Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Waspada! 6 Efek Negatif Makanan Fermentasi pada Pencernaan dan Imunitas

Redaksi by Redaksi
September 30, 2024 8:48 am
in Tugu Sehat
Beberapa efek negatif makanan fermentasi pada pencernaan dan imunitas yang perlu diwaspadai. Foto/pinterest

Beberapa efek negatif makanan fermentasi pada pencernaan dan imunitas yang perlu diwaspadai. Foto/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Meskipun makanan fermentasi sering disebut-sebut sebagai superfood karena kaya akan probiotik dan nutrisi, tidak semua orang merasakan manfaat yang sama.

Pada beberapa individu, konsumsi makanan fermentasi justru dapat menyebabkan efek negatif pada pencernaan dan sistem imun.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Perlu dipahami bahwa reaksi tubuh terhadap makanan fermentasi bisa sangat beragam tergantung kondisi kesehatan, kebiasaan makan, dan sensitivitas pribadi.

Berikut adalah beberapa potensi dampak negatif makanan fermentasi terhadap pencernaan dan imunitas yang perlu diperhatikan.

1. Kembung dan Gas Berlebih

Salah satu efek samping yang paling umum dari makanan fermentasi adalah kembung dan produksi gas berlebih. Hal ini disebabkan oleh proses fermentasi yang menghasilkan gas sebagai hasil dari aktivitas bakteri baik.

Baca Juga: 5 Makanan Khas Indonesia yang Cocok untuk Vegetarian dan Vegan

Saat makanan yang telah difermentasi masuk ke dalam sistem pencernaan, bakteri usus memecah serat dan menghasilkan gas seperti hidrogen dan karbon dioksida.

Beberapa orang, terutama yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS), lebih rentan mengalami perut kembung setelah mengonsumsi makanan fermentasi seperti sauerkraut, kimchi, dan kombucha.

Meskipun probiotik pada dasarnya bermanfaat, ketidakseimbangan dalam mikrobiota usus atau sensitivitas terhadap bakteri tertentu dapat memperparah gejala gangguan pencernaan seperti kembung, sakit perut, dan diare.

2. Eksaserbasi Infeksi Jamur

Bagi mereka yang memiliki riwayat infeksi jamur, seperti kandida, konsumsi makanan fermentasi bisa memperburuk kondisi tersebut.

Makanan fermentasi mengandung ragi, seperti dalam tempe dan kombucha, yang dapat memberi makan Candida albicans, jenis jamur yang sering menjadi penyebab infeksi jamur di tubuh manusia.

Baca Juga: 4 Makanan Sumber Proterin Harga Murah, Cocok untuk Diet

Ketika tubuh kelebihan ragi atau bakteri, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan flora usus, yang memperburuk infeksi jamur di berbagai bagian tubuh, termasuk saluran pencernaan dan organ reproduksi.

Jika seseorang sudah memiliki ketidakseimbangan jamur, konsumsi makanan fermentasi sebaiknya dihindari atau dikurangi.

3. Kandungan Histamin yang Tinggi

Makanan fermentasi sering kali mengandung histamin dalam jumlah tinggi. Histamin adalah senyawa yang dilepaskan oleh sistem imun tubuh sebagai respons terhadap alergen, tetapi beberapa orang memiliki kesulitan dalam memecah histamin yang ada dalam makanan.

Ketika histamin menumpuk dalam tubuh, hal ini dapat menyebabkan reaksi seperti sakit kepala, ruam kulit, hidung tersumbat, pusing, atau bahkan gangguan pencernaan.

Individu yang sensitif terhadap histamin atau mengalami intoleransi histamin mungkin merasakan gejala-gejala tersebut setelah mengonsumsi makanan seperti yogurt, keju, kimchi, atau sauerkraut. Dalam kasus yang parah, gejala mirip dengan reaksi alergi, yang dapat mengganggu fungsi harian dan kesejahteraan.

4. Keracunan Makanan

Makanan fermentasi rentan terkontaminasi oleh bakteri patogen, terutama jika proses fermentasinya tidak dilakukan dengan benar.

Pada beberapa kasus, produksi makanan fermentasi di rumah atau di lingkungan yang tidak higienis dapat menyebabkan kontaminasi bakteri berbahaya seperti Listeria, Salmonella, atau E. coli.

Jika tidak disimpan dan disiapkan dengan baik, makanan fermentasi yang terkontaminasi dapat menyebabkan keracunan makanan.

Gejala keracunan makanan dari makanan fermentasi termasuk mual, muntah, diare, dan kram perut. Ini adalah risiko yang harus diwaspadai, terutama jika produk fermentasi dibuat sendiri tanpa pengetahuan yang memadai tentang teknik fermentasi yang aman.

5. Asupan Garam yang Tinggi

Beberapa jenis makanan fermentasi, seperti kimchi dan sauerkraut, sering kali diproduksi dengan jumlah garam yang tinggi untuk membantu proses pengawetan.

Konsumsi berlebihan makanan fermentasi yang kaya akan garam dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau rentan terhadap penyakit jantung.

Asupan garam yang tinggi juga dapat memicu retensi cairan dan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi seperti hipertensi dan gangguan kardiovaskular.

Oleh karena itu, penting untuk mengontrol porsi konsumsi makanan fermentasi yang tinggi garam agar tidak membahayakan kesehatan.

6. Interaksi dengan Sistem Imun

Pada beberapa kasus, konsumsi probiotik dari makanan fermentasi dapat memicu reaksi imun yang tidak diinginkan.

Meski probiotik sering diklaim memperkuat imunitas, bagi individu dengan sistem kekebalan yang lemah atau gangguan autoimun, kelebihan probiotik justru dapat menyebabkan aktivasi berlebihan dari respons imun tubuh. Hal ini bisa memicu peradangan atau memperburuk gejala penyakit autoimun.

Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV atau pasien yang menjalani transplantasi organ, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan fermentasi dalam jumlah besar karena adanya potensi risiko bagi sistem kekebalan mereka.

Meskipun makanan fermentasi memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan, seperti meningkatkan pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, ada beberapa efek negatif yang perlu diwaspadai.

Mulai dari masalah pencernaan seperti kembung dan gas berlebih, hingga potensi infeksi dan interaksi dengan sistem imun, setiap orang harus memperhatikan respons tubuhnya terhadap konsumsi makanan fermentasi.

Bagi sebagian orang, konsumsi berlebihan atau sensitivitas terhadap komponen makanan fermentasi dapat memicu efek yang merugikan kesehatan. Oleh karena itu, selalu bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan fermentasi untuk menghindari dampak negatif yang mungkin timbul.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Lutfa Putri Valentina (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Dampak Makanan FermentasiKeracunan Makananmakanan fermentasiPencernaan

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
CEO NSEI Part of Paragon Corp, Salman Subakat berbicara tentang filosofi Kahf dan langkah berdampak dalam Podcast Endgame Kahforward di Indonesia Arena, Minggu (29/9/2024). /Foto: Tangkapan layar Instagram @kahfeveryday.

Hadir di Kahforward, Salman Subakat Bicara Tentang Langkah Berdampak dan Filosofi Kahf

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.