Tugumalang.id – Belajar keras sering dianggap sebagai kunci keberhasilan. Namun, bagi Henry L. Roediger III, seorang profesor psikologi kognitif di Washington University, kerja keras saja tidak cukup.
Selama 40 tahun meneliti memori, Prof. Roediger merasa frustrasi karena teknik belajar efektif miliknya tidak banyak diterapkan dan hanya berhenti di jurnal akademis, sementara banyak sekolah yang masih mengajarkan cara belajar yang keliru.
Baca Juga: Yayasan Insan Permata Malang Hadirkan Program Belajar Ramadan yang Seru dan Penuh Makna
Kegelisahan itulah yang melahirkan buku Make It Stick: The Science of Successful Learning. Bersama Mark McDaniel dan Peter Brown, ia membedah hasil riset sejak tahun 1970 untuk membuktikan bahwa belajar efektif bukan soal durasi, tapi strategi.
Simak 4 Teknik Belajar Efektif dari buku Make it Stick ini!
1. Spaced Repetition
Budaya sistem kebut semalam atau dikenal dengan SKS mungkin terasa menyelamatkan, namun Prof. Roediger menyebut cara belajar ini tidak efektif.
SKS hanya memaksa informasi masuk ke memori jangka pendek di mana seseorang dapat menghafal dengan cepat, namun cepat pula lupanya.
Sebagai gantinya, ia menuliskan tentang strategi spaced repetition. Alih-alih belajar 3 jam nonstop sebelum ujian, pecahlah menjadi 1 jam dalam tiga hari yang berbeda.
Analisis terhadap 254 riset pada 2006 membuktikan bahwa jeda waktu memaksa otak bekerja lebih keras untuk mengingat kembali, yang justru memperkuat koneksi memori jangka panjang. Teknik ini juga sangat ampuh bagi yang ingin tampil percaya diri saat pitching ide atau presentasi bisnis.
2. Retrieval Practice
Membaca ulang catatan berkali-kali sering kali memberikan kesan produktif sehingga banyak orang merasa paham hanya karena familiar dengan kalimatnya, padahal aslinya belum.
Teknik retrieval practice akan memberikan tantangan besar untuk mengambil informasi tanpa bantuan modul, hanya mengandalkan apa yang ada di memori. Bagaimana caranya?
Baca Juga: Tak Hanya Belajar di Kelas, Siswa SDIT Insan Permata Malang Terjun Langsung Kenali Dunia Profesi
Setelah membaca satu bab, tutup bukunya dan tuliskan poin-poin penting yang pembaca ingat. Dalam risetnya, Prof. Rodi menemukan kelompok yang menerapkan teknik ini meraih nilai 50% lebih baik dibanding mereka yang hanya membaca ulang materi. Hal ini membuktikan bahwa semakin keras otak bekerja mencari informasi, semakin kuat memori itu tertanam.
3. Interleaving
Fenomena lainnya yang sering ditemui adalah banyak orang terjebak pada block practice, yakni fokus pada satu topik sampai tuntas sebelum pindah ke topik lain. Padahal, metode interleaving atau mencampurkan beberapa topik dalam satu sesi belajar justru lebih efektif.
Dengan mencampur topik otak dilatih untuk mengenali perbedaan konsep dan lebih adaptif. Contoh penerapannya seperti misalnya: 20 menit belajar Sejarah Majapahit, 20 menit Kediri, dan 20 menit Singasari.
Buku ini menunjukkan hasil riset oleh Doug Rohrer dan Kelly Taylor yang menunjukkan bahwa pelajar yang menggunakan teknik ini meraih nilai rata-rata 43% lebih tinggi saat ujian.
4. Generation
Generation merupakan teknik yang paling unik di antara 3 teknik lainnya. Alih-alih membaca materi baru mengerjakan soal, pembaca diarahkan untuk coba kerjakan soal atau tebak jawabannya terlebih dahulu sebelum kemudian membaca dan mempelajari materinya.
