Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

5 Keunggulan Teknologi Li-Fi, Diklaim 100 Kali Lebih Cepat dari Wi-Fi

Redaksi by Redaksi
Juli 20, 2023 12:50 pm
in News
teknologi Li-fi

teknologi Li-Fi, koneksi internet dengan medium cahaya yang diklaim lebih cepat dari wifi (foto/Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Pernahkah kamu membayangkan bahwa ada evolusi teknologi jaringan nirkabel yang lebih cepat dari Wi-Fi? Bayangan tersebut kian nyata jika Kamu mencermati temuan teknlogi Li-Fi atau Light Fidelity. Jaringan nirkabel yang dianggap bisa lebih cepat 10 kali dari Wi-Fi.

Tak bisa disangkal bahwa kebutuhan internet memang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang membuat semua lini kehidupan bersinggungan dengan internet. Misalnya saja untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, berbelanja, bekerja dan hiburan.

READ ALSO

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Wi-Fi yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat menggunakan frekuensi radio. Dengan peningkatan permintaan penggunaan hingga 60% membuat frekuensi menjadi jenuh dan dikhawatirkan mengalami krisis spektrum. Dengan hadirnya Li-Fi, akankah menjadi jawaban atas kebutuhan jaringan internet di masa depan?

Cara Kerja Teknologi Li-Fi

Dalam situs Li-Fi.co, dijelaskan bahwa Li-Fi memliki cara kerja yang sedikit berbeda dengan Wi-Fi. Li-Fi memanfaatkan Cahaya tampak sebagai media utama untuk mentransmisikan data.Oleh karena itu, terdapat dua komponen penting dalam proses kerja Li-Fi yang disebut dengan VLC, yakni fotodioda dan sumber Cahaya.

Perangkat fotodioda akan bertindak sebagai penerima atau transceiver sinyal Cahaya dan mengirimnya Kembali. Sedangkan diode pemancar menjadi sumber Cahaya yang dilengkapi chip untuk memproses sinyal. Sumber Cahaya berupa lampu LED ini bersifat semikonduktor yang memodulasi Cahaya untuk dipancarkan.

Saking cepatnya proses pancaran Cahaya membuatnya tak dapat dilihat oleh mata. Data yang telah dimasukkan dalam bola lampu sebagai sumber Cahaya pun akan ditransfer dengan kecepatan sangat tinggi. Aliran data biner akan berupa tampilan audio dan video maupun aliran data lain melalui device.

Di dalam cahaya, intensitas warna yang terdiri dari merah, hijau, dan biru atau RGB akan dimodulasi menyematkan data secara halus untuk ke dalam lampu LED. Jangan harap kamu bisa mengamatinya secara langsung karena semua proses ini terjadi begitu cepat dan hanya dapat digambarkan melalui kode.

Usai cahaya diterima fotodioda, cahaya akan mengalami demodulasi. Selanjutnya data berisi Informasi yang diterima akan diteruskan ke server cloud. Yang kemudian akan ditranskripsi dan dinikmati oleh pengguna.

5 Keunggulan Teknologi Li-Fi

Lalu apa keunggulan dari Teknologi Li-Fi? Li-Fi.co mencatat ada beberapa keunggulan, Li-Fi. Berikut ini beberapa kelebihan Li-Fi dibandingkan dengan Wi-Fi.

1. Lebih cepat dari Wi-Fi

Misalnya saja, hasil tes transmisi data yang mencatatkan kecepatan hingga 224 Gbps. Bila dibandingkan dengan Wi-Fi, kecepatan ini bahkan bisa lebih cepat 100 kali dari Wi-Fi yang masih berada dalam rentang 20 megabit per detik.

Walau masih hasil uji laboratorium, kecepatan ini tentu sangat menakjubkan. Para pengembang pun masih terus berusaha mengembangkan teknologi Li-Fi agar dapat dimanfaat secara maksimal oleh masyarakat.

