Tugumalang.id – Komitmen menjadi lembaga pendidikan tingkat dunia kembali ditegaskan Universitas Islam Malang (Unisma). Terbaru, mereka mendatangkan ulama kondang dari Baghdad, Irak, Al-Sheikh Al-Sayyid Afeefuddin Al-Jailani.
Al-Sheikh Al-Sayyid Afeefuddin Al-Jailani diundang dalam kegiatan bertajuk Tazkirah, Kajian Tasawuf, dan Doa Bersama yang digelar di lantai 7 Gedung Pascasarjana Unisma pada Senin (28/4/2025) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Sheikh Afeefuddin menuturkan pesan bahwa menuntut ilmu adalah sebuah keharusan. Menurutnya, ilmu bagaikan pohon tumbuh dari keikhlasan. “Ilmu harus disirami dengan ikhlas,” ungkapnya.
Baca Juga: Daftar Beasiswa Unisma 2025: Dari Prestasi hingga KIP Kuliah, Semua Ada!
Unisma, kata Sheikh Afeefuddin, menjadi salah satu universitas yang menerapkannya. Maka, seyogyanya, para pencari ilmu di dalamnya juga perlu menerapkannya. ”Tapi saya sudah bisa merasakan hal itu malam ini. Saya senang berada di majelis ilmu ini,” ucapnya.
Kehadiran ulama internasional ini menjadi tonggak sejarah penting dalam penguatan jejaring internasional kampus Nahdlatul Ulama ini. Berbagai kegiatan internasionalisasi bakal terus digeber ke depannya.
Baca Juga: Gema Ribuan Jemaah Berselawat Bareng Gus Iqdam di Unisma
Rektor Unisma, Prof Drs H Junaidi Mistar MPd PhD, menambahkan jika kehadiran berbagai capaian gemilang di tingkat internasional terus dilakukan.

Hingga saat ini, 4 program studi bidang sains telah terakreditasi oleh ASIIN (Jerman), dan 4 program sosial-humaniora telah diakreditasi oleh FIBAA, lembaga akreditasi internasional terkemuka.
Di tingkat nasional, Unisma telah menempati peringkat ke-54 dari sekitar 5.000 perguruan tinggi di Indonesia. Sementara di tingkat Asia Tenggara, Unisma membanggakan diri berada di peringkat ke-153. “Kolaborasi internasional menjadi fokus utama kami,” tegasnya.
Sejauh ini, Prof. Jun menyebutkan jika Unisma telah menjalin kerja sama strategis dengan universitas-universitas di Uzbekistan, Azerbaijan, Rusia. Terbaru, Unisma tengah membuka peluang berkolaborasi dengan institusi di Irak.

Sebagai langkah konkret, Unisma tengah merampungkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Al-Azhar Observatory for Combating Extremism, sebuah lembaga bergengsi di bawah Universitas Al-Azhar Mesir.
Direktur Pascasarjana Unisma, Prof Mas’ud Said menyampaikan kekagumannya atas perjalanan panjang Sheikh Afeefuddin dari Baghdad ke Indonesia yang memakan waktu 14 jam penerbangan.
“Ini bukan perjalanan mikrolet, Bapak-Ibu. Ini perjalanan panjang penuh semangat untuk hadir di tengah kita,” ungkapnya.
Prof Mas’ud juga berbagi pengalaman spiritual saat berziarah ke makam Al-Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad bersama Gubernur Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa sosok besar seperti Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani menjadi wasilah penting dalam tradisi Nahdlatul Ulama.
Ia mengenang kemuliaan akhlak Sheikh Abdul Qadir, yang tercatat dalam sejarah Islam memberi makan 600 orang yatim dan miskin setiap hari selama enam abad.
Kehadiran Al-Sheikh Afeefuddin, sebagai keturunan langsung dari Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani, dianggap sebagai berkah besar bagi Unisma. Prof Mas’ud berharap momentum ini memperkuat spiritualitas seluruh sivitas akademika dan membuka jalan internasionalisasi kampus lebih luas.
Dengan semangat memperkuat jaringan global dan memperkenalkan Islam yang moderat, Unisma terus membuktikan diri sebagai kampus unggulan Indonesia yang siap bersaing di panggung dunia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A































