Tugumalang.id – Kota Malang yang di dalamnya terdapat sekitar 62 perguruan tinggi membuat kota ini dijuluki Kota Pendidikan. Namun faktanya, ada puluhan ribu anak muda di Kota Malang yang putus sekolah. Kini, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang yakni Wahyu Hidayat – Ali Muthohirin telah menyiapkan program seribu beasiswa.
Wahyu Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah menggali aspirasi masyarakat yang kemudian menjadi dasar menetukan program program strategisnya dalam membangun Kota Malang kedepan yang lebih maju. Salah satunya yakni program seribu beasiswa semua jenjang hingga perguruan tinggi.
Baca Juga: Gerindra Dekati PKS, Pasangkan Wahyu Hidayat dan Fuad Rahman di Pilkada Kota Malang?
Menurutnya, Kota Malang memiliki banyak SDM yang cerdas. Hanya saja, masih banyak juga para pemudanya yang terkendala mengakses pendidikan ke perguruan tinggi. Perekonomian keluarga diduga menjadi salah satu faktornya.
“Sebetulnya banyak orang pintar di Kota Malang, tapi tidak mampu. Makanya kami ingin ada program beasiswa sampai perguruan tinggi,” kata Wahyu.
Menurutnya, para pelajar berprestasi dan kurang mampu di Kota Malang akan menjadi prioritas utama yang menjadi sasaran program seribu beasiswa tersebut.
“Tentu terutama bagi yang berprestasi dan dari keluarga kurang mampu. Itu akan kami prioritaskan,” ujarnya.
Baca Juga: Iwan Kurniawan Resmi Dilantik Jadi Pj Wali Kota Malang Gantikan Wahyu Hidayat
Sementara itu, Ali Muthohirin menyampaikan bahwa predikat Kota Malang sebagai Kota Pendidikan perlu ditegaskan kembali. Sebab, masih ada banyak warga lokal Kota Malang yang justru kesulitan melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal Kota Malang banyak terdapat kampus.
“Jadi program seribu beasiswa ini juga bisa untuk warga Kota Malang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” ucapnya.
Upaya memudahkan akses pendidikan itu diproyeksikan bisa melalui anggaran APBD maupun kolaborasi dengan perguruan tinggi di Kota Malang. Terlebih, ada sekitar 62 kampus yang berdiri di Kota Malang.
Berdasarkan data BPS Kota Malang, angka putus sekolah di Kota Malang pada tahun 2023 mencapai angka sekitar 43 ribu jiwa. Angka ini didominasi pada usia 19-24 yang mencapai 35 ribu jiwa.
Sementara angka putus sekolah pada usia 16-18 tahun mencapai 7 ribu jiwa. Lalu angka putus sekolah usia 13-15 tahun ada sekitar 500 anak.
Salah satu warga Kelurahan Polehan, Kota Malang, Agus Diaji menyampaikan bahwa program seribu beasiswa tersebut cukup relevan dengan kondisi masyarakat di wilayah Polehan.
“Jadi ini butuh sekali agar anak anak kami bisa melanjutkan kuliah. Misal saja saya, kayaknya sulit untuk menguliahkan anak saya dengan kondisi biaya kuliah yang mahal,” bebernya.
“Jadi program beasiswa itu bagus sekali karena memang pendidikan perlu menjadi perhatian agar SDM Kota Malang nanti lebih maju,” tandasnya.
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























