Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Sejarah Hari Buruh, Berkembang Berkat Kesadaran Buruh di Amerika Serikat dan di Indonesia Dimulai Sejak Era Kolonial Belanda

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2024 10:48 am
in News
Sejarah Hari Buruh yang ditetapkan setiap tanggal 1 Mei /Foto: pexels.com/ Kateryna Babaieva

Sejarah Hari Buruh yang ditetapkan setiap tanggal 1 Mei /Foto: pexels.com/ Kateryna Babaieva

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh dan menjadi hari libur nasional setiap tahunnya. Hari Buruh identik dengan aksi para buruh yang menuntut hak-hak kesejahteraan mereka sebagai pekerja.

Peringatan Hari Buruh pada tanggal 1 Mei diperingati oleh para buruh di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sejarah Hari Buruh atau May Day terjadi karena kesadaran buruh dalam menuntut hak-hak mereka sebagai pekerja.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Dimulai sekitar tahun 1880-an di Amerika Serikat, gerakan serikat buruh di Negeri Paman Sam itu menuntut jam kerja selama delapan jam sehari. Sebelumnya waktu bekerja para buruh tidak diatur dengan jelas berapa lama waktu mereka harus bekerja dalam sehari.

Baca Juga: Kenapa Hari Buruh Harus Demo? Begini Sejarahnya

Merasa tereksploitasi oleh para pemilik modal, para buruh di Amerika Serikat kemudian membuat aksi menuntut waktu bekerja selama delapan jam dalam sehari.

Berikut ini Tugumalang.id telah merangkum sejarah perkembangan Hari Buruh di dunia dan juga di Indonesia hingga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Sejarah Hari Buruh

Bermula dari tuntutan kaum buruh di Amerika Serikat perihal kejelasan waktu bekerja. Kemudian diiringi dengan peristiwa kerusuhan Haymarket pada tanggal 4 Mei 1886 di beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Para buruh melakukan aksi untuk mengakhiri dominasi kelas borjouis sebagai pemilik modal. Mereka menuntut jam kerja secara jelas dengan mempertimbangkan rasa kemanusiaan terhadap buruh. Kaum buruh menuntut jam bekerja selama delapan jam dalam sehari.

Baca Juga: Partai Buruh di Kota Batu Belum Terdaftar Peserta Pemilu 2024

Tetapi aksi buruh tersebut justru mendapat tindakan represif dari aparat keamanan setempat sehingga terjadilah peristiwa kerusuhan yang mengakibatkan banyaknya buruh meningal dunia dalam aksi tersebut.

Peristiwa Haymarket di Amerika Serikat itulah yang kemudian memantik kesadaran kaum buruh di seluruh penjuru dunia.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Pergerakan kesadaran buruh di Indonesia dimulai pada tanggal 1 Mei 1918 oleh serikat buruh Kung Twang Hee. Kaum buruh mengkritik harga sewa tanah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dirasa memberatkan para buruh dan tidak masuk akal.

Selain itu, para buruh harus bekerja dalam waktu yang lama dengan upah jauh dari kata layak. Kemudian selepas Indonesia merdeka, di era Kabinet Sjahrir saat Republik Indonesia menerapkan sistem pemerintahan parlementer.

Kabinet Sjahrir menaruh perhatian terhadap kaum buruh melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 1948 yang setiap tanggal 1 Mei mempersilahkan hak buruh untuk tidak bekerja atau libur.

Tetapi saat pemerintahan Soekarno berganti ke pemerintahan Soeharto atau Orde Baru, peringatan Hari Buruh di Indonesia dilarang karena dianggap identik dengan komunisme. Karena setelah terjadinya peristiwa G30S/PKI, ideologi komunis menjadi ideologi terlarang di Indonesia.

Hal itu sebagai bagian dari upaya Orde Baru membendung pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ditetapkan sebagai partai terlarang di Indonesia.

Setelah pemerintahan Orde Baru tumbang melalui gerakan Reformasi 1998, Presiden Ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie meninjau kembali soal kebebasan berserikat bagi kaum buruh sesuai hasil konvensi ILO Nomor 81.

Di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanggal 1 Mei ditetapkan pemerintah sebagai Hari Buruh sekaligus hari libur nasional.

Demikian informasi sejarah perkembangan Hari Buruh di dunia dan juga di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat!.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Amerika SerikatburuhHari buruhindonesiaSejarah Hari BuruhSejarah Hari Buruh di IndonesiaTanggal 1 Mei

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Paitun, lansia 92 tahun asal Bululawang yang akan berangkat haji. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Keinginan Beribadah Haji Terwujud, Lansia 92 Tahun Asal Bululawang Berangkat Sendiri ke Tanah Suci

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.