Senin, Oktober 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

5 Faktor Penyebab Maraknya Investasi Bodong Berkedok Robot Trading

Kerugian Dana Masyarakat Mencapai Puluhan Triliun Rupiah

Redaksi by Redaksi
Maret 31, 2022 3:27 pm
in Ruang Cendekia
Praktisi Ekonomi Kreatif di Kota Batu, Rizky Ramdan. Foto: dok

Praktisi Ekonomi Kreatif di Kota Batu, Rizky Ramdan. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Rizky Ramdan* 

​Di tengah pandemi COVID-19 di mana mobilisasi masyarakat menjadi sulit karena penyebaran virus diikuti dengan krisis ekonomi di berbagai sektor usaha riil yang membuat masyarakat tidak dapat lagi bekerja. Dengan adanya fenomena COVID-19 dan banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan maka muncullah penawaran investasi bodong berkedok robot trading dengan menjajikan keuntungan sebesar 10-15 persen per bulan.

READ ALSO

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

​Fenomena investasi bodong berkedok robot trading ini seolah olah memberikan solusi bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena pandemi COVID-19 sehingga masyarakat awam yang buta terhadap literasi keuangan berbondong bondong menggunakan tabungan hingga menggadaikan asset properti untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan untuk dapat berpartisipasi kedalam investasi bodong berkedok robot trading yang menawarkan profit konsisten tanpa adanya risiko kehilangan modal.

​Beberapa hal yang menjadi faktor pendorong maraknya investasi bodong berkedok robot trading adalah :

1. Masyarakat Indonesia masih awam terhadap literasi keuangan mengenai berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi ataupun pasar berjangka. Masyarakat Indonesia lebih mempercayai ajakan dari lingkungan sosial terdekat.

2. Kesulitan Ekonomi di saat pandemi COVID-19 membuat masyarakat berpikir mengenai peluang usaha baru yang tidak terdampak oleh Pandemi sehingga marak munculnya investasi bodong berkedok robot trading yang selalu menawarkan keuntungan 10-15 persen per bulan tanpa adanya risiko kerugian seperti kehilangan modal atau yang biasa disebut loss atau margin call.

3. Keberhasilan penawaran investasi Bodong berkedok robot trading di tengah pandemi COVID-19 ini juga dipengaruhi oleh banyaknya influencer mulai dari artis, pejabat, kolega hingga keluarga terdekat sehingga penyebaran informasi robot trading dari mulut ke mulut telah berhasil menghimpun ratusan ribu member dan berhasil menghimpun dana masyarakat hingga triliunan rupiah.

4. Investasi bodong berkedok robot trading ini seolah olah menawarkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) yang meniru perilaku manusia saat melakukan aktivitas trading dalam komoditas berjangka dengan menerapkan money management yang ketat dengan perbandingan rasio keuntungan kerugian (risk reward ratio) sebesar 1-2 persen dalam setiap aktivitas trading sehingga jika dirata rata akan mendapatkan keuntungan sebesar 10-15 persen dalam satu bulan kegiatan trading. Sistem tersebut dinilai seolah olah benar namun kenyataannya aktivitas trading yang dilakukan adalah manipulatif dan fiktif yang diatur dalam sebuah software.

5. Faktor testimoni dari para member robot trading ini memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap calon member yang akan bergabung. Testimoni tersebut menampilkan profit yang dapat ditarik sewaktu waktu disertai dengan berbagai properti seperti rumah mewah, mobil super car dan uang cash miliaran sehingga masyarakat awam berbondong bondong bergabung kedalam investasi bodong berkedok robot trading.

​Fenomena investasi bodong berkedok robot trading ini pada kenyataannya telah berhasil menghimpun dana masyarakat hingga puluhan miliar seperti entitas perusahaan Mark AI yang telah membawa kabur 250 miliar, Fahrenheit 5 triliun, Viral Blast 1 triliun, dan DNA Pro sebesar 20 triliun. Oleh karena itu OJK melalui Satgas Waspada Investasi, Kemendag melalui Bappebti, dan Polri Bareskrim telah melakukan tindakan hukum bagi perusahaan investasi bodong berkedok robot trading.

 

*Penulis merupakan Praktisi Ekonomi Kreatif di Kota Batu

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: batuHeadlineinvestasikota batu

Related Posts

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Saat dalam Kondisi Terpuruk, Benarkah Kita Tidak Sendirian?
Ruang Cendekia

Saat dalam Kondisi Terpuruk, Benarkah Kita Tidak Sendirian?

Minggu, 27 Sep 2026
Next Post
Dahlan Iskan: Politik Musuh Pengusaha Kecil

Dahlan Iskan: Politik Musuh Pengusaha Kecil

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.