Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Tumbuh dari Keluarga Aktivis, Dekan Psikologi UM Warisi Sikap Kritis, Kepedulian, dan Berbicara Tantangan Psikologi di Masa Depan

Redaksi by Redaksi
Agustus 25, 2024 6:26 am
in Insight
Dekan Psikologi UM

Dekan Fakultas Psikologi UM, Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si merawat sikap kritis, kepedulian, dan tantangan psikologi di masa depan./Foto: Tangkapan layar podcast Tugu Inspirasi.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Tumbuh dari keluarga berlatar belakang sebagai aktivis sosial dan pendidikan menempa Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Tutus Chusniyah, S.Psi, M.Si mewarisi sikap kritis dan kepedulian terhadap masyarakat. Menghabiskan masa kecil di Lumajang, Jawa Timur, perempuan yang akrab disapa Tutut itu melihat langsung bagaimana aktivitas bapak ibunya aktif mengajar di sekolah yang didirikan oleh kedua orang tuanya.

Dalam podcast Tugu Inspirasi, ia menceritakan bagaimana kedua orang tuanya aktif dalam kegiatan resosialisasi kepada para gelandangan. Mengamati langsung kegiatan sosial yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dan tumbuh di lingkungan keluarga pendidik pada akhirnya mengasah sikap kritis dan perhatian Tutut terhadap dunia pendidikan. Ditambah dengan pengalamannya semasa kecil menempuh pendidikan di pondok pesantren membentuk sikap kritis dan kepeduliannya.

READ ALSO

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Baca Juga: Atasi Kecanduan Media Sosial untuk Menjaga Kesehatan Mental, Begini Pandangan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

“Saya dari keluarga aktivis pendidikan dan sosial, ayah dan ibu saya adalah tokoh-tokoh yang suka aktif dalam kegiatan sosial dan mendirikan sekolah. Ibu saya punya resosialisasi terhadap gelandangan sejak lama. Melihat bagaimana orang tua hidupnya pro sosial sekali. Itu yang menempa saya sampai sekarang,” ungkapnya.

Nilai-nilai kebaikan itulah yang terus dirawat dan diamalkan oleh Tutut hingga sekarang sebagai seorang akademisi. Nilai kebaikan itu pun juga diterapkan alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu di lingkungan tempat tinggalnya maupun di tempatnya mengabdi saat ini, Fakultas Psikologi UM.

“Saya sampai sekarang pun juga terus bagaimana bisa berbuat baik untuk orang lain. Itu yang saya ajarkan di lingkungan rumah dan juga di Fakultas Psikologi (UM),” kata Tutut.

Tertarik dengan ilmu psikologi sejak muda, Tutut memutuskan melanjutkan studi perguruan tingginya dengan mengambil program studi S1 Psikologi Sosial Unair. Bimbingan dari dosennya yang tidak hanya sekedar menunaikan kewajiban mengajar tetapi juga mendidik dan karakter mahasiswanya. Menjadi hal yang paling berkesan bagi Tutut selama kuliah.

Menggeluti dunia psikologi membuatnya menyadari bahwa manusia bukan sebuah robot sehingga untuk bisa memahami manusia dan perilakunya dibutuhkan sebuah ilmu dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Hal itu pun didukung dengan pengalaman masa kecilnya melihat bagaimana sang ibu berupaya membantu gelandangan mengaarkan nilai, norma, dan praktik yang mendorong mereka agar bisa diterima di lingkungan sosial. Sehingga bagi Tutut melakukan hal baik kepada orang lain membutuhkan sebuah proses dan tidak dilakukan secara instan.

“Meski saya punya ilmu psikologi perilaku tetapi saya menyadari bahwa ternyata manusia itu bukan robot. Untuk mengubah perilaku tidak mudah butuh proses yang lama dan sistematik,” ujarnya.

Walau selama kuliah, Tutut bukan seorang aktivis organisasi intra dan ekstra kampus. Tumbuh di lingkungan aktivis membuatnya sudah memiliki rasa kritis terhadap suatu permasalahan sosial.

Ketika melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia (UI), Tutut meneliti perilaku organisasi di Indonesia seperti Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Partai Keadilan Sosial (PKS), hingga pernah meneliti sosok yang dianggap radikal dan dituding sebagai dalam aktivitas terorisme di Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Baca Juga: Luar Biasa! Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Mudah Diterima di Berbagai Bidang Kerja dan Profesi

Dari penelitiannya itu, Tutut melihat bagaimana cara pandang manusia terhadap sebuah ideologi agama dapat begitu mempengaruhi perilaku seseorang.

Sementara melihat arus perubahan zaman saat ini, Tutut melihat ada tantangan yang dihadapi psikologi di masa depan. Yakni kompleksitas kehidupan manusia di era digital yang saat ini dan mungkin di masa depan kehidupan akan banyak dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi.

Sebagai seorang akademisi yang mengawali karirnya sejak 1998 itu menilai peminatan ilmu psikologi yang terdiri dari psikologi sosial, psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi industri, dan psikologi organisasi. Kini terus berkembang dan harus adaptif dengan perkembangan zaman.

Tutut melihat kecenderungan yang terjadi di masyarakat saat ini. Kemudian mengembangkan keilmuan psikologi dalam wujud pengembangan kurikulum program studi S2 Psikologi UM yang mencoba untuk adaptif dengan teknologi digital. Diwujudkan dalam konsentrasi cyber physicology, artificial physicology, dan big data dalam psikologi sebagai jawaban menghadapi tantangan ilmu psikologi di masa depan.

Baca Juga: Fakultas Psikologi UM Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental bagi Lansia

Apa yang dilakukannya itu pun menjadi kekhasan atau keunikan dari Fakultas Psikologi UM yang tidak ada di kampus lain.

“Sekarang ini trennya ke cyber dan digital. Itu (perubahan) telah disadari oleh semua penyelenggara psikologi di Indonesia dan dunia. Ini yang berbeda dari S2 Psikologi di tempat lain,” terangnya.

Bagi Tutut ada tiga hal penting yang menjadi pedomannya dan tertanam kuat dalam benaknya sejak masih menjadi mahasiswa hingga kini mengemban amanah sebagai seorang dekan. Ketiga hal itu adalah egaliter, experience (pengalaman), dan terus merawat rasa ingin tahu agar terus berkembang.

Selengkapnya Anda dapat menyaksikan tayangan podcast Tugu Inspirasi di kanal YouTube Tugu Malang.Id atau melalui link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=MvpOH6rak-8.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: Dekan Fakultas Psikologi UMFakultas Psikologi UMUMUniversitas Negeri Malang

Related Posts

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia
Insight

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Senin, 21 Sep 2026
Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa
Insight

Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Jumat, 11 Sep 2026
Next Post
Media Sosial

Cuitan Lawas Ridwan Kamil Mendadak Viral di Media Sosial X, Ternyata Begini Cara Mencari Tweet Lama

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.