Meskipun jawabannya mungkin akan salah, namun proses menebak ini memicu perhatian otak menjadi lebih tinggi saat menemukan jawaban yang benar.
Penelitian menunjukkan bahwa usaha menebak di awal menciptakan koneksi memori yang jauh lebih kuat dibandingkan hanya mengerjakan dengan sembari mencari jawaban di buku catatan.
Keempat teknik belajar efektif dalam buku Make It Stick ini menunjukkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya bergantung pada waktu yang dihabiskan, tetapi juga pada strategi yang digunakan.
Dengan menerapkan teknik belajar efektif dari Henry L. Roediger ini, proses belajar tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih bermakna dalam jangka panjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah (Magang)
Editor: Herlianto. A







![[09.34, 12/3/2026] Diyah Magang UM: Jangan Asal Belajar! Buku ‘Make it Stick’ Ungkap 4 Teknik Belajar Agar 10 Kali Lebih Efisien dan Tidak Cepat Lupa Tugumalang.id – Belajar keras sering dianggap sebagai kunci keberhasilan. Namun, bagi Henry L. Roediger III, seorang profesor psikologi kognitif di Washington University, kerja keras saja tidak cukup. Selama 40 tahun meneliti memori, Prof. Roediger merasa frustrasi karena teknik belajar efektif miliknya tidak banyak diterapkan dan hanya berhenti di jurnal akademis, sementara banyak sekolah yang masih mengajarkan cara belajar yang keliru. Kegelisahan itulah yang melahirkan buku Make It Stick: The Science of Successful Learning. Bersama Mark McDaniel dan Peter Brown, ia membedah hasil riset sejak tahun 1970 untuk membuktikan bahwa belajar efektif bukan soal durasi, tapi strategi. Simak 4 Teknik Belajar Efektif dari buku Make it Stick ini! 1. Spaced Repetition Budaya Sistem Kebut Semalam atau dikenal dengan SKS mungkin terasa menyelamatkan, namun Prof. Roediger menyebut cara belajar ini tidak efektif. SKS hanya memaksa informasi masuk ke memori jangka pendek dimana seseodang dapat menghafal dengan cepat, namun cepat pula lupanya. Sebagai gantinya, ia menuliskan tentang strategi Spaced Repetition. Alih-alih belajar 3 jam nonstop sebelum ujian, pecahlah menjadi 1 jam dalam tiga hari yang berbeda. Analisis terhadap 254 riset pada 2006 membuktikan bahwa jeda waktu memaksa otak bekerja lebih keras untuk mengingat kembali, yang justru memperkuat koneksi memori jangka panjang. Teknik ini juga sangat ampuh bagi yang ingin tampil percaya diri saat pitching ide atau presentasi bisnis. 2. Retrieval Practice Membaca ulang catatan berkali-kali sering kali memberikan kesan produktif sehingga banyak orang merasa paham hanya karena familiar dengan kalimatnya, padahal aslinya belum. Teknik Retrieval Practice akan memberikan tantangan besar untuk mengambil informasi tanpa bantuan modul, hanya mengandalkan apa yang ada di memori. Bagaimana caranya? Setelah membaca satu bab, tutup bukunya dan tuliskan poin-poin penting yang pembaca ingat. Dalam risetnya, Prof. Rodi menemukan kelompok yang menerapkan teknik ini meraih nilai 50% lebih baik dibanding mereka yang hanya membaca ulang materi. Hal ini membuktikan bahwa semakin keras otak bekerja mencari informasi, semakin kuat memori itu tertanam. 