Tugumalang.id – Belasan kucing mati mendadak kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini di wilayah Bunulrejo. Setidaknya ada 15 kucing yang didapati warga mendadak mati.
Temuan itu kemudian membuat geram komunitas cat lovers di Malang yakni Stray Cat Defender. Sebab, kampanye stop kekerasan hewan sudah tak kurang-kurang.
Diketahui, kematian kucing itu gejalanya sama yakni kejang-kejang selama beberapa menit hingga akhirnya mati. Lalu juga ditemukan kondisi lidah membiru.
“Saat kejang itu memang tak mengeluarkan busa, tapi mengeluarkan air kencing dan lidahnya membiru. Kalau lihat gejalanya, ini seperti diracun,” kata Veronika, salah satu pemilik kucing.
Baca Juga: Tak Ada Bukti, Polisi Hentikan Penyelidikan 4 Kucing Mati Diduga Diracun di Perumahan Kota Malang
Setidaknya, 3 dari 15 kucing yang ditemukan mati mendadak itu merupakan kucing peliharaan milik Veronica.
Menurutnya, rentetan belasan kucing mati ini ditemukan dalam kurun waktu beberapa bulan. Sedangkan ketiga kucingnya ditemukan mati bergantian dalam 3 pekan terakhir.
Kucing Mati Mendadak Diduga Diracun
Jika benar dugaannya bahwa belasan kucing itu mati akibat diracun, dia berharap pelakunya tak melakukan lagi. Dirinya bersama perangkat RT juga berencana meneruskan temuan ini ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Viral, Belasan Kucing di Sukun Kota Malang Mati Massal
Merespon hal itu, Pengawas Yayasan Kesejahteraan Indonesia (Stray Cat Defender), Aisyah Nawangsari Putri menyayangkan banyaknya temuan kucing mati dengan indikasi dugaan diracun itu.
“Kita sebagai manusia harusnya bisa berdampingan dengan makhluk hidup lain, termasuk kucing. Jika ada sesuatu, selayaknya menegur pemilik kucing. Bukan menghakimi kucingnya,” tuturnya.
Selama ini, Stray Cat Defender juga sudah kerap mengkampanyekan stop kekerasan pada hewan, termasuk di wilayah Malang. Bahkan sempat juga berkolaborasi dengan kepolisian.
“Karena tindakan kekerasan pada hewan itu sebenarnya juga melanggar hukum,” ujarnya.
Tak hanya di tengah masyarakat, edukasi juga digencarkan di lingkungan sekolah. Tujuannya menanam kepedulian generasi terhadap hewan yang hidup berdampingan dengan manusia.
Di sisi lain, Aisyah berharap pihak kepolisian juga lebih tegas dalam menindak dugaan dugaan kekerasan terhadap hewan seperti dalam kasus ini. Terlebih selama ini, hukuman bagi pelaku kekerasan hewan juga terlalu ringan.
“Saya harap sanksi pelaku penyiksaan hewan juga bisa lebih berat lagi. Karena orang yang mau menyiksa hewan juga berpotensi menyiksa orang lain juga,” ucapnya.
“Tentu harapan kami, tak ada lagi temuan kasus kucing dicarun ataupun kekerasan hewan lainnya,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























