Tugumalang.id – Banyak masyarakat yang masih mengira penyebab terbesar kematian di Indonesia adalah bunuh diri, kecelakaan, bahkan pembunuhan. Hal itu tidak salah, hanya saja ada tiga penyebab besar lainnya yang sering dilupakan atau bahkan jarang diketahui.
Gagal ginjal, stroke dan jantung lah pembunuh tersembunyinya. Namun, penyebaran informasi tentang hal ini masih jarang sehingga masih sedikit yang bersikap waspada akan kemungkinan terjangkitnya penyakit itu.
Dokter Gia Pratama yang merupakan seorang dokter hemodialisa yang juga terjun ke IGD sering menemukan kasus-kasus gagal ginjal, stroke, bahkan serangan jantung.
Baca Juga: Kuncoro Asisten Arema FC Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Dokter Ungkap Risiko Olahraga Intens
Di salah satu video yang diunggah oleh channel youtube MALAKA, Doketer Gia menjelaskan bahwa penyakit ini sudah mulai menjangkit warga yang masih berusia 20 tahun.
Lalu bagaimana cara mencegahnya?
“Kita harus menjaga pembuluh darah kita tetap utuh, tetap baik endotelnya sehat” Tegas dr. Gia.
Kerusakan pembuluh darah merupakan kesamaan yang dimiliki ketiga penyakit itu. Hal ini lah yang menjadi pemicu utama terjadinya kondisi-kondisi itu. Tak hanya memberikan cara pencegahan, dr. Gia juga menjelaskan penyebab dari rusaknya pembuluh darah.
Berikut 4 Faktor Penyebab Kerusakan Pembuluh Darah:
1. Gula Darah Tinggi
Tekanan gula darah yang tinggi bisa merudak endiotel, atau dinding pembuluh darah. Dr. Gia menjelaskan jika pembuluh darah robek, maka gula yang berlebih ini bisa menjadi penyumbat.
Letak penyumbatan menjadi hal paling krusial. Seperti contoh, jika penyumbatan terjadi di jantung, maka akan menyebabkan serangan jantung.
2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Selain gula darah yang tinggi,tekanan darah yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab lainnya. Sebagaimana disebutkan oleh dr. Gia, tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah terus seperti balon yang ditiup terus menerus. Bila tidak segera dihentikan pembuluh darah bisa pecah dan memicu lahirnya stroke bahkan serangan jantung.
3. Kolesterol Tinggi
Tidak jauh berbeda dengan gula darah, kolesterol yang tinggi juga bisa menjadi penyebab penyumbatan pembuluh darah. Hal ini karena sifatnya yang mengentalkan darah, sehingga ia juga bisa meningkatkan tekanan darah pada tubuh manusia.
4. Merokok
Penyebab terakhir dan paling banyak dilakukan oleh laki-laki di Indonesia adalah merokok. “Indonesia merupakan negara dengan jumlah laki-laki perokok tertinggi di dunia,” sebut dr. Gia. Beliau juga menambahkan sektar 71% dari jumalh laki-laki di Indonesia yang aktif merokok hingga saat ini. Padahal asap rokok merupakan satu dari faktor penyebab rusaknya pembuluh darah dan memicu 3 penyakit berbahaya itu untuk muncul.
Setelah mengetahui penyebab kerusakannya, saatnya melangkah pada langkah pencegahannya. Berikut saran pencegahan yang disebutkan oleh dr. Gia.
1. Menjaga Makanan
Langkah pertama pencegahan adalah dengan menjaga pola makan dan memilih makanan yang akan masuk ke tubuh. Konsumsi gula dan garam harus sangat diperhatikan. dr. Gia menyarankan untuk mengurangi konsumsi gula dan garam.
Hal yang sama juga harus dilakukan terhadap makanan berlemak yang dapat memicu lahirnya kolesterol. Dengan menjaga makanan, gula darah dan tekanan darah akan ikut stabil, sehingga memperkecil kemungkinan kerusakan pembuluh darah.
2. Berhenti Merokok
Langakh kedua yakni berhenti merokok. Rokok merupakan satu pemicu yang sangat berbahaya. Tidak hanya perokok aktif yang akan merasakan akibatnya. Karena faktanya perokok pasif tingkat 2 dan 3 juga merasakan akibatya jika berada dekat dengan perokok aktif.
3. Olahraga rutin
Langkah terakhir yang disebutkan dokter Gia adalah olahraga rutin. Tidak harus dengan olahraga berat untuk memulai rutinitas olahraga yang konsisten. Beliau mengajarkan gerakan “mengejar matahari”. Mengapa dinamakan demikian, karena jalan kaki dimulai setelah sholat subuh sampai matahari terbit.
Meskipun terkesan ringan, jalan kaki memberikan banyak manfaat seperti, membantu insulin menyerap gula darah sehingga gula darah turun dan mengurangi resiko diabetes.
Gerakan lainnya yang bisa dilakukan adalah plank. Gerakan ini melatih banyak otot sekaligus. Meskipun tidak bergerak aktif seperti kardio, plank juga bisa membakar kalori dan mengurangi lemak jika dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Sebagai penutup, dr. Gia mengingatkan bahwa olahraga terbaik adalah yang konsisten dan progresif. Sehigga bagi siapapun yang mencoba konsisten berolah raga dan mengaja pola hidup sehat, jangan menyerah dan terus mencoba.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A


























