Malang, Tugumalang.id – Kepala Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko, menegaskan komitmennya terhadap konservasi penyu di Pantai Bajul Mati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Ia menyebut konservasi ini sebagai “harga mati” dan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk aktif mendukung kegiatan konservasi penyu yang digagas oleh Bajul Mati Sea Turtle Conservation (BSTC) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur.

Pernyataan ini ia sampaikan saat kegiatan pelepasliaran tukik (anak penyu) di kawasan konservasi Bajul Mati, Minggu (13/7/2025).
Baca juga: Three Parted dan BSTC Sukses Konservasi Penyu di Pantai Bajul Mati Malang
Penyu sebagai Indikator Kelestarian Alam
Menurut Kelik, keberadaan penyu menjadi indikator penting kelestarian lingkungan. “Ini adalah langkah besar yang harus terus diperjuangkan. Teman-teman dari BSTC sudah memulai dengan kerja nyata sejak lama. Jadi, siapapun wajib mendukung,” tegasnya.
Peran Strategis Penyu dalam Ekosistem Laut
Ketua BSTC, Sutari, turut menyuarakan pentingnya menjaga habitat penyu. Ia menjelaskan bahwa penyu memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Penyu itu punya jasa besar terhadap ekosistem laut,” ujarnya.
Sutari merinci bahwa penyu membantu menjaga kesehatan padang lamun dan terumbu karang, mengendalikan populasi ubur-ubur, mendistribusikan nutrisi laut, serta menciptakan habitat bagi berbagai organisme. Penyu yang hidup di padang lamun berperan menjaga pertumbuhan lamun tetap seimbang agar tidak terlalu lebat, yang bisa menghalangi sinar matahari dan sirkulasi arus laut.
Penyu Jaga Kesehatan dan keanekaragaman Hayati Terumbu Karang
Selain itu, keberadaan penyu juga membantu mengontrol populasi ubur-ubur. Tanpa penyu, ubur-ubur bisa berkembang pesat dan mengganggu ekosistem, bahkan membahayakan populasi ikan.

Kebiasaan penyu memakan spons yang dapat tumbuh berlebihan dan merusak terumbu karang. Dengan memakan spons, mereka membantu menjaga kesehatan dan keanekaragaman hayati terumbu karang.
Baca juga: Eksplorasi Konservasi Penyu di Pantai Bajul Mati, Kolaborasi Tugumalang.id dan Perhutani KPH Malang
Melihat pentingnya kegiatan konservasi penyu, Kelik Djatmiko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa menjaga kelestarian alam di area Pantai Bajul Mati. Ia juga menyampaikan bahwa pantai tersebut bisa menjadi alternatif tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga.
“Tempat ini (Bajul Mati Sea Turtle Conservation) adalah tempat liburan yang lengkap, bisa menikmati keindahan alam sekaligus mengikuti program sekolah alam untuk mempelajari kehidupan penyu secara ilmiah, dan yang terpenting pengunjung bisa mendapatkan pengalaman baru melepas liarkan tukik (anak penyu),” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Rully Novianto (Tim Expedisi Tugumalang.id)
redaktur: jatmiko
























