Oleh: Achmad Nilam*
Tugumalang.id – Penting sekali memahami keutamaan waktu-waktu tertentu dalam ibadah untuk meraih anugerah yang lebih besar. Misalnya, sepuluh hari terakhir Ramadan, waktu yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar. Malam Qodar adalah momen paling kudus yang ditunggu-tunggu oleh jutaan muslim seluruh dunia di bulan Ramadan.
Seseorang harus menyadari betapa berharganya kesempatan ini dan tidak berlebihan jika ia sampai mengurangi keterikatan pada urusan duniawi dan meningkatkan keterikatan pada urusan ukhrawi di injury time bulan penuh berkah ini. Sebagaimana hadis riwayat Sayyidah Aisyah RA:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
“Carilah Lailatul Qodar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan”. (HR. Bukhari-Muslim).
Baca Juga: Serunya Sahur On The Road di Malang, Kebersamaan, Kuliner, dan Keberkahan Ramadan
Hal ini dikarenakan ada satu malam dari 10 malam terakhir bulan Ramadan, terutama di malam ganjil, yaitu malam yang bertepatan dengan turunnya Al Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.
Malam yang menjadi saksi bisu turunnya wahyu pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril AS. Malam yang menjadi keputusan hukum terhadap sesuatu beserta penulisan takdir-takdir manusia yang akan terjadi di masa satu tahun mendatang, dan malam turunnya para malaikat berdesak-desakan di langit dunia sampai fajar menyingsing.
Malam itu lebih utama daripada 1000 malam atau 83 tahun 4 bulan. Ya, itulah yang disebut Lalilatul Qodar, malam yang penuh dengan keberkahan, rahmat, dan maghfirah.
Baca Juga: 7 Amalan Perempuan Haid untuk Meraih Keberkahan Ramadan
Lailatul Qodar adalah malam doa-doa diangkat, amal ibadah dilipatgandakan, dan pintu-pintu langit terbuka lebar.
Riwayat Lailatul Qodar
علي عن علي بن عروة قال ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما أربعة من بني إسرائيل عبدوا الله ثمانين عاما لم يعصوه طرفة عين
أيوب وزكريا وحزقيل ويوشع بن نون فعجب الصحابة من ذلك فأتاه جبريل فقال عجبت أمتك من عبادة أربعة ثمانين سنة لم يعصوه طرفة عين فقد أنزل الله عليك خيرا من ذلك إنّا أنزلناه فى ليلة القدر وما أدراك ما ليلة القدر ليلة القدر خير من ألف شهر هذا أفضل مما عجبت أمتك فسر بذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم والناس معه
“Rasulullah SAW bercerita, dulu sekali ada empat orang Bani Israil beribadah kepada Allah SWT selama delapan puluh tahun dan tidak pernah bermaksiat meskipun sekejap mata. Rasulullah SAW menyebutkan nama-nama mereka; yaitu Ayub, Zakaria, Hizkil dan Yusak bin Nun. Para sahabat takjub dengan cerita tersebut. Maka datanglah Jibril dan berkata,”Wahai Muhammad umatmu terheran-heran terhadap mereka yang beribadah selama delapan puluh tahun tanpa berbuat dosa walapun sekejap mata. Maka sungguh Allah SWT menurunkan yang lebih baik daripada demikian itu. Kemudian Jibril AS membacakan surat Al Qodr kepada Rasulullah SAW:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُالْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) dalam malam kemuliaan. Apakah yang engkau ketahui tentang malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (Al Qodr 1-3)
“Ini lebih utama daripada apa-apa yang engkau dan umatmu herankan. Maka bergembiralah dengan kabar ini, Rosululloh dan para manusia besertanya” Sambung Jibril AS. (Tafsir Ibnu Katsir – Juz 8/443)
Sebab Lailatul Qodar Dirahasiakan
عن أنس بن مالك قال : أخبرني عبادة بن الصامت : ( أن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج يخبر بليلة القدر فتلاحى رجلان من المسلمين فقال : إني خرجت لأخبركم بليلة القدر وإنه تلاحى فلان وفلان فرفعت وعسى أن يكون خيرًا لكم ، التمسوها في السبع والتسع والخمس
“Rasulullah SAW keluar hendak mengabarkan Lailatul Qodar kemudian ada pertengkaran dua orang laki dari kalangan muslimin. Rasulullah SAW bersabda “Sungguh saya keluar hendak mengabarkan Lailatul Qodar kepada kalian. Ternyata Fulan dan Fulan berseteru, maka Lailatul Qodar pun diangkat. Mungkin itu lebih baik bagi kalian. Carilah Lailatul Qodar di tanggal 27, 29, dan 25”. (HR. Bukhari Muslim)
Amaliah Sunnah Lailaltul Qodar
1. Salat Tahajud atau Salat Malam sebagaimana hadist Riwayat Abu Hurairah RA.
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Siapa saja yang mendirikan salat pada lailatul qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq Alaih)
2. Berdo’a seperti yang dipertintahkan oleh Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah RA:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Maka ampunilah hamba”. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
3. Memperbanyak baca Al Qur’an atau tadarus, sedekah, zikir dan amaliah ketaatan lainnya. Karena amaliah yang dilakukan bertepatan dengan Lailatul Qodar lebih baik dari 1000 bulan.
Semoga dengan memersiapkan diri dengan ilmu, kita bisa meraih keutamaan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meraih Lailatul Qadar. Amin.
*Penulis mengabdi di SMK Al Khazini (Sekolah Sak Ngajinè), Ganjaran, Gondanblegi, Kab. Malang, Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























