MALANG, Tugumalang.id – Kecelakaan pesawat tragis melibatkan pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024). Pesawat yang baru saja terbang dari Bangkok, Thailand itu gagal mendarat dengan sempurna dan kemudian terbakar hebat.
Diduga 85 penumpang tewas dalam kecelakaan tragis tersebut. Peristiwa kecelakaan pesawat Jeju Air menjadi catatan buruk dalam sejarah penerbangan di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Setelah Sempat Dinyatakan Hilang Usai Terjadi Kecelakaan Pesawat Helikopter, Presiden Iran, Ebrahim Raisi Dikonfirmasi Meninggal Dunia
Masalah roda pendarat pada pesawat Jeju Air ditengarai menjadi penyebab dari kecelakaan tersebut. Karena sebelum terbakar hebat, pesawat Jeju Air keluar dari landasan pacu saat mendarat dan kemudian menabrak dinding pagar bandara.
Tak berselang lama keluar percikan api dari mesin jet pesawat disusul dengan ledakan yang membuat pesawat terbakar hebat.
Berikut ini Tugumalang.id telah merangkum beberapa fakta peristiwa kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan.
1. Mengalami Masalah pada Roda Pendarat
Pesawat Jeju Air yang berjenis Boeing 737-800 mengalami kendala roda pendarat sebelum peristiwa naas terjadi di Bandara Internasional Muan.
Sebelum mendarat dan menabrak pagar dinding bandara, pilot sempat berusaha melakukan manuver go around untuk menghindari pendaratan langsung dan mencoba kembali terbang.
Tetapi upaya yang dilakukan sang pilot gagal dan berujung pada pendaratan darurat atau belly landing yang berakhir tragis karena pesawat Jeju Air kemudian terbakar dan terjadi ledakan hebat.
2. Alami Tabrakan dan Kebakaran Hebat
Pesawat Jeju Air mendarat darurat setelah mengalami masalah saat akan mendarat di Bandara Muan. Usaha pilot untuk memperlambat laju pesawat tidak berhasil dan akhirnya menabrak dinding bandara di ujung landasan pacu.
Akibat insiden tersebut pesawat Jeju Air terbelah dan mengalami kebakaran hebat yang melalap sebagian besar badan pesawat.
Baca Juga: Daftar Kecelakaan Pesawat TNI di Indonesia Sejak 2004
3. Sebagian Besar Penumpang Warga Korea Selatan
Pesawat Jeju Air membawa 173 warga Korea Selatan, dua warga negara Thailand, serta enam awak kabin. Para penumpang tersebut baru saja kembali usai merayakan libur Natal di Thailand.
4. 120 Penumpang Dikabarkan Menjadi Korban dan 59 Penumpang Masih Dinyatakan Hilang
Imbas peristiwa kecelakaan tragis pesawat Jeju Air, sebanyak 120 penumpang dikabarkan meninggal dunia sementara 59 orang masih dinyatakan hilang dan masih dilakukan pencarian.
Korban yang teridentifikasi terdiri dari 54 pria, 57 wanita dan sembilan jenazah belum diketahui identitasnya.
5. Pemerintah Korea Selatan Tetapkan Situasi Tanggap Darurat
Plt Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok menetapkan situasi tanggap darurat pasca peristiwa kecelakaan tragis pesawat Jeju Air. Ia memimpin langsung situasi tanggap darurat dan memobilisasi segala sumber daya yang ada di Negeri Gingseng tersebut.
Sementara pihak Jeju Air telah mengaktifkan protokol darurat dan memberikan bantuan serta pendampingan kepada keluarga korban. Pihak maskapai juga meminta maaf secara mendalam kepada keluarga korban.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Redaktur: jatmiko





























