Jumat, Juli 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

4 Desa di Kota Batu Punya Kawasan Agroforestri Kopi di Coban Talun

Hasil Kolaborasi Pemerintah, Desa dan Perhutani

Redaksi by Redaksi
Juni 14, 2023 5:22 pm
in Pemerintahan
Peresmian Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi

Peresmian Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuna oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai dan jajaran Forkopimda pada Rabu (14/6/2023). Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Kolaborasi apik tercipta antara Pemerintah Kota Batu, Desa hingga Perhutani dalam mengembangkan ekonomi daerah yang seiring dengan prinsip ekologi. Namanya Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuna. Kawasan itu berlokasi di Wana Wisata Coban Talun.

Keberadaan kawasan Agroforestri Kopi tersebut diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai dan jajaran Forkopimda Kota Batu pada Rabu (14/6/2023).

READ ALSO

Pemkot Malang Targetkan Kekosongan Pejabat Definitif Terisi Juli 2026: Pakai Manajemen Talenta

Bupati Sanusi Ajak Pelajar Kabupaten Malang Gemar Menabung Sejak Dini Lewat Program KEJAR dan RABU

Peresmian Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuna oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai dan jajaran Forkopimda pada Rabu (14/6/2023). Foto: Azmy

Nantinya, di lahan hutan seluas sekitar 1.700 hektar di 4 desa akan ditanami kopi dan berbagai jenis pohon tegakan lainnya. Selain bisa dimanfaatkan sebagai komoditas, ekologi di sana akan terjaga dari erosi agar kejadian banjir bandang tidak terulang lagi.

Artinya, sektor pertanian holtikultura tidak dilakukan lagi di lereng gunung dan diganti dengan menanam kopi atau pohon produktif lainnya. Tidak heran jika masifnya pertanian holtikultura inilah yang menjadi biang terjadinya erosi.

Gubernur Khofifah ikut melakukan penanaman bibit pohon kopi pertama. Foto : Azmy

Pj. Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menuturkan sejauh ini, meski masih tahap rintisan awal, namun potensi pengembangannya sangat tinggi. Sejauh ini, sudah ada 2 petani yang siap mengolah kebun kopi di atas lahan seluas 2,5 hektar.

Nantinya, akan diperluas lagi di 4 desa lain dengan total lahan mencapai 1.700 hektar. Keempat desa itu adalah Desa Sumbergondo, Giripurno, Bulukerto dan Tulungrejo.

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai saat membuka peresmian Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuna. Foto: Azmy

“Dengan begitu, sektor pertanian hortikultura tidak lagi dilakukan di gunung sehingga potensi bencana bisa diminimalisir. Nanti gak hanya kopi, tapi juga pohon lain yang bisa jadi komoditas, seperti lada misalnya,” papar Aries pada awak media.

BACA JUGA: Bagaimana Agroforestri Menopang Kehidupan Masyarakat Kabupaten Malang

Secara teknis, pengelolaan tetap akan melibatkan masyarakat desa. Diperkirakan, masa panen akan dituai selama dua tahun ke depan. Sementara dari Pemkot Batu akan bertugas memasarkan hasilnya.

“Kita harapkan dalam pengembangan selama jangka waktu 2 tahun ini ada kebangkitan ekonomi yang dirasakan masyarakat desa, termasuk manfaat ekologis itu juga,” ujarnya.

Penyerahan bantuan bibit kopi, rombong hingga alat dan mesin pertanian. Foto: Azmy

Gubernur Jawa Timur Khofifah terkesan dengan gagasan kolaboratif antar lini tersebut. Dia berharap masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam pelestarian hutan seiring dengan kesejahteraan ekonomi yang didapat.

Kawasan Pedesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuna ini menjadi desa ke-17 di Jawa Timur yang mengusung konsep serupa. Jika berhasil dalam kurun 2 tahun ke depan, maka bukan tidak mungkin desa ini bisa naik kelas menjadi desa devisa.

“Jadi saya kira sebaiknya sudah mulai menanam sejak sekarang. Sembari menunggu, nanti juga harus disiapkan pasar ekspornya melalui Comunal Branding,” jelasnya.

Salah satu spot lahan hutan di kawasan perdesaan agroforestri kopi lereng Gunung Arjuna. Foto: Azmy

Menurut Khofifah, potensi kawasan perdesaan ini cukup potensial mengingat kondisi geografisnya yang mendukung. Tentu harus diimbangi dengan memacu daya kreativitas dan inovasi masyarakat desa di masa depan.

“Saya harap bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Jawa Timur. Ini sebagai bukti bahwa kemandirian desa bisa dibuka dari banyak pintu,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Hutan Desa Bulukerto, Sutiono menyampaikan apresiasi atas langkah solutif tersebut. Dia berharap program ini bisa menjawab permasalahan petani selama ini.

“Saya harap program ini sesuai dengan kebutuhan yang kami butuh. Sebab itu, juga perlu langkah nyata kedepannya lewat pendampingan masa tanam, pendanaan hingga pemasarannya nanti,” ucapnya.(adv-Diskominfo)

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: AgroforestriAgroforestri kopiAgroforestrykopiKopi Lereng Gunung ArjunaPerhutani

Related Posts

Ilustrasi Wali Kota Malang saat mengukuhkan ASN (ist)
Pemerintahan

Pemkot Malang Targetkan Kekosongan Pejabat Definitif Terisi Juli 2026: Pakai Manajemen Talenta

Kamis, 2 Jul 2026
Bupati Malang, Sanusi saat memberikan sambutan di kegiatan sosialisasi program KEJAR dan RABU. Foto: Pemkab Malang
Pemerintahan

Bupati Sanusi Ajak Pelajar Kabupaten Malang Gemar Menabung Sejak Dini Lewat Program KEJAR dan RABU

Selasa, 30 Jun 2026
Kegiatan Bapenda Menyapa Warga (BMW) untuk optimalkan penerimaan pajak daerah. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pemerintahan

Capaian Pajak Daerah Kabupaten Malang Tembus Rp351,56 Miliar di Semester I 2026

Selasa, 30 Jun 2026
Pemkab Malang
Pemerintahan

Pemkab Malang Catat SiLPA DBHCHT Sebesar Rp18,9 Miliar pada Tahun Anggaran 2025

Senin, 29 Jun 2026
Pemkab malang
Pemerintahan

Pemkab Malang Percepat PPTPKH untuk Berikan Kepastian Hak Tanah Warga

Rabu, 24 Jun 2026
Wali Kota Malang menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 (M Sholeh)
Pemerintahan

Wali Kota Malang Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pendapatan Daerah Capai Rp2,5 Triliun

Rabu, 24 Jun 2026
Next Post
DPD Partai Golkar Kabupaten Malang

Konsolidasi di Malang, Hersan Komitmen Rebut 2 Kursi untuk Golkar di Pileg 2024

BERITA POPULER

  • Bapenda Kota Malang

    Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.