Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi saksi peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 2026. Unisma didapuk sebagai tuan rumah Kick Off Peringatan Satu Abad NU yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Rabu (7/1/2026).
Mengusung tema besar “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban”, peringatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan satu abad NU di Jawa Timur. Unisma sendiri menjadi simbol komitmen perguruan tinggi NU dalam menjaga tradisi sekaligus menatap masa depan peradaban global.
Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, PhD menjelaskan jika Unisma sebagai shohibul bait (tuan rumah) berkomitmen mendukung program NU secara berjenjang. Mulai dari tingkat ranting, majelis wakil cabang, pengurus cabang, wilayah, hingga pemerintah pusat.
Ke depan, Prof. Junaidi memaparkan peta jalan Unisma yang terangkum dalam dua slogan strategis: “Unisma dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia” dan “Unisma Terbang Melesat Menuju World Class University”. Dua slogan ini menjadi kompas bagi kampus untuk memperkuat pondasi NU di kancah internasional.
“Saat ini Unisma memiliki 38 program studi (Prodi), yang terdiri dari 25 sarjana, 2 profesi, 10 magister, dan 1 doktoral. Lebih dari 50 persen Prodi telah terakreditasi Unggul. Bahkan 7 di antaranya telah terakreditasi internasional oleh lembaga bereputasi dari Jerman dan Jepang,” paparnya.
Baca juga: Rayakan Harlah 1 Abad NU, Unisma Gratiskan Pendaftaran dan Beri Potongan UKT Calon Mahasiswa
Di panggung global, berdasarkan QS Asia University Rankings 2026, Unisma menempati peringkat 173 di kawasan Asia Tenggara (Southeast Asia) dan masuk dalam jajaran 1.000 kampus terbaik di Asia.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap NU ini, Unisma meluncurkan kebijakan pemberian potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester pertama sebesar Rp1.926.000 bagi mahasiswa baru yang mendaftar pada periode 7–31 Januari 2026 (non-Fakultas Kedokteran). Angka tersebut diambil secara filosofis dari tahun kelahiran NU, yakni tahun 1926.
Selain itu, pada 2026 ini, Unisma mengalokasikan 100 kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah khusus bagi warga Nahdliyin yang memenuhi syarat, dengan proses seleksi yang melibatkan tim dari NU.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin, menekankan bahwa peringatan satu abad ini harus dimaknai sebagai ruang refleksi. Ia mengajak seluruh warga NU menjadikan momentum ini untuk pembenahan internal.
“NU harus terus hadir bagi semua lapisan, kaya maupun miskin, pusat hingga pinggiran, tanpa kehilangan tradisi keilmuan dan khidmah sosialnya. Ini adalah rumah besar umat Islam yang inklusif,” tutur Gus Kikin.
Baca juga: Refleksi Menuju World Class University, Unisma Tutup Tahun 2025 Lewat Haul Gus Dur ke-16
Apresiasi juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Emil menyebut NU memiliki seni tersendiri dalam merawat NKRI sehingga semua golongan merasa terwadahi. Ia mencontohkan kontribusi sosial NU Jatim yang berhasil menghimpun dana sekitar Rp389 miliar untuk korban bencana di Sumatra, membuktikan bahwa NU hadir nyata hingga ke pelosok.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























