Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Waspada Kawasan Rawan Banjir dan Longsor di Kota Batu

Redaksi by Redaksi
Oktober 18, 2022 2:30 pm
in Peristiwa
Kota Batu waspada banjir.

Ilustrasi: Puing longsoran di Kota Batu pada bencana banjir tahun lalu Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU, tugumalang.id – Warga Kota Batu harus mulai waspada. Pasalnya hujan dengan intensitas tinggi sudah mulai terjadi dengan curah hujan berkisar antara 2.001 hingga 2.500 mm. Terutama di lokasi-lokasi rawan yang telah dipetakan. Sebelumnya BMKG telah memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2023.

Menurut keterangan Pusdalops BPBD Kota Batu, ada sejumlah kawasan yang berpotensi tinggi terjadi banjir. Seperti di kawasan Songgokerto, Sisir, Temas, Torongrejo, Punten, dan Sidomulyo. Sementara untuk resiko sedang ialah kawasan Desa Bulukerto, Bumiaji, Pandanrejo, Beji (sebagian), Mojorejo.

READ ALSO

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Kawasan rawan banjir di Kota Batu. sumber:BMKG

Dari beberapa kawasan itu bahkan sudah jadi langganan banjir. Terparah, banjir bandang pernah terjadi melanda Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada 4 November 2021. Dalam peristiwa itu, 80 rumah dinyatakan rusak dan 7 korban jiwa meninggal dunia.

Sementara, masih kata BPBD, untuk titik longsor, ada di 7 titik. Antara lain Desa Gunungsari, Desa Sumberbrantas, Giripurno dan Kelurahan Songgokerto di Kecamatan Batu.

Bencana memang menjadi tantangan tersendiri bagi warga Kota Batu yang tinggal di dataran tinggi. BPBD Kota Batu mencatat hingga 10 Oktober 2022 sudah terjadi 93 bencana. Bahkan sejak memasuki awal musim hujan pada sepekan lalu sudah terjadi 11 kejadian bencana. Rata-rata merupakan kejadian banjir disertai material lumpur.

Angka kejadian itu terbilang tinggi. Sebelumnya, sepanjang tahun 2021 saja di Kota Batu terjadi 152 bencana. Terdapat peningkatan selama 4 tahun terakhir. Tahun 2018 ada 95 kejadian bencana. Lalu, meningkat jadi 115 bencana di tahun 2019 dan 114 bencana di tahun 2020.

Statistik ini membuktikan warga Kota Batu harus selalu waspada jika memasuki musim hujan. Terlebih jika melihat hasil kajian indeks resiko bencana, potensi ancaman bencana paling tinggi diantaranya tanah longsor, banjir, angin kencang hingga angin puting beliung.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim, dari hasil kajian itu pihaknya juga telah merekomendasikan berbagai langkah pencegahan agar potensi bencana itu bisa diminimalisir.

Namun, seharusnya perlu ada mitigasi. Namun itu, kata Rochim memakan banyak biaya. Sampai saat ini, pihaknya tidak bisa maksimal dalam hal ini. ”Contoh mitigasi bencana itu seperti sektor rawan banjir. Sudah, lalu apa? Tindak lanjut, itu artinya perlu pelebaran drainase atau sungai,” terang Rochim, Selasa (18/10/2022).

Sebab utamanya, jelas Rochim, kondisi dimensi sungai seiring waktu mulai mengecil. Jika sewaktu-waktu hujan deras, maka air akan meluber ke jalan-jalan dan membawa material lumpur.

Sebagai alternatif, BPBD juga sudah memberikan rekomendasi kepada dinas terkait untuk melebarkan atau normalisasi sungai. ”Tapi itu juga biayanya tak sedikit. Sepertinya tahun ini tidak bisa terealisasi,” ujarnya.

Rochim melanjutkan, pihaknya melalukan upaya penanggulangan banjir jangka panjang. Seperti rekonstruksi sistem saluran drainase yang dalam hal ini butuh bantuan Pemerintah Provinsi dan BNPB.

Rekonstruksi sistem drainase memang kelihatannya tidak urgen karena memang merupakan bentuk penanganan jangka panjang. Namun jika melihat situasi di jalan-jalan kota ketika hujan hari ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda berupa genangan air.

”Jika tidak segera dicarikan solusi, genangan air akan semakin tinggi dan masuk ke permukiman. Jangan sampai itu kejadian,” ungkapnya.

Rekonstruksi sistem drainase ini menurut Rochim akan bisa dinikmati hasil manfaatnya pada 5-10 tahun ke depan. Mengingat semakin hari, daerah resapan air di Kota Batu semakin berkurang akibat pembangunan.

”Misal intensitas hujan tinggi, maka air akan masuk ke kawasan permukiman atau jalan-jaln sehingga menyebabkan banjir,” kata dia.

Lebih lanjut, sebagai antisipasi pencegahan timbulnya korban akibat peristiwa bencana alam tanah longsor, tahun ini pihaknya bakal melakukan penambahan dua alat early wearing system (EWS) baru.

“Saat ini Kota Batu sudah punya 10 EWS yang terpasang di titik-titik rawan tanah longsor Kota Batu. Lima EWS terpasang pada tahun 2020 dan lima EWS dipasang tahun 2021. Nanti yang baru akan dipasang di Dusun Claket, Desa Gunungsari dan Desa Sumberejo,” tandasnya.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: banjirbanjir kota batuBMKGBPBD Kota BatuHeadlineRekonstruksi sistem drainaseWaspada Banjir

Related Posts

Ekonomi hijau - Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang
Peristiwa

Cara Andreas Eddy Susetyo Bangun Ekonomi Hijau di Pesisir Malang

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sidak di SPBU Mergan (M Sholeh)
Peristiwa

Geger Antrean BBM Mengular, Wali Kota Malang Sidak SPBU Mergan

Jumat, 16 Okt 2026
Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
Proses produksi Pemindangan ikan di Sendangbiru

Industri Kecil Pemindangan Ikan Masyarakat Sendang Biru

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.