2. Punya spektrum yang lebih luas

Dari sisi spektrum, rentang spektrum Cahaya juga dianggap lebih luas dari frekuensi radio yang digunakan oleh Wi-Fi. Bahkan hingga 10.000 lebih besar. Hal ini tentu akan menjawab besarnya kebutuhan frekuensi yang kian meningkat. Apalagi dengan hadirnya teknologi 5G.

Spektrum cahaya tampak juga lebih luas daripada RF – sekitar 10.000 lebih besar dari seluruh spektrum frekuensi radio. Ini sangat penting terutama dengan tuntutan data saat ini. Ini menyediakan banyak frekuensi yang tersedia di mana tugas dapat diturunkan, membebaskan ruang yang sangat dibutuhkan untuk 5G.

3. Tak memerlukan perangkat elektronik tambahan
Li-Fi juga dianggap lebih ramah lingkungan karena minim kebutuhan akan device lainnya. Misalnya saja router, penguat gelombang, repeater, atau modem yang akrab Kamu gunakan saat akan memanfaatkan jaringan Wi-Fi.

Dengan minimnya perangkat lain, maka teknologi Li-Fi akan lebih menghemat daya dan energi listrik. Hal ini juga berimbas pada penghematan kebutuhan suplai listrik yang hingga kini salah satu pemasok terbesarnya berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

4. Bisa diakses masyarakat daerah terpencil
Jika Anda berada di wilayah perbatasan atau daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan sinyal, maka Li-Fi bisa menjawab kebutuhan tersebut. Hal ini karena Li-Fi diproyeksikan dapat menggunakan tenaga matahari.

Artinya teknologi ini akan menguntungkan Indonesia sebagai salah satu negara di wilayah khatulistiwa yang punya rentang waktu sinar matahari lebih lama dari negara lain.

5. Lebih aman dari Penyadapan
Perihal penyadapan juga menjadi salah satu permasalah dalam perkembangan teknologi digital yang serid dihadapi. Hal ini tak lepas dari rentannya frekuensi radio terhadap pembajakan sinyal.

Berbeda dengan Wi-Fi, pengiriman sinyal berbasis Cahaya akan lebih sulit dibajak atau disadap karena Cahaya akan sulit menembus permukaan buram dan tetap terkurung pada ruang.
Kekurangan Teknologi Li-Fi yang jadi tantangan
Walau digadang-gadang menjadi teknologi masa depan, Li-Fi masih memiliki beberapa tantangan yang tak mudah untuk diatasi. Salah satunya yakni keterbatasan jangkauan karena pancaran Cahaya yang tak bisa menembus dinding sehingga pemancar haruslah berada pada lokasi strategis yang bisa menjangkau semua area.

Ini berbanding terbalik dengan Wi-Fi yang bisa menembus tembok sekalipun. Jangkauan yang luas menyebabkan Wi-Fi banyak digunakan dalam ruang public.

Selain jangkauan, masalah gangguan juga masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Cahaya sumber sinar Li-Fi sangat rentan terganggu oleh sumber Cahaya lain sepert matahari. Apalagi jika lampu LED Li-Fi terus menyala, maka dikhawatirkan menjadi polusi cahaya.

Pengembangan teknologi Li-Fi dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap perlu mendapatkan apresiasi. Para ilmuwan terus berupaya mencari solusi atas permasalahan dan permintaan kebutuhan masyarakat yang kian waktu semakin meningkat.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis: Imam A. Hanifah
editor: jatmiko

Related Posts

Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Forum kajian KURMA PMII Kota Malang. Foto/dok
News

Faisol Fatawi Ajak Kader PMII Menjaga Adab dalam Dialektika Intelektual

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
FEB Unisma

FEB UNISMA Gandeng LSP TIK Gelar Sertifikasi Kompetensi TIK Mahasiswa Untuk Membangun Karakter 4.0

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.