Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Wamen Dikti RI Sambangi AIPNEMA di Malang, Kesejahteraan Perawat Jadi Bahasan

Redaksi by Redaksi
Desember 12, 2024 7:02 pm
in Pendidikan, Sambung Dulur, Tekno dan Gadget
Wamen Dikbud Prof. Fauzan saat berpidato di hadapan para anggota AIPNEMA. Foto: Azmy

Wamen Dikbud Prof. Fauzan saat berpidato di hadapan para anggota AIPNEMA. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamen Dikti), Prof. Fauzan, turut hadir dalam Rapat Kerja Tahunan 2024 dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah Aisyiyah (AIPNEMA) di Malang, Kamis (12/12/2024).

Dalam pertemuan itu juga membahas kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes) atau perawat di Indonesia yang masih jauh dari kata layak.

READ ALSO

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Hal ini disampaikan Ketua AIPNEMA, Dr. Mundakir, M.Kep bahwa tidak bisa disangkal, gaji perawat di beberapa daerah di Indonesia hanya berkisar di angka Rp300-500 ribu setiap bulan. Ini menjadi ironi di tengah gembar-gembor bahwa Indonesia kekurangan nakes.

Baca Juga: Dikenal Sosok yang Peduli Pendidikan, Gen Z Kota Batu Bulat Pilih Nurochman-Heli

Faktanya, jumlah lulusan keperawatan ini justru dihadapkan dengan realita sulitnya mencari pekerjaan. Ia berharap Wamen Dikti memberi perhatian akan hal ini.

”Mungkin yang tidak beres itu pada distribusinya, barangkali pemerintah bisa membuat skema beasiswa, hibah dan paling penting adalah insentif yang layak,” jelasnya.

Insentif yang tidak layak ini membuat para lulusan ini tidak berani mengambil peluang kerja di luar daerah. Dengan begitu, permasalahan distribusi nakes di Indonesia ke depan tidak hanya terpusat di Jawa saja.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Pendidikan, Nomor 5 Bikin Hati Terenyuh

”Tapi banyak yang tidak mengambil peluang ini. Mereka lebih memilih kerja di kotanya sendiri, meski gajinya pas-pasan,” ujarnya.

Hanya saja, sebenarnya kata dia, lulusan masih punya peluang untuk mengambil kesempatan bekerja di luar negeri. Sebagai contoh, seperti di Timur Tengah hingga Jepang. Faktanya, kebutuhan nakes di luar negeri juga terbuka lebar.

Sebab itu, ke depan pihaknya akan menggenjot suatu program untuk mendorong peningkatan kualitas kemampuan mahasiswa keperawatan dalam berbahasa asing.

”Soal skill dan minat luar negeri terhadap perawat Indonesia sangat bagus, PR-nya nanti tinggal push di bahasa saja,” katanya.

UMM sendiri telah melakoni skema distribusi mengirim tenaga perawat ke luar negeri. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Yoyok Bekti Prasetyo mengatakan lulusan perawat dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang bekerja di luar negeri jumlahnya masih sekitar 500 orang.

“Kalau di angka 500 perawat yang kita hasilkan ke luar negeri seperti ke Timur Tengah, itu ada Uni Emirate Arab, Arab Saudi, terus yang Asia di Jepang, kalau yang ke Eropa itu ada yang di Jerman. Paling banyak di Filipina,” katanya.

Sementara, Wamen Dikti Prof Fauzan menuturkan bahwa tantangan besar harus dihadapi oleh perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) ke depannya. Sebab itu, ia menekankan kekhususan dalam pengelola keperawatan ini.

”Kalau tidak berinovasi, maka akan mati. Harus ada perubahan pada aspek fundamental atau mindset dalam mengembangkan perguruan tinggi,” kata Fauzan.

Fauzan menekankan mahasiswa perlu diberikan skill/kemampuan, batin dan kepekaan hingga mindset kolaborasi . Misalnya, bisa mendirikan klinik kesehatan bekerja sama dengan investor. Ini akan membawa kemudahan nasib bagi mahasiswa.

Ia menambahkan PTMA juga perlu memberikam kepastian masa studi S1 Keperawatan. Lebih dari itu, ujungnya adalah memberi jalan lebar bagi mereka untuk terserap ke dunia kerja.

“Itu bisa diciptakan. Setelah lulus pasti bekerja? Jawabannya? Harus pasti. Untuk memastikan itu maka berupaya. Pendidikan kesehatan termasuk keperawatan harus ada desain seperti itu. Termasuk prodi-prodi generik. Kuliah jangan lama. Kita bukan pesantren,” kata mantan Rektor UMM ini.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: AIPNEMAkota malangProf FauzanWamen Dikti

Related Posts

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Advertorial

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Selasa, 1 Sep 2026
Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa
Advertorial

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Selasa, 1 Sep 2026
Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus
Advertorial

Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus

Selasa, 1 Sep 2026
Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung
Advertorial

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung

Senin, 31 Agu 2026
Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan
Advertorial

Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan

Senin, 31 Agu 2026
PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset
Advertorial

PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset

Senin, 31 Agu 2026
Next Post
Mengubah cerita menjadi karya bermakna bersama Tugu Media Group. /Foto: Dok. Tugu Media Group.

Bersama Tugu Media Group, Mengubah Cerita Menjadi Karya Buku yang Bermakna

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.