Tuesday, July 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Apa Hukum Kontrasepsi Permanen Tubektomi pada Perempuan? Ini Hasil Kajian Pesantren Jawa-Madura

Redaksi by Redaksi
August 16, 2024 10:07 am
in Tugu Sehat
Ilustrasi Kontrasepsi Permanen Tubektomi pada Perempuan. Foto/Pixabay

Ilustrasi Kontrasepsi Permanen Tubektomi pada Perempuan. Foto/Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Melakukan kontrsepsi permanen atau program tubektome pada perempuan sudah biasa dilakukan saat ini. Bahkan ini dianggap sebagai salah satu solusi mencegah kehamilan dan untuk kesehatan bagi perempuan. Tetapi bagaimankah hukumnya dalam syariat Islam?

Untuk menjawab persoalan tersebut pesantren se-Jawa dan Madura menggelar pertemuan FMPP (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) untuk membahas secara khusus hukum tubektomi di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada 14-15 Agustus 2024.

READ ALSO

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Bediding, Lakukan 5 Hal Ini Agar Tetap Fit

FMPP merupakan forum kajian ilmiah antar pondok pesantren se-Jawa Madura yang bergerak dalam bidang Bahtsul Masail yang membahas beberapa peristiwa maupun kasus yang banyak terjadi di masyarakat menurut sudut pandang syariat.

FMPP kali ini menghasilkan beberapa keputusan salah satunya adalah hukum melakukan tubektomi (pengangkatan tuba falopi) bagi wanita dengan riwayat caesar multipel.

Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen bagi wanita yang dilakukan dengan cara pemotongan atau pengikatan tuba fallopi yaitu saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim.

Baca Juga: Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Mata, Ternyata Tidak Hanya Makan Wortel

Hal ini untuk menghalangi pertemuan sperma dan sel telur sehingga mencegah kehamilan secara permanen pada perempuan.

Perhelatan FMPP (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) se-Jawa Madura di Lirboyo membahas hukum tubektomi menurut kacamata syariat. Foto/M. Izzul Muttaqin
Perhelatan FMPP (Forum Musyawarah Pondok Pesantren) se-Jawa Madura di Lirboyo membahas hukum tubektomi menurut kacamata syariat. Foto/M. Izzul Muttaqin

Tingkat keberhasilan tubektomi dalam mencegah kehamilan permanen mencapai 98,85 persen jika dilakukan sesuai standar dan prosedur yang benar.

Hanya 2-30 dari 1.000 wanita yang dapat hamil pasca tubektomi. Keunggulan tubektomi meliputi terhindar dari kelupaan karena tidak perlu mengingat minum pil KB atau menggunakan alat kontrasepsi setiap kali berhubungan.

Melalui tiga komisi A, B, C yang diikuti oleh ratusan delegasi pondok pesantren se-Jawa Madura, tepatnya pada komisi B terjawab persoalan tubektomi dengan perincian sebagai berikut.

1. Hukum tubektomi

Hukum tubektomi atau pengangkatan tuba falopi dinilai termasuk sesuatu yang diharamkan karena mengandung unsur memutus kehamilan secara permanen, mengubah ciptaan tuhan, dan menyakiti diri sendiri.

2. Hukum tubektomi dengan solusi rekanalisasi

Seiring perkembangan teknologi, tubektomi dapat dipulihkan melalui rekanalisasi, yaitu penyambungan kembali tuba falopi melalui operasi mikroskop oleh ahli urologi.

Tingkat keberhasilan rekanalisasi berkisar 25-82 persen tergantung pada beberapa faktor. Pertama, jenis teknik rekanalisasi yang digunakan. Kedua, jarak waktu antara rekanalisasi dan tubektomi.

Ketiga, usia dan anatomi pasien. Keempat, jenis teknik tubektomi yang digunakan. Kelima, kondisi kesehatan dan sisa tuba falopi. Karena hasil rekanalisasi masih bervariasi, metode ini tidak menjamin keberhasilan hamil karena banyak faktor yang berpengaruh.

Dokter biasanya merekomendasikan metode kontrasepsi non-permanen bagi mereka yang masih ingin memiliki keturunan. Tubektomi dengan rekanalisasi dihukumi dilarang bagi pasien dengan tingkat keberhasilan rendah rekanalisasi. Boleh jika dapat dipastikan keberhasilan rekanalisasi.

3. Hukum tubektomi bagi wanita dengan riwayat caesar multipel

Wanita dengan riwayat caesar multipel memiliki resiko yang sangat besar bahkan sampai kematian jika hamil kembali. Oleh sebab itu, dokter sering kali menyarankan agar wanita tersebut melakukan operasi tubektomi demi mencegah risiko kehamilan.

Pada kasus seperti ini diputuskan bahwa operasi tubektomi bagi perempuan dengan riwayat caesar diperbolehkan dengan catatan mendapat saran dari dokter ahli dan ⁠tidak ada cara selain tubektomi.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Izzul Muttaqin (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Hukum TubektomikediriLirboyoPesantrenTubektomi

Related Posts

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Monday, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Sunday, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Sunday, 28 Jun 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Pria Mulai Rp 900 Ribu!

Saturday, 27 Jun 2026
PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang gelar webinar session sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan gangguan autisme. /Foto: Dok. PSLC.
Tugu Sehat

Gratis! Ikuti Event Webinar Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang

Thursday, 25 Jun 2026
inas26
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

Wednesday, 24 Jun 2026
Next Post
Penyerahan rekom Partai Demokrat kepada Gunawan HS dan Umar Usman. Foto: DPC Demokrat Kabupaten Malang

Gunawan HS dan Umar Usman Terima Rekom Maju Pilbup Malang dari Demokrat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.