Tugumalang.id – Jenis-jenis garam merupakan hal yang penting untuk diketahui karena bahan dapur ini hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari. Meskipun terlihat sederhana, garam memiliki peran penting dalam memberikan rasa pada makanan.
Banyak orang mengira bahwa semua garam itu sama, padahal sebenarnya terdapat berbagai jenis garam dengan karakteristik yang berbeda. Setiap jenis garam juga memiliki fungsi tersendiri dalam penggunaannya, baik untuk memasak maupun sebagai pelengkap makanan.
Berikut jenis-jenis garam yang perlu diketahui:
1. Garam Meja
Garam meja merupakan jenis yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Garam ini memiliki tekstur yang halus sehingga mudah untuk larut.
Baca Juga: Viral Pencurian Sayur di Pujon Malang, Mobil Pikap Pelaku Dirusak Massa
Proses pembuatannya telah melalui pemurnian sehingga kandungan mineral alaminya berkurang. Namun, garam meja biasanya sudah ditambahkan yodium yang penting bagi tubuh.
Karena bentuknya yang halus, garam ini cocok untuk hampir semua jenis masakan. Selain itu, garam meja mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang terjangkau.
2. Garam Laut
Garam laut dihasilkan dari proses penguapan air laut secara alami. Jenis garam ini memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan garam meja.
Garam laut biasanya tidak melalui proses pemurnian, sehingga masih mengandung banyak mineral alami. Rasa yang dihasilkan dari garam ini lebih ringan dan tidak terlalu tajam.
Garam laut sering digunakan sebagai taburan akhir pada makanan. Karena itu, garam laut cukup populer dalam dunia kuliner.
3. Garam Himalaya
Garam Himalaya dikenal karena memiliki warna yang khas, yaitu berwarna merah muda. Warna tersebut berasal dari kandungan mineral yang ada di dalamnya. Garam ini ditambang dari wilayah pegunungan Himalaya.
Baca Juga: Jangan Asal Beli! Ini 5 Jenis Sepatu yang Wajib Kamu Punya Menurut dr Tirta
Tekstur dari garam ini bisa halus atau kasar, tergantung dari proses pengolahannya. Rasanya cenderung lebih lembut dibandingkan garam biasa
Selain digunakan dalam masakan, garam ini juga sering dipakai sebagai dekorasi makanan. Namun, harganya biasanya lebih tinggi dibandingkan jenis garam lainnya.
4. Garam Kosher
Garam kosher memiliki butiran yang lebih besar dan kasar dibandingkan garam meja. Disebut “kosher” karena awalnya digunakan untuk proses pembuangan darah dari daging yang menjalani proses kosher.
Garam kosher tidak mengandung tambahan yodium. Tekstur yang kasar membuat garam ini mudah diambil dan ditaburkan dengan tangan.
Garam jenis ini biasanya digunakan koki untuk membumbui daging, memanggang, dan membuat acar karena rasanya yang tidak terlalu asin saat ditaburkan langsung.
5. Garam Celtic
Garam celtic merupakan jenis garam laut yang berasal dari wilayah pesisir Prancis. Garam ini dikenal dengan warna abu-abu yang khas. Warna tersebut berasal dari mineral dan tanah liat alami yang ikut terbawa saat proses pengambilan. Garam celtic biasanya memiliki tekstur yang agak lembap.
Selain itu, garam ini memiliki rasa asin yang khas dan lebih ringan dibanding garam pada umumnya. Garam ini cocok digunakan untuk memasak atau ditaburkan di atas makanan untuk menambah tekstur dan rasa.
6. Garam Rendah Natrium
Garam rendah natrium merupakan jenis garam yang dibuat dengan mengurangi kandungan natrium di dalamnya. Biasanya, sebagian natrium digantikan dengan mineral lain seperti kalium.
Garam ini sering dipilih oleh orang yang ingin mengurangi asupan natrium. Meskipun demikian, rasa yang dihasilkan bisa sedikit berbeda dari garam biasa.
Oleh karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan selera. Garam ini umumnya digunakan untuk kebutuhan khusus.
7. Garam Hitam
Garam hitam memiliki warna gelap yang khas, mulai dari abu-abu hingga kehitaman. Jenis garam ini biasanya ada dalam masakan khas India. Garam hitam memiliki aroma belerang yang tajam.
Aroma tersebut berasal dari kandungan senyawa sulfur di dalamnya. Garam ini memiliki rasa asin yang unik, sering digambarkan mirip seperti telur rebus, serta memberikan sensasi smoky yang khas.
Garam ini sering digunakan dalam hidangan tradisional tertentu. Selain itu, garam hitam juga kerap dipakai sebagai penambah cita rasa khas.
Jenis-jenis garam memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi tekstur, rasa, maupun kandungannya. Perbedaan ini membuat setiap jenis garam memiliki fungsi tersendiri dalam penggunaannya. Oleh karena itu, pemilihan garam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis masakan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Intan Adelia/ Magang
Editor: Herlianto. A
























