, Muhammad Akmalluddin Bin Mohd Nafi, Muhammad Ammaruddin Mohd Nafi, Muhammad Aqilluddin Bin Mohd Nafi, Damar Tetuko Harimurti dengan Total Nilai: 98
Juara 2, Tim beranggotakan Davinci Glider Jafro Megawanto, Kawanda Rafif Atallah, Pangeran Dirgantara Pribaya, Arfan Lubis Jilani dengan Total Nilai: 125
Juara 3, Tim beranggotakan Ungkek Kevin Daffa Pratama Candra, Kris Diantono, Samuel Pisga Dradjad dengan Total Nilai: 155.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A