3. Interleaving Fenomena lainnya yang sering ditemui adalah banyak orang terjebak pada block practice, yakni fokus pada satu topik sampai tuntas sebelum pindah ke topik lain. Padahal, metode interleaving atau mencampurkan beberapa topik dalam satu sesi belajar justru lebih efektif. Dengan mencampur topik otak dilatih untuk mengenali perbedaan konsep dan lebih adaptif. Contoh penerapannya seperti misalnya: 20 menit belajar Sejarah Majapahit, 20 menit Kediri, dan 20 menit Singasari. Buku ini menunjukkan hasil riset oleh Doug Rohrer dan Kelly Taylor yang menunjukkan bahwa pelajar yang menggunakan teknik ini meraih nilai rata-rata 43% lebih tinggi saat ujian. 4. Generation Generation merupakan teknik yang paling unik diantara 3 teknik lainnya. Alih-alih membaca materi baru mengerjakan soal, pembaca diarahkan untuk coba kerjakan soal atau tebak jawabannya terlebih dahulu sebelum kemudian membaca dan mempelajari materinya. Meskipun jawabannya mungkin akan salah, namun proses menebak ini memicu perhatian otak menjadi lebih tinggi saat menemukan jawaban yang benar. Penelitian menunjukkan bahwa usaha menebak di awal menciptakan koneksi memori yang jauh lebih kuat dibandingkan hanya mengerjakan dengan sembari mencari jawaban di buku catatan. Keempat teknik belajar efektif dalam buku Make It Stick ini menunjukkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya bergantung pada waktu yang dihabiskan, tetapi juga pada strategi yang digunakan. Dengan menerapkan teknik belajar efektif dari Henry L. Roediger ini, proses belajar tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih bermakna dalam jangka panjang. Penulis : ‘Isyatur Rodhiyah Deskripsi : Bosan belajar keras tapi cepat lupa? Simak 4 teknik belajar efektif menurut pakar memori Henry L. Roediger dalam buku Make It Stick dan tingkatkan daya ingat hingga 10x lipat. Keywords : Teknik Belajar efektif, Make it Stick, Teknik belajar agar tidak cepat lupa Tag : Tips belajar, Make it Stick, Self Improvement, Hendry L. Roediger [09.34, 12/3/2026] Diyah Magang UM: Ilustrasi belajar dengan interleaving atau mempelajari banyak subjek dalam 1 jam durasi belajar (Foto: Pinterest @pyl) [09.35, 12/3/2026] Diyah Magang UM: Takut Gagal Pakai Eyeliner? Kenali Dulu Jenis-Jenis Eyeliner dan Tentukan Mana yang Paling Cocok Tugumalang.id – Riasan mata seringkali menjadi penentu karakter wajah seseorang. Dari sekian banyak alat kosmetik, eyeliner adalah kunci untuk membuat mata terlihat lebih hidup, tegas, atau bahkan lebih besar. Namun, bagi sebagian orang, memilih jenis-jenis eyeliner yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Mengingat banyaknya inovasi di dunia kecantikan, tidak semua aplikator diciptakan sama. Jika masih bingung menentukan produk mana yang layak masuk ke dalam tas makeup, mengenal jenis-jenis eyeliner adalah langkah pertama yang bisa dilakukan. Hal ini menjadi penting karena beda tekstur eyeliner, beda pula tingkat kesulitan dan hasil akhirnya. Simak Jenis-jenis Eyeliner dan Kelebihannya ini! 1. Eyeliner Pencil Jenis-jenis eyeliner yang paling umum ditemukan adalah model pensil. Teksturnya yang padat namun lembut membuatnya sangat mudah dikendalikan, terutama bagi pemula yang merasa tangannya masih sering gemetar saat merias mata. Eyeliner pencil sangat cocok bagi Anda yang menginginkan hasil yang natural dan soft. Selain itu, jenis ini paling aman digunakan pada garis dalam mata karena formulanya cenderung ringan. Jika ingin tampil dengan gaya smokey eyes, Eyeliner ini akan sangat membantu dengan cukup baurkan sedikit garis pensil ini menggunakan cotton bud dan ratakan ke area kelopak mata. 2. Eyeliner Pen Eyeliner pen atau felt tip adalah solusi membuat