Kota Batu, Tugumalang.id – Seni dekorasi olahan lumut atau moss art buatan Lucky Garden dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, menuai pujian Wali Kota Batu Nurochman. Produk ekonomi kreatif itu dinilai memiliki daya saing hingga tingkat nasional.
Seni moss art bikinan arek mBatu tersebut mulai merambah pasar luar daerah. Instalasinya telah hadir di Bandara Labuan Bajo hingga Gedung DPRD Kota Surabaya.
Wali Kota Batu Nurochman menilai moss art menjadi bukti nyata inovasi berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomi tinggi.
“Ini karya yang luar biasa. Kita melihat kreativitas yang tidak biasa dari masyarakat Kota Batu. Lumut yang selama ini mungkin dianggap sederhana bisa diolah menjadi sebuah karya seni bernilai tinggi,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Ia menilai kreativitas memanfaatkan lumut hidup maupun lumut yang diawetkan (preserved moss) memiliki keunggulan pada visual artistik. Biaya dan perawatannya pun relatif mudah.
Baca juga: Desa Sidomulyo Kota Batu Bakal Miliki Kolam Renang Kelas Internasional

Menurut Cak Nur, kesuksesan Lucky Garden membuktikan bahwa pengembangan sektor ekonomi kreatif tidak selalu bergantung pada industri berskala besar.
“Pemanfaatan potensi sekitar dengan ketelitian dan kreativitas dapat menghasilkan produk unik yang berdaya saing luas,” ujarnya.
Cak Nur memaparkan pengalamannya saat mencoba langsung mengerjakan moss art. Ia menyebut pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa seni ini memerlukan ketelitian tinggi dan nilai artistik yang tidak mudah.
Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen Pemerintah Kota Batu, Nurochman mendorong agar moss art dapat diinstalasi di gedung-gedung pemerintahan Kota Batu pada masa mendatang.
“Ke depan, kenapa tidak kita hadirkan karya seperti ini di salah satu gedung pemerintahan Kota Batu. Selain mempercantik ruangan, ini juga bentuk dukungan nyata pemerintah kepada pelaku ekonomi kreatif,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























