Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Melawan Stereotipe Diskriminasi Perempuan ala Alissa Wahid dan Riris Marpaung

Redaksi by Redaksi
Mei 29, 2024 1:06 pm
in News
Webinar Teras Belajar X Indika Foundation membahas peran pemimpin perempuan dalam bingkai perdamaian/Foto: Malicha Allena

Webinar Teras Belajar X Indika Foundation membahas peran pemimpin perempuan dalam bingkai perdamaian/Foto: Malicha Allena

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Teras Belajar by Pemimpin.id menggelar webinar bersama dengan Indika Foundation dengan “Peran Pemimpin Perempuan dalam Bingkai Perdamaian” pada Selasa (28/05/2024).

Ada dua nara sumber yang hadir yaitu Riris Marpaung, CEO Game Changer Studio dan Ambassador Woman in Games serta Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian sekaligus sebagai psikolog. Keduanya merupakan contoh dan panutan dari pemimpin perempuan yang ada di Indonesia saat ini.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Menurut survei, diskriminasi perempuan dinilai sudah hampir tidak ada, tetapi faktanya, ketidaksetaraan dan diskriminasi masih sering terjadi. Perempuan masih dianggap sebelah mata dalam menyuarakan pendapatnya.

Baca Juga: Perempuan NU Kabupaten Malang Usulkan Perencanaan Pembangunan 2024

Riris Marpaung berbagi pengalamannya saat pertama kali menjadi pemimpin. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai pembuat game sering diremehkan dan dikesankan negatif di masyarakat.

Pada tahun 2013, studionya hanya memiliki lima pemimpin perempuan. Saat ini, jumlah pemimpin perempuan di studionya telah meningkat dua kali lipat.

Riris merasa bangga dan senang melihat perkembangan ini karena membantu mendobrak stereotipe negatif masyarakat tentang perempuan di industri game.

Riris Marpaung bergabung bersama Alissa Wahid untuk menyuarakan kesetaraan perempuan. Dia mengambil kesempatan tersebut untuk menyuarakan sebuah profesi yang tidak terbatas bagi laki-laki saja namun perempuan juga bisa masuk yaitu membuat game.

Baca Juga: Aliansi Petani Indonesia Beri Pelatihan Literasi Keuangan Pedesaan pada Warga Desa

Sementara, Alissa Wahid juga menyampaikan pengalamannya mengenai adanya diskriminasi dan ketidaksetaraan gender.

Menurutnya, masyarakat masih memberi ruang lebih besar pada laki-laki ketimbang perempuan dalam hal pekerjaan. Bahkan untuk pekerjaan yang tidak dibayar biasanya diasosiasikan dengan perempuan.

Misalnya, memasak. Memasak selalu diasosiasikan pada perempuan. Itu tugas perempuan. “Tapi coba kita perhatikan para chef yang ada di hotel berbintang itu merupakan laki-laki. Banyak anggapan menjahit sangat perempuan. Kalau ada laki-laki yang suka menjahit, asosiasinya sudah yang tidak-tidak. Sementara desainer industri fashion itu kebanyakan laki-laki,” tuturnya.

Perjalanan hidup Alissa Wahid menginspirasi banyak perempuan. Dia mengatakan, perubahan dalam hidup sangat bergantung pada kesiapan diri karena banyak hal tak terduga yang akan dihadapi.

Berdasarkan pengalamannya, dia mulai menjadi pemimpin perempuan pada usia 38 tahun. Ia memulainya dan belajar dari awal menjadi pemimpin setelah wafatnya Gus Dur, sang ayah. Menurutnya, belajar menjadi pemimpin tidak ada batasnya selagi diri sendiri sudah siap.

Alissa Wahid juga memberikan pendapatnya tentang perempuan kurang efektif dalam memimpin karena memiliki tingkat emosional yang lebih tinggi dari laki-laki. “It’s not about men or women. It’s about person,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pendapat tersebut tidak perlu dihiraukan karena kenyataannya perempuan sama saja dengan laki-laki. Perempuan tidak perlu terjebak pada stereotipe tersebut.

Laki-laki juga memiliki tingkat emosional yang sama dengan perempuan, seperti menangis, marah, berpikir kritis, dan menghadapi kesulitan dalam memimpin.

“Meskipun kita perempuan belum bisa mengubah masyarakat secara luas, kita bisa mulai dengan mengubah diri sendiri. Kepemimpinan diri akan mempermudah kita untuk memimpin orang-orang di sekitar, dan selanjutnya mampu memimpin komunitas yang lebih besar,” kata dia.

Webinar Teras Belajar bersama Indika Foundation ini dihadiri oleh 500 audience lebih. Meskipun webinar ini terkesan singkat, namun memiliki banyak pengetahuan yang dapat diambil dan diterapkan pada diri sendiri.

Harapannya dari webinar ini, perempuan dapat mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan yang dapat membawa perdamaian dalam segala aspek.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Malicha Allena (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Alissa WahidPemimpin PerempuanPemimpin.idTeras Belajar

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Rekomendasi kuliner kaki lima di Kota Malang yang patut dicoba /Foto: Google Review Nasi Rawon Malam Mbak Ten/Hengki Adi

Rekomendasi 3 Kuliner Kaki Lima di Kota Malang, Rasanya Maknyus Bikin Ketagihan!

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.