Tugumalang.id – Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mewanti-wanti kepada para investor untuk tidak hanya berbisnis, tapi juga menjaga kelestarian alam di Kota Batu. Di sisi lain, Pemkot Batu juga tetap akan memfasilitasi kemudahan perizinan secara transparan dan akuntabel.
Saat ini, ktidakpastian hukum menjadi isu utama yang sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi para investor dan pengembang di daerah.
Oleh karena itu, penerapan pelayanan perizinan yang transparan dan akuntabel menjadi penting agar investasi daerah semakin meningkat.
Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Kembali Tanam Kopi di Kawasan Agroforestry Lereng Gunung Arjuno
Terbaru, Pemerintah Kota Batu per 2 September 2024 telah memberlakukan Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKKPR) dengan terintegrasinya Rencana Detail Tata Ruang (RTDK) Kota Batu yang sudah terintegrasi dengan sistem OSS (Online Single Submission).
Integrasi sistem OSS memberikan kesempatan terhadap pengembang lebih cepat dalam melakukan proses perizinan maupun memantau sejauh mana proses yang sudah dilewati. Proses ini tidak memerlukan mereka datang ke kantor pemerintah daerah.
Inovasi ini sudah diteken dalam Peraturan Wali Kota Batu Nomor 7 Tahun 2024 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Batu Tahun 2024-2044.
Aturan ini diharapkan dapat memfasilitasi pengembang, namun dengan tetap memperhatikan administrasi yang berlaku, termasuk menjaga keseimbangan ekologis.
Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Paparkan Rancangan Masa Depan Kota Batu untuk Pedoman bagi Kepala Daerah
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai tak menampik jika potensi pengembangan bisnis properti di Kota Batu sangatlah besar.
Apalagi banyak program strategis nasional dan program daerah yang menjadi rencana prioritas dalam beberapa tahun ke depan.
Sebelum itu, diperlukan pelayanan perizinan secara cepat dan tepat. Peningkatan investasi merupakan salah satu cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tentunya, ini akan selaras dengan terbukanya lebar-lebar lapangan pekerjaan dan juga peningkatan ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini, lanjut Aries, nilai investasi di Kota Batu mencapai Rp894 miliar, dengan sektor utama adalah pariwisata, konstruksi dan kesehatan.
Angka ini diperkirakan terus bertambah dengan komitmen bersama untuk membangun investasi hijau yang dikembangkan di Kota Batu.
Ia menegaskan investasi di Kota Batu harus mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat.
Terutama dukungan agar 60 persen pekerja mengutamakan pekerja dari Kota Batu dan juga investasi yang memperhatikan aspek lingkungan sehingga mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi para pengembang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batu,” tuturnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























