MALANG, Tugumalang.id – Sejak Rosyidin mengundurkan diri pada 20 Desember 2025 lalu, jabatan Ketua Umum Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang masih kosong.
Pemilihan ketua umum rencananya akan dilaksanakan pada 14 Februari 2026 mendatang dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).
Menjelang pelaksanaan Musorkablub, sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi calon Ketua Umum KONI Kabupaten Malang pun bermunculan. Mulai dari kepala desa, tokoh olahraga, hingga politisi.
Baca Juga: Kaleidoskop Kabupaten Malang 2025: Dari Warung Kopi Cetol hingga Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI
Berikut nama-nama yang masuk bursa pencalonan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang:
– Kepala Desa Mendalanwangi, M Sharoni
– Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur (Pengprov TI Jatim), Hendra Prastiyawan
– Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi
– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Kholiq
– Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Ziaul Haq
M Sharoni yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Malang periode 2025-2029 ini mengatakan dirinya mengamini apabila ada dukungan dari pengurus cabang olahraga (cabor).
“Tanggapan saya itu hanya bisa mengamini saja, apalagi itu kehendak dari cabor,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tatap Porprov 2027, KONI Kota Malang Matangkan Strategi Pembinaan Atlet
Sementara itu, Hendra Prastiyawan mengatakan, keinginan untuk masuk dalam bursa calon Ketum KONI Kabupaten Malang itu dilakukan semata-mata hanya untuk merubah organisasi keolahragaan itu menjadi lebih baik.
“Selama ini hubungan saya baik dengan cabor-cabor. Ada beberapa Cabor yang mendorong saya untuk maju, saya berharap dukungan itu semakin solid,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi KONI Kabupaten Malang periode 2024-2028 itu.
Kelima kandidat tersebut saat ini berlomba-lomba mencari dukungan dari 69 cabor yang ada dalam naungan KONI Kabupaten Malang.
Humas KONI Kabupaten Malang, Cahyono mengatakan pendaftaran bakal calon Ketum KONI Kabupaten Malang akan dibuka pada tanggal 1-7 Februari 2026.
“Pendaftaran calon Ketum KONI itu akan dilakukan selama satu Minggu di awal bulan Februari, tempatnya di Kantor KONI Kabupaten Malang, Stadion Kahuripan, Desa Talok, Kecamatan Turen,” ujarnya.
Setelah pendaftaran, akan dilakukan verifikasi berkas kelengkapan persyaratan pencalonan Ketum KONI Kabupaten Malang. Verifikasi berkas akan dilakukan pada 8-9 Februari 2026.
Terdapat 13 poin persyaratan dan kriteria. Salah satunya, mempunyai pengalaman menjadi pengurus induk organisasi cabang olahraga (cabor).
Bakal calon harus berdomisili di wilayah Kabupaten Malang yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Ia juga harus menyatakan kesanggupan mematuhi AD/ART KONI, berkelakuan baik, dan tidak dalam menjalani proses hukum pidana.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























