Malang, Tugumalang.id – Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) bakal menjalani prosesi wisuda semester genap 2023/2024 pada Sabtu (26/10/2024). Setidaknya, bakal ada 470 mahasiswa yang akan menjalani wisuda itu.
Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Dr Sudi Dul Aji menjelaskan bahwa jumlah wisudawan tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, ada sekitar 250 wisudawan dan tahun ini akan ada 470 wisudawan.
“Yang istimewa, di wisuda nanti akan ada orasi ilmiah dari pakar hukum tata negara,” ucapnya.
Dalam rangkaian wisuda itu, Unikama juga menggelar Talk Show berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Unikama. Beberapa alumni Unikama seperti Prof Sebastian, Rektor yang tengah berkiprah di Arab Saudi, Agus hingga Afan guru penggerak di Pasuruan.
Talk show tersebut merupakan upaya Unikama dalam menyerap masukan masukan dari alumni dan praktisi dalam menyelaraskan kurikulum kampus dengan kebutuhan industri. Para narasumber tersebut dimintai pandangan dan masukannya terkait perbaikan kurikulum di Unikama.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Yuk Ikuti Talk Show Alumni dan Job Fair 2024 Unikama, Kesempatan Mendapatkan Pekerjaan
Selain itu, Unikama juga menggelar Job Fair yang berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan. Rangkaian kegiatan ini menurutnya merupakan upaya Unikama dalam peningkatan kinerja kampus bersama alumni.
“Jadi kami juga berhadap ada masukan masukan dari alumni yang sudah berkiprah di industri industri besar. Sehingga kami bisa mengevaluasi terkait kurikulum kami apakah sudah sesuai dengan dunia kerja saat ini,” kata Sudi.
Sejauh ini, Sudi menyampaikan bahwa keterserapan kerja para lulusan Unikama di dunia kerja rata rata cukup tinggi, terutama di bidang pendidikan.
Meski begitu, dia menyampaikan bahwa Unikama saat ini memang sudah waktunya untuk melakukan evaluasi kurikulum. Namun pihaknya juga masih menanti apakah ada kebijakan baru terkait kurikulum pendidikan Indonesia dalam pemerintahan baru Presiden Prabowo.
Baca Juga: Inspirasi Kepemimpinan dan Dedikasi dari Rektor Unikama, Dr Sudi Dul Aji
Dia memprediksi tak akan banyak perubahan dalam kurikulum di pemerintahan baru nanti. Hanya saja, mainset pembelajaran di perguruan tinggi nantinya tak hanya kognitif, tetapi perguruan tinggi didorong untuk bisa menatap peluang masa depan.
“Makanya kami di Unikama sudah mulai pembelajaran berbasis masalah dan penyelesaiannya. Itulah yang kementerian pendidikan tinggi dan riset harapkan,” ucapnya.
“Jadi belajar di perguruan tinggi tak hanya belajar matematika dasar. Tetapi bagaimana memanfaatkan ilmu itu untuk bisa diaplikasikan di kehidupan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko





























