Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Tragedi Kanjuruhan, Andik Harianto Kehilangan Istri dan Dua Anaknya

Redaksi by Redaksi
Oktober 5, 2022 2:08 pm
in Peristiwa
Andik Harianto bersama anaknya Gean Putra Harianto yang selamat dari tragedi stadion Kanjuruhan.

Andik Harianto bersama anaknya Gean Putra Harianto yang selamat dari tragedi stadion Kanjuruhan. Foto/Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Salah satu cerita paling menyedihkan di Tragedi Kanjuruhan. Bagaimana seorang bapak, harus kehilangan dua anak dan satu istri sekaligus. Berikut reportasenya.

”Halo,” begitulah suara Andik Harianto, 36 tahun, warga Sukolilo, Wajak, Kabupaten Malang, menyapa tiga orang anaknya dan satu istrinya, dalam sebuah video yang dia rekam di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

READ ALSO

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Ketika itu, suasana Kanjuruhan masih aman. Video itu adalah video terakhir yang dia rekam bersama keluarganya. Selanjutnya, sebagaimana kita semua tahu, tragedi terjadi menyebabkan sedikitnya 131 warga meninggal dunia. Tragedi ini terjadi usai Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Andik salah satu orang yang begitu banyak kehilangan keluarga dalam tragedi yang mencekam itu. Dia kehilangan istrinya yakni Debi Asta Putri Purwoko, 34 tahun, dan dua anaknya yakni Natasya Deby Ramadhani, 16 tahun, siswa SMKN 1 Malang, dan Naila Deby Anggraini,13, siswa SMPN 2 Krebet, Kabupaten Malang.

Ditemui di rumahnya dengan suasana duka yang mendalam, Rabu (5/10/2022), Andik Harianto bercerita awal mula dia menghadapi kejadian mencekam itu.

Andik Harianto bersama sang istri Debi Asta Putri Purwoko.
Andik Harianto bersama sang istri Debi Asta Putri Purwoko semasa muda. Foto/Rubianto

Dari Wajak, dia berangkat telat ke Kanjuruhan yakni sekitar 18.30 WIB. Dia menggunakan dua sepeda motor. Ketika tiba di Stadion Kanjuruhan, laga sudah mulai sekitar sepuluh menit.

Dia masuk melalui gate 13. Keadaan aman hingga laga usai. Baru sekitar 15 menit setelah laga usai, sitausi mulai tidak terkendali. Gas air mata ditembakan oleh aparat ke tribun gate 13.

Karena kalut, istrinya menyerahkan anaknya yang masih berusia dua tahun yakni Gean Putra Harianto. Dia menyelamatkan diri. ”Saya lempar anak saya yang berumur dua tahun itu, ke bawah, dan ditangkap teman saya,” katanya.

Dia melempar anaknya itu dari tribun penonton ke bawah, ke area lapangan. Tingginya sekitar tiga meter. Baru setelah itu, dia yang turun, dengan berdesak-desakan dengan suporter lain.

Di bawah, dia menyaksikan gas air mata ditembakan, dan baku hantam antara suporter dan petugas. Dia sebisa mungkin menyelamatkan diri. Dia akhirnya lolos dari maut tersebut dengan mengamankan diri di daerah musala atau di bawah tribun VIP Kanjuruhan.

”Anak saya nangis terus karena kena gas air mata,” kata pria yang sehari-hari bertani itu.

”Saya juga kena gas air mata, perih sekali rasanya,” imbuhnya.

Ketika itu, keadaan sudah kacau sehingga tidak lagi bisa menyelamatkan istri dan dua orang anaknya yang belakangan ditemukan meninggal dunia. ”Waktu itu istri saya ngasih anak paling kecil ke saya, setelah itu tidak ingat lagi,” katanya.

Usai peristiwa, dia shock bukan main. Dia mendapati dua anaknya yakni Naila dan Natasya sudah tidak bernyawa. ”Sudah tidak bernyawa, saya temukan di lantai VIP di Kanjuruhan,” katanya.

Sedangkan istrinya, Debi Asta Putri Purwoko, dia temukan di RS Wafa Husada. Usai kejadian, ketiganya dimakamkan dengan lokasi berdekatan. ”Saya berharap keadilan bisa ditegakkan dalam kejadian ini,” pungkasnya.

Kini, di rumah sederhananya, Andik hanya tinggal dengan anaknya yang baru berumur dua tahun yakni Gean Putra Harianto. ”Semoga kejadian ini menjadi pelajaran kita semua,” pungkasnya.

Reporter: Irham Thoriq

Editor: Herlianto. A

Tags: Cerita Korban Tragedi KanjuruhanKorban Tragedi Kanjuruhantragedi kanjuruhan

Related Posts

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Ditangkap Gara-gara Narkoba, Gerindra: Belum Terima Konfirmasi Resmi
Peristiwa

Gerindra Buka Suara Soal Dugaan DPRD Kabupaten Malang Ditangkap Terkait Narkoba bersama Perempuan

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Guntur Purwoko, 57, saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang.

Guntur Purwoko: Jenazah Anak dan 2 Cucu Saya Membiru, Mungkin Karena Gas Air Mata

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.