Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

300 Atlet Taekwondo di Kota Malang Jalani Grading Test

Hadirkan Penguji Presiden ITF Indonesia

Redaksi by Redaksi
November 19, 2023 6:30 pm
in Olahraga
Ratusan atlet Taekwon-Do ITF muda dan dewasa menjalani grading test di Kota Malang (M Sholeh)

Ratusan atlet Taekwon-Do ITF muda dan dewasa menjalani grading test di Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Ratusan atlet Taekwondo ITF Malang menjalani grading test atau ujian kenaikan tingkat di Lapangan Serba Guna SMKN 4 Malang pada Minggu (19/11/2023). Grading test itu turut menghadirkan Presiden Internasional Taekwond-Do Federation (ITF) Indonesia, Ivan Antonius sebagai penguji.

Ratusan atlet usia muda hingga dewasa dengan antusias menjalani serangkaian ujian sesuai tingkatan mulai karakter, gerakan teknik dasar, jurus, sparing hingga pemecahan papan. Setidaknya, ada sekitar 300 atlet yang menjalani grading test itu.

READ ALSO

Akhiri Kebersamaan Selama Tiga Musim, Arema FC – Rifad Marasabessy Sepakat Berpisah

Lagi, Satu Pemain Asing Arema FC, Valdeci Moreira Kirim Kode Perpisahan

Atlet TaekwondoPresiden ITF Indonesia Taekwondo, Ivan Antonius mengaku takjub dengan antusias grading test yang digelar di Malang itu. Sebab menurutnya, ujian kenaikan tingkat ini menghadirkan peserta terbanyak se-Indonesia.

Baca Juga: Atlet Taekwondo Kabupaten Malang Sumbang Medali Perak di Porprov Jatim VIII 2023

“Sebagai penguji, ini trobosan bagi Kota Malang. Ini peserta terbanyak se-Indonesia, ada peningkatan signifikan setelah pandemi. Peserta ujian dan peserta didik terus meningkat. Malang ini perkembangannya cukup baik,” tuturnya.

Menurutnya, Taekwondo ITF berbeda dengan taekwondo pada umumnya. Siswa Taekwondo ITF menurutnya dididik dengan mengedepankan karakter, mental dan kedisiplinan terlebih dahulu sebelum menjalani materi teknik bela diri seperti ketangkasan gerakan kaki dan tangan.

Melalui pendidikan karakter hingga kedisiplinan itu, atlet muda Taekwondo ITF tak akan terlibat dalam aksi bullying yang dapat merusak generasi bangsa.

“Kami mengedepankan karakter, baru teknik atau fisik. Memang tanpa fokus, tanpa karakter dan disiplin maka bela diri bisa menjadi senjata berbahaya. Ibaratnya kalau pisau diberikan ke orang gak jelas kan bahaya,” ungkapnya.

Atlet Taekwondo

“Kami harap di Malang ini menjadi contoh untuk mendidik mental anak anak soal disiplin, karakter dan punya teknik bela diri yang bagus,” imbuh Kepala Pelatih Nasional ITF Indonesia itu.

Taekwondo ITF menurutnya merupakan aliran bela diri taekwondo tertua di Indonesia. Sedangkan ITF Indonesia Taekwondo adalah organisasi nasional yang berafiliasi dengan International Taekwondo Federation (ITF). Bela diri ini diperkenalkan saat tim demo Korea Selatan ke Indonesia, salah satunya di Kota Malang pada 1968 silam.

Selanjutnya organisasi Taekwondo pertama dibentuk di Medan pada 1973, diprakarsai oleh almarhum Harno Omar yang merupakan penyandang sabuk hitam pertama di Indonesia dan dinobatkan sebagai Bapak Taekwondo Indonesia.

Kemudian ITF Indonesia Taekwon-Do sendiri terbentuk pada 2011 di Jakarta. Lalu perkembangannya dimulai di Kota Malang dengan didirikannya ITF Malang Taekwondo pada 7 Januari 2017 lalu. Kini, ITF ITF Indonesia Taekwondo telah tersebar di 16 provinsi di tanah air.

“Jadi ITF setelah di Jakarta, pertama dikembangkan di Malang, lalu Sidoarjo, Madiun, Kalimantan Timur, Kalbar, Riau, Jambi hingga Sulawesi Utara,” jelas Ivan sebagai pemilik sabuk hitam tertinggi di Indonesia yakni Dan VI itu.

Sementara itu, Ketua sekaligus Pendiri ITF Malang Taekwon-Do, Meta Andri Setiawan menambahkan bahwa perkembangan Taekwondo di Malang dimulai sejak 2017 lalu, tepatnya setelah ITF Malang didirikan.

Baca Juga: Atlet Taekwondo UIN Malang Raih Medali Perak di Ajang POMPROV Jatim II

Saat itu, Meta yang hijrah dari Jakarta sempat menggantikan mertuanya yang tengah sakit untuk melatih siswa bela diri. Dari situ, Meta bertekat untuk mendirikan ITF Malang Taekwon-Do dengan melatih 11 siswa dalam kelas ekstrakurikuler di SMKN 4 Malang, sebagai siswa pertamanya.

