Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Maksimalkan Platform Digital, Rambak Pisang Gdangku di Kromengan Tembus Pasar Kalimantan dan Bali

Redaksi by Redaksi
Maret 31, 2025 8:42 pm
in Insight
Zudan Hanifi, pemilik UMKM rambak pisang Gdangku. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Zudan Hanifi, pemilik UMKM rambak pisang Gdangku. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Dari lereng Gunung Kawi, produk rambak pisang Gdangku bisa menembus pasar Kalimantan dan Bali. Kesuksesan ini tak lepas dari pemanfaatan berbagai platform digital sebagai alat untuk memasarkan produk.

Pemilik Gdangku, Zudan Hanifi mengatakan ia pernah mencoba melakukan pemasaran secara offline dan online. Sejauh ini, pemasaran secara online dinilai lebih efektif dan efisien. Bahkan, sebanyak 70-80 persen penjualannya berasal dari pembelian secara online.

READ ALSO

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Baca Juga: Ikut BRIncubator, UMKM di Malang Serap Ilmu tentang Marketing dan Manajemen

“Penjualan rata-rata ke kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, Pontianak, Samarinda, dan Bali,” ujar Zudan saat ditemui di rumah produksi Gdangku yang terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Rambak pisang Gdangku yang sudah matang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Rambak pisang Gdangku yang sudah matang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Salah satu platform digital yang dimanfaatkan Zudan adalah LinkUMKM milik BRI. Platform tersebut membantu Zudan mengenalkan produknya lebih luas dan membantu menyambungkan pembeli dengan penjual.

“Selain itu saya juga memanfaatkan platform digital lainnya,” kata Zudan.

Dimulai saat pandemi COVID-19

Perjalanan Gdangku dimulai saat pandemi COVID-19 berlangsung. Awalnya rumah produksi Gdangku disiapkan di awal tahun 2020. Akan tetapi, operasionalnya harus ditunda karena adanya pandemi COVID-19.

“Karena ada COVID-19, semuanya tertunda. Akhir tahun 2020 baru beroperasi,” kata Zudan.

Zudan menujukkan mesim vacuum frying yang digunakam untuk membuat rambak pisang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Zudan menujukkan mesim vacuum frying yang digunakam untuk membuat rambak pisang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Gdangku terinspirasi dari bisnis yang sudah dijalani oleh paman Zudan di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Paman Zudan mengajari keponakannya tersebut untuk memproduksi rambak pisang dan membantu pemasarannya.

Baca Juga: Rumah BUMN Kota Malang by BRI, Wadah bagi UMKM untuk Kembangkan Potensi

Gdangku didirikan untuk membantu ayah Zudan yang memasuki masa pensiun dari tempatnya bekerja. Mereka mengalihfungsikan lahan untuk kandang kambing di belakang rumah menjadi tempat produksi.

Penggorengan menggunakan teknologi vakum

Proses pembuatan rambak pisang Gdangku cukup unik. Pisang yang digunakan adalah pisang awak yang matang. Pisang dikupas, kemudian diiris tipis, dan dibekukan selama dua hari.

“Kita goreng pakai mesin vakum, jadi hasilnya lebih renyah dan penyerapan minyaknya juga lebih rendah,” jelas Zudan.

Pisang yang dibekukan sebelum digoreng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pisang yang dibekukan sebelum digoreng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Keistimewaan lainnya, keripik ini tidak menggunakan tambahan gula, karena rasa manisnya alami berasal dari pisang yang sudah matang. Meski ukurannya lebih tebal daripada keripik pisang, rambak pisang ini tidak keras dan mudah digigit.

Dari satu ton pisang, Zudan bisa menghasilkan dua kuintal rambak pisang. Bahan baku yang didatangkan dari Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang tersebut ditimbang saat masih mentah dan memiliki tandan serta kulit.

Setelah dikupas, berat pisang menjadi berkurang. Dari 12-13 kilogram pisang yang sudah dikupas dan diiris, bisa dihasilkan 4-5 kilogram rambak pisang matang.

“Itu hasil rata-rata, tergantung kualitas pisangnya,” imbuh Zudan.

Maksimalkan promosi lewat platform digital

Selama menjalankan usaha Gdangku, Zudan sudah mencoba berbagai cara untuk memasarkan produknya. Mulai dari menitipkan produk di toko-toko hingga memasarkan secara online.

Sejauh ini, ia merasa cara yang paling efektif dan efisien adalah melalui platform digital, baik e-commerce, media sosial, maupun situs penjualan lainnya.

Zudan pernah mencoba menitipkan produk di toko-toko yang ada di Malang. Akan tetapi, hasilnya kurang memuaskan. Uang hasil penjualan pun baru bisa didapat saat barang sudah habis.

“Menunggu barang habis itu bisa lama, sampai tiga bulan. Padahal barangnya hanya 10 bungkus,” kata Zudan.

Dengan memasarkan secara online, Zudan menemukan pasar yang tetap dan penjualannya cukup stabil sepanjang tahun. Meski masih melakukan penjualan offline, Zudan mengaku kebanyakan penjualan terjadi berkat pemasaran secara online.

“Kalau di sini (offline), saya dibantu teman-teman saya yang jualan snack,” imbuh Zudan.

Bergabung dengan LinkUMKM

Salah satu platform online yang dimanfaatkan Zudan adalah LinkUMKM milik BRI. Di platform ini, tersedia informasi produk, alamat, nomor Whatsapp, hingga link menuju ke e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Tiktok Shop.

“Saya sudah tahu LinkUMKM sejak lama, tapi baru sempat mendaftar beberapa bulan lalu,” tutur Zudan.

Pendaftarannya cukup mudah, hanya mengisi data-data yang diperlukan. Zudan sempat dihubungi oleh admin LinkUMKM karena ada foto yang tidak sesuai, akan tetapi permasalahan tersebut diselesaikan secara cepat.

“Awalnya saya kira nggak bisa naik, tapi ternyata bisa,” ujar Zudan.

Platform ini juga tidak terbatas hanya untuk UMKM yang juga nasabah BRI. Semua UMKM bisa bergabung secara gratis.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Balikalimantanrambak pisangrambak pisang gdangku

Related Posts

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia
Insight

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Senin, 21 Sep 2026
Next Post
Maskot Baru amazing malang

Rayakan 10 Tahun, Amazing Malang Perkenalkan Sam Ongis sebagai Maskot Baru

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.