Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) melatih siswa SMA Islam Ma’arif berwirausaha melalui budidaya microgreen. Pelatihan itu digelar Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Hibah Institusi (Hima) Pengabdian Masyarakat yang digelar Guru Besar Fisiologi Tumbuhan Unisma, Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, MP. Kegiatan bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Berjiwa Entrepreneur Melalui Pengenalan Pendidikan Tinggi dan Teknologi Budidaya Microgreen” itu dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan agropreneur bernilai ekonomi tinggi.
Prof. Istirochah menerangkan, program pengabdian ini dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia yang masih berkisar antara 3,1 hingga 3,2 persen. Selain itu, minat siswa SMA Islam Ma’arif untuk melanjutkan studi ke jenjang kuliah mengalami penurunan.

Padahal, sekolah tersebut secara historis merupakan salah satu penyumbang calon mahasiswa baru terbesar bagi Unisma.
“Kami ingin Unisma berkontribusi nyata menaikkan APK nasional. SMA Islam Ma’arif adalah mitra strategis kami. Kami terpanggil untuk memperkuat sinergi ini, mengajak siswa agar tidak ragu berkuliah sembari melatih jiwa kewirausahaan mereka,” ujar Prof. Istirochah, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Unisma Teguhkan Cita-cita World Class University di HUT RI ke-81
Budidaya Microgreen Praktis dan Bernilai Ekonomi
Dalam sesi pelatihan, Prof. Istirochah memaparkan teknis budidaya microgreen. Sayuran mini tersebut dipanen pada usia 7 hingga 14 hari. Menurutnya, microgreen memiliki keunggulan nutrisi 4 hingga 100 persen lebih tinggi dibandingkan tanaman dewasa.
Budidaya microgreen, kata dia, tergolong praktis, hemat tempat, dan tidak membutuhkan modal banyak. Modal awal hanya sekitar Rp14 ribu untuk wadah semai (tray) dan benih sekitar Rp5 ribu.
Dengan modal tersebut, potensi pasarnya juga sangat luas di area perkotaan. Potensi omzetnya bahkan mencapai jutaan rupiah.
Meski begitu, pakar fisiologi tumbuhan ini memberi catatan penting. Tidak semua jenis tanaman dapat dijadikan microgreen.
Baca juga: Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!
Tanaman dari famili Solanaceae seperti tomat, cabai, dan terong tidak boleh dikonsumsi sebagai sayuran mini karena daun mudanya mengandung racun alami solanin.
Selain memberikan materi wirausaha tani, Prof. Istirochah membagikan kisah perjuangan hidupnya dari keluarga prasejahtera saat menempuh pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya (UB).
Ia menceritakan bagaimana dirinya pernah bekerja sebagai buruh cuci baju anak kos demi membayar SPP semester awal. Hingga akhirnya, ia berhasil mendapatkan berbagai beasiswa, yakni Supersemar, World Bank URGE, dan beasiswa pemerintah, hingga lulus doktor dengan IPK 3,97.
“Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Di Unisma, skema beasiswa sangat melimpah, mulai dari Beasiswa Juara, KIP Kuliah, hingga Beasiswa Santri Berprestasi,” tegasnya.
Empat Kelompok Siswa Siap Jalankan Proyek
Pelatihan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Dari rencana awal satu kelompok percontohan, terbentuk empat kelompok siswa yang siap menjalankan proyek mandiri microgreen dengan pendampingan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Unisma.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPPM Unisma dan SMA Islam Ma’arif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan SDM.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























