MALANG, Tugumalang.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang meluruskan simpang siur kabar terkait rekomendasi Bakal Calon Bupati (acabup) Malang. Mereka membantah rekom diberikan kepada petahana Bupati Malang, Sanusi.
Hal ini disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Darmadi melalui keterangan tertulis. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada surat rekomendasi yang turun dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
“Berita yang beredar bahwa Pak Sanusi mendapatkan rekomendasi tidak benar,” ujarnya.
Surat yang diterima Sanusi merupakan undangan untuk menghadiri pemantapan tim pemenangan bakal calon kepala daerah (bacakada). Surat ini diberikan kepada kepala daerah incumbent yang akan kembali maju di Pilkada 2024, termasuk Sanusi.
Baca Juga: Surat untuk Sanusi Berisi Undangan Pemantapan Atau Rekom, Mana yang Benar?
Agenda pemantapan tersebut akan menjadi semacam forum penegasan dari bacakada kepada DPP PDI Perjuangan bahwa mereka siap menaati dan menjalankan perintah serta syarat-syarat yang ditetapkan oleh partai.
Rekom baru diturunkan apabila bacakada, termasuk Sanusi dianggap layak setelah melewati evaluasi. Hasil survei juga akan menentukan penilaian terhadap bacakada yang akan maju ini. Surat rekom akan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.
“Dalam momen itulah nanti DPP akan mengambil keputusan apakah yang bersangkutan dianggap layak atau tidak untuk mendapatkan rekomendasi penugasan kembali sebagai calon kepala daerah,” imbuh Darmadi.
Baca Juga: Sanusi Terima Rekom PDI Perjuangan sebagai Bakal Calon Bupati Malang
Tim pemenangan Pilkada yang terdiri dari sembilan orang juga diundang dalam agenda tersebut. Darmadi mengatakan pihak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang baru akan merapatkan soal tim pemenangan ini pada Minggu (2/6/2024).
Diberitakan sebelumnya, Sanusi membenarkan telah mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Namun, ia kemudian meralat bahwa rekomendasi belum didapatkan dan ia diundang untuk mendapatkan pembekalan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko























