Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

5 Keunggulan Teknologi Li-Fi, Diklaim 100 Kali Lebih Cepat dari Wi-Fi

Redaksi by Redaksi
Juli 20, 2023 12:50 pm
in News
teknologi Li-fi

teknologi Li-Fi, koneksi internet dengan medium cahaya yang diklaim lebih cepat dari wifi (foto/Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Pernahkah kamu membayangkan bahwa ada evolusi teknologi jaringan nirkabel yang lebih cepat dari Wi-Fi? Bayangan tersebut kian nyata jika Kamu mencermati temuan teknlogi Li-Fi atau Light Fidelity. Jaringan nirkabel yang dianggap bisa lebih cepat 10 kali dari Wi-Fi.

Tak bisa disangkal bahwa kebutuhan internet memang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang membuat semua lini kehidupan bersinggungan dengan internet. Misalnya saja untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, berbelanja, bekerja dan hiburan.

READ ALSO

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang

Wi-Fi yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat menggunakan frekuensi radio. Dengan peningkatan permintaan penggunaan hingga 60% membuat frekuensi menjadi jenuh dan dikhawatirkan mengalami krisis spektrum. Dengan hadirnya Li-Fi, akankah menjadi jawaban atas kebutuhan jaringan internet di masa depan?

Cara Kerja Teknologi Li-Fi

Dalam situs Li-Fi.co, dijelaskan bahwa Li-Fi memliki cara kerja yang sedikit berbeda dengan Wi-Fi. Li-Fi memanfaatkan Cahaya tampak sebagai media utama untuk mentransmisikan data.Oleh karena itu, terdapat dua komponen penting dalam proses kerja Li-Fi yang disebut dengan VLC, yakni fotodioda dan sumber Cahaya.

Perangkat fotodioda akan bertindak sebagai penerima atau transceiver sinyal Cahaya dan mengirimnya Kembali. Sedangkan diode pemancar menjadi sumber Cahaya yang dilengkapi chip untuk memproses sinyal. Sumber Cahaya berupa lampu LED ini bersifat semikonduktor yang memodulasi Cahaya untuk dipancarkan.

Saking cepatnya proses pancaran Cahaya membuatnya tak dapat dilihat oleh mata. Data yang telah dimasukkan dalam bola lampu sebagai sumber Cahaya pun akan ditransfer dengan kecepatan sangat tinggi. Aliran data biner akan berupa tampilan audio dan video maupun aliran data lain melalui device.

Di dalam cahaya, intensitas warna yang terdiri dari merah, hijau, dan biru atau RGB akan dimodulasi menyematkan data secara halus untuk ke dalam lampu LED. Jangan harap kamu bisa mengamatinya secara langsung karena semua proses ini terjadi begitu cepat dan hanya dapat digambarkan melalui kode.

Usai cahaya diterima fotodioda, cahaya akan mengalami demodulasi. Selanjutnya data berisi Informasi yang diterima akan diteruskan ke server cloud. Yang kemudian akan ditranskripsi dan dinikmati oleh pengguna.

5 Keunggulan Teknologi Li-Fi

Lalu apa keunggulan dari Teknologi Li-Fi? Li-Fi.co mencatat ada beberapa keunggulan, Li-Fi. Berikut ini beberapa kelebihan Li-Fi dibandingkan dengan Wi-Fi.

1. Lebih cepat dari Wi-Fi

Misalnya saja, hasil tes transmisi data yang mencatatkan kecepatan hingga 224 Gbps. Bila dibandingkan dengan Wi-Fi, kecepatan ini bahkan bisa lebih cepat 100 kali dari Wi-Fi yang masih berada dalam rentang 20 megabit per detik.

Walau masih hasil uji laboratorium, kecepatan ini tentu sangat menakjubkan. Para pengembang pun masih terus berusaha mengembangkan teknologi Li-Fi agar dapat dimanfaat secara maksimal oleh masyarakat.