Dalam perjalananya, Meta mendapat banyak tantangan karena Taekwon-Do ITF jarang dikenal masyarakat. Untuk itu, Meta juga menulis buku tentang sejarah Takewon-Do ITF yang menjadi literasi dan pendorong berdirinya Taekwon-Do ITF di berbagai daerah di Indonesia.

“Jadi awalnya dulu murid saya cuma 11 orang di SMK ini. Tantangannya di awal dulu ya gak ada yang kenal dengan bela diri ini. Lalu akhirnya saya membuat buku dan dipakai di Indonesia hingga berdiri Taekwon-Do ITF di 16 provinsi,” jelasnya.

Atlet Taekwondo

Setelah itu, kegiatan ITF Malang mulai dikenal bahkan kerap diundang sekolah sekolah untuk melatih siswa dalam ekstrakurikuler. Kini, ITF Malang Taekwondo telah memiliki 600 siswa dan anggota.

Menurutnya, ITF Malang Taekwondo sejak 2017 juga telah menggelar grading test reguler (3 bulan sekali) hingga akbar (6 bulan sekali). Adapun grading test kali ini, memang ditujukan untuk menguji siswa apakah layak naik tingkat atau tidak.

Peserta berasal dari berbagai unit binaan ITF Kota Malang. Terbanyak dari Sekolah Internasional Al Ya’lu, kemudian dari SD Islam Al Azhar 56 dan SMK Negeri 4 Malang. Selain itu juga dari sejumlah dojang umum.

“Saya melihat antusiasme kali ini cukup luar biasa. Ini terbesar pasca pandemi. Ada 300-an peserta usia 6 tahun sampai tak terbatas, ada siswa, mahasiswa, pekerja sampai ibu rumah tangga. Siswa dari 3 sekolah dan umum dari Dojang Sawojajar,” ujarnya.

Dalam grading test ini, peserta menjalani ujian mulai karakter, kemampuam teknik dasar, sparing hingga pemecahan papan sesuai tingkatan masing masing.

Dikatakan, Taekwondo ITF memiliki tingkatan sabuk warna. Mulai putih (pemula), strip kuning, kuning polos, kuning strip hijau, hijau polos, hijau strip biru, biru polos, biri strip merah, merah polos, merah strip hitam, hitam. Kemudian sabuk hitam terdapat tingkatan 1 sampai 9 (tertinggi).

Meta mengatakan bahwa Taekwondo ITF cukup bermanfaat jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Sebab ilmu bela diri ini mengedepankan kedisiplinan, membentuk karakter, kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan.

“Lebih tepatnya kami melatih budi pekerti dan membentuk karakter orang yang baik. Karena pada dasarnya bela diri itu untuk membentuk orang baik. Jangan sampai berlatih bela diri tapi digunakan untuk kekerasan atau kejahatan. Maka kami latih agar ilmu ini tidak disalahgunakan,” tandasnya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

 

Tags: Atlet TaekwondoTaekwondo Malang

Related Posts

Rifad Marasabessy (kiri) akhiri kebersamaan tiga musim bersama Arema FC menjelang dibukanya bursa transfer pemain. /Foto: Instagram @aremafcofficial
Olahraga

Akhiri Kebersamaan Selama Tiga Musim, Arema FC – Rifad Marasabessy Sepakat Berpisah

Jumat, 29 Mei 2026
Pemain asing Arema FC, Valdeci Moreira kirim kode perpisahan dengan tim usai kompetisi BRI Super League 2025/2026 rampung. /Foto: Instagram @valdecimoreira_
Olahraga

Lagi, Satu Pemain Asing Arema FC, Valdeci Moreira Kirim Kode Perpisahan

Rabu, 27 Mei 2026
Olahraga unik
Olahraga

6 Olahraga Unik dari Indonesia dan Dunia yang Penuh Tradisi dan Atraksi

Selasa, 26 Mei 2026
Timnas Minisoccer
Olahraga

Seleksi Timnas Minisoccer Indonesia di Malang Diserbu 151 Pendaftar

Selasa, 26 Mei 2026
Kiper andalan Arema FC, Lucas Frigeri pamit tinggalkan tim dan kirim pesan perpisahan yang mendalam. /Foto: Instagram @lucasfrigeri01.
Olahraga

Kirim Pesan Mendalam, Lucas Frigeri Pamit Tinggalkan Arema FC

Senin, 25 Mei 2026
Juara KU 10 dan KU 12 MLSC Malang 2026 berselebrasi. (Foto/dok. MLSC Malang)
Olahraga

Jadi Panggung Lahirnya Bintang Sepakbola Putri, Ini Daftar Juara MLSC Malang 2026

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Coaching Clinic badminton di Kota Malang

Puluhan Anak di Kota Malang Jalani Coaching Clinic Badminton Bersama Atlet Ranking 25 Dunia

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.