Malang, Tugumalang.id – Universitas Negeri Malang (UM) mendampingi ibu-ibu PKK Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mengolah pisang rojomolo menjadi tepung menggunakan metode Heat Moisture Treatment (HMT). Pelatihan yang digelar pada 19 Agustus 2026 itu bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.
Selama ini, mayoritas pisang di Desa Benjor dijual dalam bentuk buah segar. Sebagian lainnya diolah menjadi keripik pisang. Pengolahan menjadi tepung diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan pisang rojomolo sebagai bahan baku berbagai produk pangan.
Kegiatan bertajuk “Pengolahan Tepung Pisang Termodifikasi Heat Moisture Treatment (HMT) untuk Pengembangan Produk Pangan Bernilai Tambah di Desa Benjor, Kabupaten Malang” tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026.
Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca juga: Universitas Negeri Malang dan MGBK SMK Malang Raya Perkuat Kompetensi Guru BK
Dalam pelatihan tersebut, warga mendapat pengetahuan tentang kandungan dan manfaat buah pisang. Peserta juga mengikuti praktik pembuatan tepung pisang rojomolo menggunakan metode HMT.
Metode HMT merupakan teknik modifikasi pati melalui perlakuan panas dengan kadar air yang terkontrol. Proses ini bertujuan mengubah karakteristik fungsional pati untuk aplikasi pangan.
Kegiatan pengabdian tersebut menghasilkan praktik pengolahan pisang rojomolo menjadi tepung dengan metode HMT. Melalui praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman membuat tepung pisang sekaligus memahami penerapan teknologi pengolahan tersebut.
Tepung pisang yang dihasilkan berpotensi menjadi bahan baku untuk mengembangkan berbagai produk pangan yang dapat menjadi unggulan desa.
Ketua tim pengabdian, Mieke Alvionita, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan alternatif pengolahan pisang rojomolo agar pemanfaatannya tidak terbatas pada konsumsi buah segar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah pisang Rojomolo menjadi tepung. Harapannya, inovasi sederhana berbasis teknologi ini dapat membuka peluang diversifikasi pangan dan mendorong peningkatan nilai tambah komoditas lokal,” ujarnya.
Libatkan Dosen dan Mahasiswa UM
Kegiatan ini melibatkan dosen dari Departemen Kimia dan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM, serta mahasiswa Kimia FMIPA UM.
Tim pengabdian terdiri atas Mieke Alvionita, S.Pd., M.Si., sebagai ketua, Dr. Adilah Aliyatulmuna, M.T., dari Departemen Kimia FMIPA UM, serta Umi Fitriyati, S.Pd., M.Pd., dari Departemen Biologi FMIPA UM sebagai anggota.
Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi pengolahan pangan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui diversifikasi pemanfaatan komoditas pangan lokal.
Selain itu, peningkatan keterampilan warga dalam mengolah bahan baku menjadi produk bernilai tambah diharapkan dapat mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, UM berupaya menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu mengatasi permasalahan masyarakat. Pengolahan pisang rojomolo menjadi tepung diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pangan lokal sekaligus mendukung pengembangan produk olahan berbasis komoditas unggulan Desa Benjor, Kabupaten Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Universitas Negeri Malang
editor: jatmiko






