2. Punya spektrum yang lebih luas

Dari sisi spektrum, rentang spektrum Cahaya juga dianggap lebih luas dari frekuensi radio yang digunakan oleh Wi-Fi. Bahkan hingga 10.000 lebih besar. Hal ini tentu akan menjawab besarnya kebutuhan frekuensi yang kian meningkat. Apalagi dengan hadirnya teknologi 5G.

Spektrum cahaya tampak juga lebih luas daripada RF – sekitar 10.000 lebih besar dari seluruh spektrum frekuensi radio. Ini sangat penting terutama dengan tuntutan data saat ini. Ini menyediakan banyak frekuensi yang tersedia di mana tugas dapat diturunkan, membebaskan ruang yang sangat dibutuhkan untuk 5G.

3. Tak memerlukan perangkat elektronik tambahan
Li-Fi juga dianggap lebih ramah lingkungan karena minim kebutuhan akan device lainnya. Misalnya saja router, penguat gelombang, repeater, atau modem yang akrab Kamu gunakan saat akan memanfaatkan jaringan Wi-Fi.

Dengan minimnya perangkat lain, maka teknologi Li-Fi akan lebih menghemat daya dan energi listrik. Hal ini juga berimbas pada penghematan kebutuhan suplai listrik yang hingga kini salah satu pemasok terbesarnya berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

4. Bisa diakses masyarakat daerah terpencil
Jika Anda berada di wilayah perbatasan atau daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan sinyal, maka Li-Fi bisa menjawab kebutuhan tersebut. Hal ini karena Li-Fi diproyeksikan dapat menggunakan tenaga matahari.

Artinya teknologi ini akan menguntungkan Indonesia sebagai salah satu negara di wilayah khatulistiwa yang punya rentang waktu sinar matahari lebih lama dari negara lain.

5. Lebih aman dari Penyadapan
Perihal penyadapan juga menjadi salah satu permasalah dalam perkembangan teknologi digital yang serid dihadapi. Hal ini tak lepas dari rentannya frekuensi radio terhadap pembajakan sinyal.

Berbeda dengan Wi-Fi, pengiriman sinyal berbasis Cahaya akan lebih sulit dibajak atau disadap karena Cahaya akan sulit menembus permukaan buram dan tetap terkurung pada ruang.
Kekurangan Teknologi Li-Fi yang jadi tantangan
Walau digadang-gadang menjadi teknologi masa depan, Li-Fi masih memiliki beberapa tantangan yang tak mudah untuk diatasi. Salah satunya yakni keterbatasan jangkauan karena pancaran Cahaya yang tak bisa menembus dinding sehingga pemancar haruslah berada pada lokasi strategis yang bisa menjangkau semua area.

Ini berbanding terbalik dengan Wi-Fi yang bisa menembus tembok sekalipun. Jangkauan yang luas menyebabkan Wi-Fi banyak digunakan dalam ruang public.

Selain jangkauan, masalah gangguan juga masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Cahaya sumber sinar Li-Fi sangat rentan terganggu oleh sumber Cahaya lain sepert matahari. Apalagi jika lampu LED Li-Fi terus menyala, maka dikhawatirkan menjadi polusi cahaya.

Pengembangan teknologi Li-Fi dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap perlu mendapatkan apresiasi. Para ilmuwan terus berupaya mencari solusi atas permasalahan dan permintaan kebutuhan masyarakat yang kian waktu semakin meningkat.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Imam A. Hanifah
editor: jatmiko

Related Posts

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya
News

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya

Jumat, 28 Agu 2026
Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang
News

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang

Jumat, 28 Agu 2026
Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut
News

Pelawak Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut

Jumat, 28 Agu 2026
Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan
News

Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan

Jumat, 28 Agu 2026
Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU
News

Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU

Jumat, 28 Agu 2026
Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran
News

Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
FEB Unisma

FEB UNISMA Gandeng LSP TIK Gelar Sertifikasi Kompetensi TIK Mahasiswa Untuk Membangun Karakter 4.0

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.