garis mata yang tegas dan tajam seperti para beauty vlogger. Bentuknya yang menyerupai spidol membuat jenis-jenis eyeliner ini menjadi favorit banyak orang yang mengutamakan kepraktisan. Meskipun bagi para pemula masih perlu Latihan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kelebihan utamanya adalah ujung aplikator yang runcing, sehingga sangat memudahkan pembuatan winged liner atau cat eye. Tintanya otomatis keluar tanpa perlu dicelup, membuatnya sangat efisien untuk dipakai saat terburu-buru. Jenis ini sangat cocok untuk pekerja kantoran atau mahasiswa yang ingin tampil on point dalam waktu singkat. 3. Eyeliner Liquid Jika Anda sudah cukup mahir, eyeliner liquid (cair) adalah pilihan untuk tampilan yang lebih berani. Biasanya hadir dalam botol kecil dengan aplikator kuas yang sangat tipis. Dari berbagai jenis-jenis eyeliner, model cair memberikan pigmentasi warna yang paling pekat dan tahan lama. Namun, jenis ini membutuhkan ketelitian ekstra. Teksturnya yang cair memerlukan waktu beberapa detik untuk mengering. Jika Anda tidak sabar dan langsung berkedip, tintanya berisiko berantakan ke kelopak mata. Namun, sekali kering, hasilnya akan terlihat sangat tajam. 4. Eyeliner Gel Ada juga jenis eyeliner gel yang menggunakan pot kcil sebagai wadah dan kuas sebagai aplikatornya. Jenis-jenis eyeliner ini memiliki konsistensi yang creamy dan biasanya memiliki formula waterproof yang sangat kuat. Eyeliner gel adalah pilihan tepat untuk menghadiri acara yang berlangsung lama seperti pesta pernikahan atau wisuda. Daya tahannya terhadap keringat dan minyak wajah menjadi keunggulan dari produk ini. Meskipun membutuhkan kuas terpisah untuk aplikasinya, hasil goresannya sangat halus dan intensitas warnanya bisa diatur sesuai keinginan. 5. Eyeliner Stamp Inovasi terbaru dunia kecantikan juga melahirkan jenis eyeliner stamp. Bagi para make up antusias yang selalu kesulitan membuat winged eyes yang simetris antara kiri dan kanan, produk ini bisa menjadi solusinya. Cara pemakaiannya pun cukup mudah. Tempelkan sisi stempel yang berbentuk segitiga di sudut luar mata, lalu hubungkan dengan garis spidol di sisi lainnya. Dalam sekejap, wing yang sempurna pun tercipta. Dari jenis-jenis eyeliner yang ada, model ini adalah yang paling inovatif dan cocok bagi mereka yang ingin hasil instan tanpa harus berlatih bertahun-tahun. Namun sebelum membeli ada baiknya untuk melihat bentuk stamp yang paling cocok dengan bentuk mata masing-masing. Mengetahui jenis-jenis eyeliner dan masing-masing kegunaannya akan membantu menciptakan tampilan lebih percaya diri. Apa pun pilihannya, pastikan produk tersebut nyaman di mata dan sesuai dengan aktivitas masing-masing. Dengan memilih jenis-jenis eyeliner yang tepat, riasan mata impian bukan lagi sekadar angan! Penulis : ‘Isyatur Rodhiyah Deskripsi : Masih bingung memilih eyeliner? Kenali berbagai jenis-jenis eyeliner mulai dari pensil, pen, hingga stamp. Temukan mana yang paling cocok untuk bentuk mata dan kebutuhan riasan Anda di sini! Keywords : Jenis-jenis eyeliner, eyeliner untuk pemula, cara memilih eyeliner Tag : Beauty Tips, Eyeliner, Makeup Tutorial, Skincare, Beauty [09.35, 12/3/2026] Diyah Magang UM: Ilustrasi Eyeliner dari berbagai jenis, mulai dai pensil hungga gel. (Foto: Pinterest @Angela Chamberlain Mesman)](https://tugumalang.id/wp-content/uploads/2026/03/e65fe404-571e-445b-bec2-3b554fc80aad-75x75.jpg)





















