Tugumalang.id – Suasana berbeda mewarnai gelombamg aksi demo di Kota Malang pada Rabu (21/10/2026) yang bertepatan dengan 2 tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran. Klakson pengendara untuk koruptor menggema dalam aksi itu. Isu kelangkaan BBM turut menjadi dalah satu fokus aspirasi dalam gelombang aksi di Kota Malang tersebut.
Terpantau, jalur lalu lintas di area aksi demo yang terpusat di Bundaran Alun-Alun Tugu Kota Malang tak ditutup. Pengendara tampak berlalu lalang membelah kepadatan peserta aksi.
Namun menariknya, para peserta membentangkan seluruh poster apirasi dan meminta pengendara membunyikan klakson untuk menyapa para koruptor.
Baca Juga: Desain Baliho Salaf Mirip Prabowo-Gibran, Sanusi Diterpa Rumor Pindah Partai
“Klakson untuk koruptor,” teriak salah salah satu peserta aksi kepada para pengendara. Sontak saja, suara klakson menggema bersahutan dalam aksi tersebut. Ada ojol, sopir truk, sopir pick up, pengendara mobil, pesepeda motor menyalakan klaksonnya.

“Aksi simbolik kami hari ini tentu untuk menyampaikan beberapa poin tuntutan yang selaras dengan kondisi nasional saat ini,” kata M Arif Ilham, Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu.
Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini sedang tak baik-baik saja. Ada kebakaran hutan di berbagai daerah, korupsi, kelangkaan BBM, kenaikan harga pangan yang membuat ekonomi masyarakat kian tercekik.
Baca Juga: Mahrus Ali DPRD Kabupaten Malang Tekankan Kesadaran Demokrasi Generasi Muda
“Dari aksi simbolik ini, kami tidak hanya mengajak elemen mahasiswa, tapi kita juga mengajak seluruh elemen masyarakat, guru, tani, masyarakat bisa bergabung untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Dalam poin-poin tuntutannya, ia mendesak pemerintah segera menetapkan status kebakaran hutan Kalimantan sebagai bencana nasional agar dapat segera tertangani secara optimal.
“Karena hari ini permasalahan di setiap daerah, bahkan BNPB yang juga seharusnya menanggulangi bencana malah dikorupsi,” ungkapnya.
Peserta aksi menurutnya juga mendesak pemerintah membenahi struktur alokasi APBN agar tepat sasaran. Bukan alokasi untuk program program yang hanya menguntungkan pihak tertentu.
“Suara kedaulatan rakyat akan terus bergaung dari Kota Malang,” tegasnya.
“Hari ini tak hanya soal aspirasi isu demokrasi, tapi kelangkaan BBM, kenaikan harga pangan, IHSG anjlok, kemudian juga program MBG dan KDMP juga perlu dievaluasi. Proyek strategis nasional juga perlu dibenahi, pemerintah harus berbenah,” sambungnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A




































